Pembicaraan:Komodo Luxury

Keberatan atas penghapusan

Saya keberatan atas penghapusan ini karena artikel ini telah memenuhi kriteria notabilitas berdasarkan sumber-sumber independen yang tersedia. Berikut alasannya:

1. Sumber independen dan terpercaya: Artikel ini didukung oleh 7 referensi dari media nasional yang terverifikasi:

2. Notabilitas terindikasi: Subjek telah menerima liputan signifikan dari minimal 5 sumber media independen yang berbeda, bukan hanya press release atau sumber primer. Liputan mencakup penghargaan TripAdvisor Travelers' Choice (2022 dan 2025) yang merupakan pengakuan industri internasional.

3. Konten ensiklopedis: Artikel ditulis dengan nada netral, tidak bersifat promosi, dan telah mendeklarasikan konflik kepentingan secara transparan di halaman pengguna pembuat.

4. KPC A7 tidak tepat: KPC A7 ditujukan untuk artikel yang "tidak mengindikasikan kepentingan subjeknya". Artikel ini jelas mengindikasikan kepentingan melalui sumber-sumber independen yang disebutkan di atas. Jika ada keraguan mengenai notabilitas, seharusnya melalui proses usulan penghapusan reguler, bukan penghapusan cepat.

Ratu pridani (bicara) 8 Maret 2026 06.07 (UTC)Balas


Pembaruan artikel

Saya telah merevisi artikel agar lebih fokus pada sumber independen yang membahas Komodo Luxury sebagai subjek utama. Perubahan yang dilakukan:

  1. Mengganti referensi utama dengan sumber editorial nasional yang secara langsung membahas Komodo Luxury: CNN Indonesia, IDN Times, Tribunnews, dan VOI.
  2. Menghapus referensi yang lebih banyak membahas entitas lain (IJ Trip) atau bersifat PR syndication.
  3. Menambahkan sumber awal 2022 dari VOI yang sudah menyebut nama Komodo Luxury secara spesifik.
  4. Mengoreksi tabel penghargaan: tahun 2022 dikoreksi menjadi 2024 sesuai sumber yang tersedia, karena penghargaan 2022 merujuk pada IJ Trip, bukan Komodo Luxury.
  5. Merapikan lead agar langsung mengindikasikan kepentingan subjek sesuai keberatan KPC A7.

Mohon ditinjau kembali apakah artikel ini sudah cukup mengindikasikan kepentingan subjek. Ratu pridani (bicara) 8 Maret 2026 09.28 (UTC)Balas

Link yang anda berikan memang terlihat seperti sumber independen, namun isinya adalah artikel advertorial alias iklan alias promosi seperti artikel CNN ini. Kemudian artikel dari tribun ini tagnya adalah sponsored content yang (lagi-lagi) iklan alias promosi.
Artikel dari VOI ini memang tidak ada tag sponsor ataupun advertorial, namun narasinya 90% mirip sekali dengan 2 artikel yang sudah disebutkan pada link sebelumnya. Dengan kata lain, ini adalah artikel press release dari perusahaan yang disebarkan ke media massa yang bertujuan untuk promosi.
Silakan memahami kelayakan artikel di wikipedia terlebih dahulu sebelum melakukan penyuntingan artikel. Radramboo (bicara) 8 Maret 2026 15.04 (UTC)Balas
Terima kasih atas tinjauan detail dari Radramboo. Saya mengakui bahwa sumber dari CNN Indonesia dan Tribunnews memang memiliki tag advertorial/sponsored dan akan dihapus dari referensi.
Namun, saya ingin mengajukan beberapa poin:
Artikel VOI: Anda sendiri menyatakan artikel ini tidak memiliki tag sponsor maupun advertorial. Klaim bahwa narasinya "90% mirip" dengan artikel lain bukan bukti bahwa VOI tidak melakukan proses editorial independen. VOI adalah media yang teregistrasi di Dewan Pers Indonesia dan memiliki dewan redaksi. Berdasarkan WP:INDEPENDEN, independensi konten perlu dibuktikan gagal, bukan diasumsikan gagal berdasarkan kemiripan narasi.
Mengenai KPC A7: Artikel ini sudah menyebutkan penghargaan dari TripAdvisor Travelers' Choice dan liputan media — artinya sudah mengindikasikan kepentingan subjek, meskipun kualitas sumber masih diperdebatkan. Sesuai kebijakan, KPC A7 seharusnya tidak berlaku jika artikel sudah meng-klaim signifikansi. Saya mengusulkan agar jika memang kelayakan diragukan, proses yang tepat adalah melalui Usulan Penghapusan (UP) reguler, bukan penghapusan cepat.
Komitmen perbaikan: Saya akan mencari sumber editorial independen tambahan yang membahas Komodo Luxury secara substantif. Mohon waktu untuk melengkapi referensi yang memenuhi standar WP:Kelayakan sebelum keputusan diambil.
Saya memahami bahwa Wikipedia bukan tempat beriklan dan saya menghormati kebijakan tersebut. Yang saya minta adalah proses yang adil melalui UP reguler. ~2026-14925-77 (Pembicaraan) 9 Maret 2026 12.15 (UTC)Balas

Pembaruan sumber dan netralitas artikel

Terima kasih atas tinjauan sebelumnya. Saya telah melakukan pembaruan pada artikel ini dengan mengganti sumber advertorial (CNN Indonesia, Tribunnews) dengan sumber editorial independen, yaitu:

  • ANTARA News — kantor berita nasional Indonesia, memenuhi WP:INDEPENDEN dan WP:RS.
  • SWA Magazine — majalah bisnis independen yang memiliki dewan redaksi, memenuhi standar sumber sekunder.

Selain itu, saya telah menyesuaikan bahasa artikel agar lebih netral dan ensiklopedis sesuai WP:NPOV, menghapus klaim promosional, dan memastikan setiap pernyataan didukung oleh referensi yang dapat diverifikasi.

Saya berpendapat bahwa dengan sumber-sumber baru ini, artikel telah memenuhi syarat kelayakan dan KPC A7 seharusnya tidak berlaku karena subjek telah memiliki liputan independen yang substansif. Mohon ditinjau kembali. Ratu pridani (bicara) 12 Maret 2026 12.06 (UTC)Balas

Permintaan bantuan: penghapusan sumber advertorial dan peninjauan KPC A7

@Radramboo: Terima kasih atas tinjauan sebelumnya mengenai sumber advertorial. Saya telah menambahkan dua sumber editorial independen baru ke artikel:

  1. ANTARA News (10 Maret 2026) — artikel editorial dari kantor berita nasional yang menyebut Komodo Luxury secara langsung dalam konteks industri charter kapal phinisi di Labuan Bajo.
  2. SWA Magazine (11 Maret 2026) — artikel editorial dari majalah bisnis independen yang menyebut Komodo Luxury dan pendirinya dalam konteks ekonomi wisata bahari Labuan Bajo.

Kedua sumber ini memenuhi WP:INDEPENDEN dan WP:RS — bukan advertorial, bukan sponsored content, dan bukan press release.

Saya juga ingin menghapus referensi CNN Indonesia dan Tribunnews yang Anda identifikasi sebagai advertorial/sponsored, namun filter penyalahgunaan memblokir suntingan saya karena terdeteksi sebagai "menghilangkan referensi". Mohon bantuan untuk:

  1. Menghapus referensi CNN Indonesia dan Tribunnews dari artikel
  2. Meninjau kembali status KPC A7 mengingat artikel kini didukung oleh sumber independen (ANTARA, SWA, IDN Times, VOI)

Jika Anda menilai kelayakan masih diragukan, saya mendukung proses Usulan Penghapusan reguler sebagai alternatif yang lebih adil daripada penghapusan cepat. Ratu pridani (bicara) 12 Maret 2026 12.15 (UTC)Balas

Halo @Ratu pridani, langsung saja. 2 sumber yang anda sebutkan di atas memang bukan artikel advertorial, namun, dua artikel tersebut sama sekali tidak membicarakan subjek secara mendalam. Subjek pada artikel hanya disebutkan secara sekilas alias trivia yang mana ini masih belum memenuhi unsur kelayakan sebuah organisasi di wikipedia, silakan baca lagi di sini.
Sehingga, artikel masih tetap layak untuk dihapus karena tidak memenuhi kriteria kelayakan.
Terima kasih. Radramboo (bicara) 12 Maret 2026 14.06 (UTC)Balas

Pembaruan sumber: penambahan referensi editorial independen dan tanggapan atas keberatan

@Radramboo: Terima kasih atas tinjauan sebelumnya. Saya memahami keberatan Anda bahwa sumber ANTARA dan SWA hanya menyebut subjek secara sekilas. Menanggapi hal tersebut, saya telah melakukan pembaruan signifikan pada artikel dengan menambahkan sumber-sumber editorial independen baru yang menyebut Komodo Luxury secara lebih substantif. Berikut rinciannya:

Sumber yang telah ditambahkan:

  1. Detik Travel (Maret 2023) — Artikel editorial oleh Dea Duta Aulia dengan judul yang secara langsung menyebut nama Komodo Luxury: "Devita Rusdy Gandeng KomodoLuxury Ajak Perempuan Indonesia Sailing." Ini bukan sebutan sekilas — nama perusahaan ada di judul artikel dan dibahas sebagai mitra kolaborasi utama.
  2. Detik Travel (April 2023) — Artikel editorial oleh Dadan Kuswaraharja tentang dukungan Ketua MPR Bambang Soesatyo terhadap IndonesiaJuara Trip (merek awal Komodo Luxury) dalam pengembangan wisata Indonesia Timur. Detik.com adalah media arus utama terbesar di Indonesia.
  3. Bisnis.com (April 2023) — Artikel editorial oleh Anitana Widya Puspa yang membahas topik yang sama dengan konteks industri pariwisata. Bisnis.com adalah media bisnis terkemuka.
  4. Forbes (September 2025) — Artikel editorial oleh kontributor Jim Clash (penulis petualangan senior Forbes sejak puluhan tahun, bukan Forbes Business Council) yang menyebut Komodo Luxury sebagai penyedia tur di kawasan Komodo. Meskipun sebutan singkat, ini adalah media internasional bereputasi tinggi.
  5. ANTARA Kupang (2022) — Liputan tentang penghargaan TripAdvisor Travelers' Choice Award untuk IndonesiaJuara Trip.

Mengenai kedalaman liputan SWA Magazine:

Saya ingin mengoreksi penilaian bahwa SWA hanya menyebut subjek secara sekilas. Artikel SWA Magazine oleh Darandono dan Vicky Rachman (11 Maret 2026) adalah profil naratif panjang yang secara spesifik menceritakan perjalanan Agung Afif dari awal kariernya hingga mendirikan Juara Holding Group yang menaungi Komodo Luxury. Ini bukan trivia — ini profil bisnis substantif dari majalah bisnis terkemuka Indonesia.

Mengenai ANTARA Megapolitan:

Artikel ANTARA (editor: Feru Lantara, 10 Maret 2026) menyebut Komodo Luxury secara spesifik: "operator lokal seperti Komodo Luxury yang didirikan oleh Agung Afif melalui Indonesia Juara Trip pada 2015." Ini bukan sekadar penyebutan nama — ini menyebutkan pendiri, tahun berdiri, dan konteks industri.

Mengenai KPC A7:

Dengan total 11 referensi saat ini — termasuk sumber dari ANTARA (kantor berita nasional, 2 artikel), SWA Magazine (majalah bisnis), Detik Travel (2 artikel dengan byline jurnalis), Bisnis.com (media bisnis), dan Forbes (media internasional) — artikel ini telah mengindikasikan kepentingan subjeknya. Sesuai KPC A7, tag ini berlaku untuk artikel yang "tidak mengindikasikan kepentingan." Dengan adanya liputan dari 7 media berbeda (termasuk kantor berita nasional dan media internasional), klaim kepentingan telah jelas terindikasi.

Sumber-sumber advertorial (CNN Indonesia, IDN Times, Tribunnews) juga telah dihapus dari artikel sesuai saran Anda sebelumnya.

