Pemberontakan Silesia

Pemberontakan Silesia
Bagian dari dampak Perang Dunia I dan Revolusi 1917–1923

Para pemberontak di Silesia
Tanggal16 Agustus 1919 – 21 Juli 1921
LokasiSilesia Atas
Hasil Lihat bagian Dampak
Perubahan
wilayah
Pihak terlibat

Polandia Organisasi Militer Polandia di Silesia Atas


Didukung oleh:
Templat:Country data Second Polish Republic
Republik Weimar Jerman
Tokoh dan pemimpin
Polandia Alfons Zgrzebniok
Polandia Franciszek Szkudło 
Polandia Wojciech Korfanty
Polandia Maciej Hrabia Mielzynski
Republik Weimar Friedrich Wilhelm von Schwartzkoppen
Republik Weimar Karl Höfer
Mobil lapis baja milik Polandia Korfanty pada tahun 1920 dibuat oleh pejuang Polandia di pabrik Woźniak. Ini adalah salah satu dari dua mobil yang diciptakan; mobil kedua bernama Walerus – Woźniak.[1]

Pemberontakan Silesia (bahasa Polandia: Powstania śląskie; bahasa Silesia: Ślōnske aufsztandy; bahasa Jerman: Aufstände in Oberschlesien, Polenaufstände) adalah tiga pemberontakan dari Agustus 1919 hingga Juli 1921 di Silesia Atas, yang pada saat itu merupakan bagian dari Republik Weimar. Para pemberontak dari etnis Polandia dan Silesia menginginkan wilayah tersebut menjadi milik Republik Polandia yang baru saja didirikan, melakukan perlawanan terhadap pasukan kepolisian dan paramiliter Jerman yang berusaha menjaga wilayah itu tetap bagian dari negara Jerman baru yang didirikan setelah Perang Dunia I dan revolusi di Jerman. Setelah konflik, wilayah ini terbagi ke dalam dua negara. Para pemberontak kemudian diperingati di Polandia modern sebagai contoh dari nasionalisme Polandia. Di samping keterlibatan pemerintah pusat dalam konflik, para penulis sejarah Polandia menjelaskan peristiwa ini sebagai pemberontakan yang mewakili keinginan penduduk Silesia Atas, bukan sebagai perang.[a] Ribuan orang tewas dalam kisruh bersenjata di Silesia Atas dari tahun 1919 hingga 1921. Sekitar empat perlima dari korban tewas dalam pemberontakan ketiga di Silesia, pada pemberontakan ketiga di Silesia tahun 1921 saja, tiga perlima orang tewas.[3] Berkat keberhasilan pemberontakan di Silesia, Polandia mendapatkan tambang-tambang batu bara dan wilayah yang membuat perekonomian mereka bertumbuh lebih cepat. Jika pemberontakan ketiga di Silesia tidak berhasil, sebagian besar wilayah industri di Silesia akan diperoleh oleh Jerman, dan Polandia akan menjadi negara agraris. Juga, pembangunan kembali Polandia, pasca Perang Dunia I, akan lebih lambat, menghambat reformasi mata uang dan pemberdirian Bank Polandia. [4]

Referensi

  1. ^ (dalam bahasa Polandia) Ostatnie chwile odlewni Woźniaków Diarsipkan 28 September 2007 di Wayback Machine.. Zaglebie.info
  2. ^ Polak-Springer 2015, hlm. 29-30.
  3. ^ T. K. Wilson: Frontiers of Violence, S. 163–164.
  4. ^ Hubert Królikowski (2023) ‘Destructors’ in action, support for insurgents: case study of the Third Silesian Uprising, Small Wars & Insurgencies, 34:4, 870-871, DOI:10.1080/09592318.2023.2175529


Kesalahan pengutipan: Ditemukan tanda <ref> untuk kelompok bernama "lower-alpha", tapi tidak ditemukan tanda <references group="lower-alpha"/> yang berkaitan

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement