Pembangkitan terdistribusi
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (Januari 2023) |
Pembangkitan terdistribusi atau pembangkitan terdesentralisasi (bahasa Inggris:distributed/decentralized generation) adalah pembangkitan listrik menggunakan sejumlah pembangkit listrik berskala kecil dan lokal yang terhubung secara langsung dengan konsumen alih-alih menggunakan sebuah pembangkit listrik berskala besar untuk satu wilayah tertentu.[1]
Perbedaan yang umumnya ditemukan antara pembangkitan terdistribusi dengan pembangkitan konvensional ialah kapasitas terpasang pada pembangkit dan jarak dari pembangkit ke pengguna. Pada pembangkit konvensional seperti PLTU atau PLTG, daya yang dihasilkan umumnya 100 MW hingga ribuan MW. Jarak pembangkit ke pengguna juga cukup jauh karena alasan keamanan dan operasional. Sementara pada pembangkitan terdistribusi, dayanya mencapai puluhan kW hingga 100 MW dan jarak pembangkit ke pengguna tidak terlalu jauh.[2]
Referensi
- ^ Gharehpetian, Gevork B.,. Distributed generation systems : design, operation and grid integration. Mousavi Agah, S. Mohammad, (Edisi First edition). Kidlington, Oxford, United Kingdom. ISBN 9780128042632. OCLC 987910912. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
- ^ "Introduction to Distributed Generation". www.dg.history.vt.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-03-07. Diakses tanggal 2019-10-02.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