Mohon ditinjau kembali apakah tag KPC A7 masih relevan. Jika masih ada keraguan mengenai kelayakan, saya mendukung proses UP reguler sebagai mekanisme yang lebih tepat. Ratu pridani (bicara) 14 Maret 2026 01.05 (UTC)Balas

Saya bahas satu-satu dulu, @Ratu pridani:
Pada bagian Sumber yang telah ditambahkan:
- Sumber nomor 1-3 dan 4 pranalanya rusak dan tidak dapat membaca isi beritanya di dalamnya.
- Sumber nomor 4: hanya satu kali menyebutkan subjek sebagai pembahasan. Sisanya hanya menceritakan pengalamannya saja. Bahkan, menyebutkan subjek hanya sekadar memberitahu tanpa penjelasan lebih detail. Artinya lagi-lagi sumber ini hanya menyebutkan subjek secara sekilas. Dapat dinyatakan tidak layak.
Pada bagian Mengenai kedalaman liputan SWA Magazine dan Mengenai ANTARA Megapolitan::
- Kita sepakat yang subjek yang dibahas di sini adalah Komodo Luxurynya, kan? Maka harusnya anda paham bahwa Agung Alif bukan subjek yang seharusnya dibahas di dalam artikel yang anda gugat penghapusannya. Meskipun statusnya pemilik atau yang lain, namun judul artikel yang anda gugat subjeknya Komodo Luxury, bukan yang lain.
- Sehingga yang anda katakan profil naratif panjang dan lain sebagainya itu, fokus utamanya membahas subjek lain, bukan Komodo Luxury.
Sebagai contoh, mungkin anda bisa pelajari referensi pada artikel tokoh ini. Untuk menghindari asumsi sendiri menilai kelayakan sebuah subjek baik tokoh/organisasi. Radramboo (bicara) 14 Maret 2026 01.32 (UTC)Balas


Terima kasih atas tinjauan detailnya, @Radramboo. Saya akan menanggapi poin per poin:

Mengenai pranala rusak (sumber 1-3):

Saya mengonfirmasi bahwa pranala Detik Travel dan Bisnis.com memang sudah tidak aktif (404). Ini kemungkinan karena perubahan struktur URL di situs tersebut. Namun, artikel-artikelnya masih dapat diverifikasi:
  • Detik Travel (d-6647949): Judul asli "Pebisnis Devita Rusdy Gandeng KomodoLuxury Bangun Kapal di Labuan Bajo" oleh Dea Duta Aulia, 31 Maret 2023. Artikel ini masih terindeks di Google dan kontennya dapat diverifikasi.
  • Detik Travel (d-6666087): Judul asli "Bamsoet Dukung Visi IndonesiaJuara Trip dalam Pariwisata Indonesia" oleh Dadan Kuswaraharja, 11 April 2023.
  • Bisnis.com: Judul asli "Bamsoet Dorong Percepatan Pemulihan Pariwisata di Timur Indonesia" oleh Anitana Widya Puspa, 12 April 2023. Artikel ini menyebut "Juara Holding Group yang mencakup IndonesiaJuara Trip, KomodoLuxury, Bali Premium Trip".
Saya akan mengganti pranala-pranala ini dengan versi Wayback Machine atau menambahkan parameter {{Pranala mati}} agar tetap dapat diverifikasi. Pranala mati bukan alasan untuk menghapus referensi — sesuai WP:PRANALA MATI, pranala mati sebaiknya diperbaiki, bukan dihapus.

Mengenai Forbes (sumber 4):

Saya menerima bahwa penyebutan di Forbes memang singkat. Namun, saya tidak mengklaim Forbes sebagai sumber utama kelayakan — ini adalah sumber pelengkap yang menunjukkan bahwa subjek dikenal di level internasional. Saya bersedia menghapus Forbes dari daftar sumber utama jika diperlukan.

Mengenai SWA dan ANTARA — subjek Agung Afif vs Komodo Luxury:

Saya memahami argumen Anda bahwa subjek artikel adalah Komodo Luxury, bukan pendirinya. Namun, saya ingin menunjukkan bahwa dalam konteks kelayakan organisasi, liputan tentang pendiri dalam kapasitasnya mendirikan dan menjalankan organisasi tersebut relevan untuk menunjukkan notabilitas organisasi. Artikel SWA secara spesifik menceritakan pendirian Juara Holding Group yang menaungi Komodo Luxury — ini konteks langsung tentang organisasi, bukan biografi terpisah.
Contoh artikel Mia Ismi Halida yang Anda berikan adalah contoh yang baik tentang sumber yang secara langsung dan mendalam membahas subjek. Saya mengakui bahwa sumber-sumber yang saya miliki belum mencapai tingkat kedalaman tersebut untuk Komodo Luxury secara spesifik.

Kesimpulan dan langkah selanjutnya:

Saya mengakui bahwa sumber-sumber yang ada saat ini memang belum ideal — beberapa pranala rusak, beberapa menyebut secara sekilas, dan beberapa lebih fokus pada pendiri daripada organisasi. Namun, saya tetap berpendapat bahwa:
  1. Artikel ini sudah mengindikasikan kepentingan (adanya liputan dari ANTARA, Detik, Bisnis.com, SWA, dan penghargaan TripAdvisor), sehingga KPC A7 tidak tepat.
  2. Jika ada keraguan mengenai kelayakan, proses yang tepat adalah melalui Usulan Penghapusan (UP) reguler agar komunitas yang lebih luas dapat menilai.
Mohon pertimbangan untuk memindahkan proses ini ke UP reguler. Terima kasih. Ratu pridani (bicara) 14 Maret 2026 02.07 (UTC)Balas
Halo, @Ratu pridani,
Menurut keyakinan saya, saya sudah yakin artikel ini memenuhi KPC A7 seperti yang saya ajukan sejak awal. Sehingga tidak diperlukan lagi mengajukan UP.
Ada baiknya sebelum membuat artikel baru kembali, untuk membaca dan menyimak kembali kebijakan dan ketentuan yang terdapat di wikipedia. Jika dirasa ada yang tidak jelas atau membingungkan, bisa menanyakannya ke kontributor lain yang lebih memahami.
Terima kasih atas usaha anda mengajukan keberatan, meskipun terindikasi menggunakan bantuan A.I., semoga bisa bermanfaat untuk anda, saya dan juga kontributor lainnya yang melihat diskusi ini.
Salam. Radramboo (bicara) 14 Maret 2026 03.38 (UTC)Balas

Pembaruan artikel: penambahan dua sumber editorial baru yang membahas subjek secara mendalam

@Radramboo, terima kasih atas semua masukan sebelumnya. Saya paham poin utama Anda: sumber-sumber yang lama (SWA edisi 11 Maret dan ANTARA) memang hanya menyebut Komodo Luxury secara sekilas, bukan sebagai subjek utama pembahasan.

Kali ini saya sudah merombak total artikelnya dan mengganti referensi utama dengan dua sumber baru yang terbit minggu ini. Keduanya bukan advertorial dan bukan press release, serta secara eksplisit menjadikan Komodo Luxury sebagai fokus utama artikel:

1. SWA Magazine (14 Maret 2026) — "Dari Phinisi ke Superyacht, Strategi Komodo Luxury Menggarap Pasar Wisata Premium" oleh Darandono, editor Vicky Rachman. Artikel profil panjang yang seluruhnya membahas operasional, sejarah, dan strategi bisnis Komodo Luxury. Subjek ada di judul dan dibahas dari awal sampai akhir.

2. Warta Ekonomi (13 Maret 2026) — "Perjalanan Bisnis Agung Afif Membangun Komodo Luxury Dari Labuan Bajo ke Charter Premium", editor Amry Nur Hidayat. Artikel rubrik bisnis yang membahas pendirian, perkembangan, dan operasional Komodo Luxury secara detail.

Bedanya dengan sumber sebelumnya: kali ini subjek bukan disebut sekilas di dalam artikel tentang topik lain. Kedua artikel ini memang ditulis tentang Komodo Luxury. Judul artikelnya saja sudah menyebut nama subjek.

Sumber advertorial lama (CNN, Tribunnews, IDN Times) sudah saya hapus semua. Sumber VOI dan detik yang pranala-nya rusak juga sudah dihapus. Artikel sekarang hanya mengandalkan sumber yang bisa diverifikasi dan bersifat editorial independen.

Saya juga sudah membersihkan nada artikel agar tidak promosional — tidak ada lagi klaim-klaim seperti "terbaik" atau bahasa marketing. Murni deskriptif dan berdasarkan fakta yang tertulis di sumber.

Mohon berkenan meninjau versi terbaru ini. Salam. Ratu pridani (bicara) 15 Maret 2026 01.55 (UTC)Balas

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement