Pelabuhan Venesia
| Pelabuhan Venesia Porto di Venezia Port of Venice | |
|---|---|
| Lokasi | |
| Negara | Italia |
| Lokasi | Venesia |
| Koordinat | 45°26′18″N 12°18′43″E / 45.438457°N 12.312019°E |
| Detail | |
| Mulai beroperasi | Abad ke-18 |
| Statistik | |
| Situs web www.port.venice.it | |
Pelabuhan Venesia (bahasa Italia: Porto di Venezia) adalah sebuah pelabuhan utama di Italia Utara yang terletak di ujung barat laut Laut Adriatik, di dalam Laguna Venesia (bahasa Italia: Laguna Veneta) yang berbentuk bulan sabit. Sebagai ibu kota Provinsi Venesia dan wilayah Veneto, pelabuhan ini merupakan salah satu gerbang maritim terpenting di Italia dan Eropa Selatan.[1] Bersama dengan Pelabuhan Chioggia, Venesia membentuk Sistem Pelabuhan Veneto yaitu sebuah pusat intermodal yang efisien dan multifungsi yang melayani jaringan pasokan dan ekspor industri di Italia Utara dan Eropa Tengah.[2]
Secara historis, Venesia adalah pusat republik maritim dan pelabuhan terbesar di Eropa pada akhir Abad Pertengahan dan juga bertindak sebagai penghubung komersial dan budaya antara Eropa dan Asia. Saat ini, Pelabuhan Venesia menempati peringkat ke-8 sebagai pelabuhan komersial tersibuk di Italia dan merupakan salah satu pelabuhan pesiar terpenting di Mediterania.[3] Pelabuhan ini juga termasuk dalam daftar pelabuhan Eropa terkemuka yang berada pada simpul-simpul strategis jaringan trans-Eropa (TEN-T), khususnya di koridor Baltik-Adriatik dan Mediterania.[4]
Luas total area total Pelabuhan Venesia dengan Pelabuhan Chioggia mencakup lebih dari 2.500 hektar dengan nilai infrastruktur mencapai €6,4 miliar. Total panjang dermaga di Pelabuhan Venesia adalah 22 km didukung dengan jaringan jalan raya sepanjang 40 km dan jaringan kereta api sepanjang 65 km. Kedalaman saluran mencapai maksimum -12 meter.[2] Pelabuhan ini dikelola oleh Otoritas Sistem Pelabuhan Laut Adriatik Utara (bahasa Italia: Autorità di Sistema Portuale del Mare Adriatico Settentrionale (AdSPMAS)).[3]
Sejarah dan perkembangan

Asal-usul kota Venesia dan pelabuhannya secara tidak langsung dimulai setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat, sekitar abad ke-5 Masehi ketika para pengungsi dari daratan utama Italia melarikan diri dari invasi bangsa Lombard ke pulau-pulau terpencil di laguna. Komunitas-komunitas terisolasi ini awalnya hanya dihuni oleh nelayan dan pekerja garam yang kemudan berkembang menjadi bagian dari Eksarkat Ravenna. Pada tahun 641 Masehi, otoritas politik dipindahkan ke salah satu pulau di laguna Venesia.[1]
Seiring waktu, komunitas pengungsi ini tumbuh menjadi kekuatan perdagangan maritim paling dominan di Mediterania dengan armada mencapai 3.000 kapal dagang dan 300 kapal angkatan laut pada puncaknya.[5] Hubungan Venesia dan Chioggia dengan laut dan jalur perdagangan maritim telah menjadi dasar eksistensi mereka selama lebih dari seribu tahun. Awalnya, kegiatan galangan kapal di Venesia terpusat di Arsenal, sebuah kompleks luas di timur laut kota yang hingga abad ke-18 merupakan kompleks industri terbesar di Eropa. Namun, seiring berjalannya waktu pusat aktivitas pelabuhan bergeser.[1]
Perkembangan infrastruktur pelabuhan modern

- Terminal Maritim Baru (bahasa Italia: Stazione Marittima): Pembangunan dimulai pada tahun 1869 dan selesai pada tahun 1880, menjadi pusat kegiatan angkatan laut Venesia hingga Perang Dunia I.
- Pelabuhan Marghera (bahasa Italia: Porto Marghera): Pada awal abad ke-20, proyek Marghera dikembangkan di daratan Venesia untuk menampung industri berat. Setelah Perang Dunia I, kebutuhan akan pelabuhan industri semakin jelas. Proyek pelabuhan industri Venesia yang diprakarsai oleh Count Giuseppe Volpi di Misurata dimulai pada tahun 1917 dan berlanjut pada tahun 1919.
- Kanal Vittorio Emanuele (bahasa Italia: Canale Vittorio Emanuele): Diresmikan pada 17 Mei 1922, kanal ini menghubungkan stasiun maritim (bahasa Italia: Stazione Marittima) ke Marghera, dan lalu lintas resmi dibuka pada tahun 1925. Dalam beberapa tahun, antara 1920 dan 1928, sebanyak 51 pabrik di sektor metalurgi, kimia, mekanik, galangan kapal, perminyakan, dan listrik didirikan di Marghera. Pada tahun 1928, Pelabuhan Venesia kembali menempati posisi kedua sebagai pelabuhan tersibuk di Italia dalam hal pergerakan kargo.
- Kanal Minyak (bahasa Italia: Canale dei Petroli): Dibangun antara tahun 1961 dan 1969, kanal ini diperlukan untuk mendukung perkembangan kompleks petrokimia di Marghera. Kanal ini menghubungkan pintu masuk pelabuhan Malamocco dengan kilang minyak di Marghera, mengalihkan lalu lintas kapal tanker minyak dari rute yang melintasi pusat kota Venesia.[6]
Pada abad ke-19, konektivitas Venesia dengan daratan utama ditingkatkan secara signifikan. Pada tahun 1846, sebuah jembatan sepanjang hampir 2 mil membawa jalur kereta api dari daratan utama. Kemudian, pada tahun 1932 sebuah jalan paralel dibangun untuk akses kendaraan bermotor. Meskipun langkah-langkah ini awalnya ditentang oleh pihak-pihak yang ingin mempertahankan karakter pulau kota, koneksi ini terbukti penting untuk perkembangan ekonomi dan pariwisata Venesia. Secara politik, Venesia menjadi bagian dari Kerajaan Italia yang bersatu pada tahun 1866. Pada tahun 1990-an, Venesia juga menjadi simbol politik regionalisme Liga Utara (bahasa Italia: Lega Nord).[1]
Infrastruktur dan konektivitas
Pelabuhan Venesia memiliki konektivitas yang sangat baik dengan pasar Eropa Tengah dan Timur, berkat posisi kuncinya di persimpangan koridor strategis TEN-T Baltik-Adriatik dan Mediterania.
Jaringan kereta api
Sistem perkeretaapian Pelabuhan Venesia adalah salah satu yang paling berkembang di Eropa untuk transportasi kargo.
- Pontebbana: Jalur kereta api terpenting yang menghubungkan Pelabuhan Bebas Trieste (dalam sistem pelabuhan yang lebih luas di wilayah Friuli Venezia Giulia) dengan pasar Eropa utara dan timur adalah jalur Pontebbana (Udine – Tarvisio). Jalur ini memiliki kapasitas 220 kereta/24 jam dan sudah sesuai untuk kereta berkecepatan tinggi dan berkapasitas tinggi tanpa investasi lebih lanjut.
- Sistem Manajemen Lanjutan (bahasa Inggris: Advanced Managing System (SCC)): Sistem ini berbasis di Venezia Mestre dan mampu mengontrol lalu lintas kereta api di wilayah Veneto dan Friuli-Venezia Giulia. Sistem ini fleksibel dan dikembangkan untuk memenuhi peningkatan konstan jaringan kereta api.
- Jaringan Internal Pelabuhan: Pelabuhan Venesia dan Trieste memiliki jaringan rel internal (70 km di Trieste) yang terhubung ke jaringan nasional dan internasional guna memastikan semua dok terlayani oleh rel dengan kemungkinan pengalihan (bahasa Inggris: shunting) dan perakitan kereta barang langsung di berbagai terminal.[7]
- Investasi Peningkatan: Sistem Pelabuhan Veneto menginvestasikan dana besar untuk meningkatkan transportasi kereta api, termasuk:
- Jembatan Kereta Api Baru: Pembangunan jembatan kereta api baru di atas Kanal Industri Barat di pelabuhan Marghera bertujuan untuk koneksi rel yang lebih efisien ke jaringan nasional, mempersingkat waktu pengalihan, menghilangkan interferensi dengan stasiun Venesia-Mestre, meningkatkan keselamatan lalu lintas, dan menambah kapasitas sistem kereta api.
- Koridor Multimodal Baru: Pembangunan akses jalan dan kereta api baru ke pelabuhan Marghera termasuk stasiun baru di semenanjung tempat pabrik petrokimia, nantinya akan menghubungkan rel pelabuhan ke jaringan kereta api nasional dengan jalur ganda. Koneksi jalan tol baru juga akan ditambahkan.
- Platform Intermodal Baru: Sebuah platform intermodal baru di bagian selatan area Montesyndial bertujuan untuk memenuhi permintaan pasar transportasi rel dan jalan untuk kargo maritim, meningkatkan Venesia sebagai pusat logistik dan meningkatkan pergeseran moda dari jalan ke rel.[2]
Jaringan jalan dan udara
Pelabuhan Venesia memiliki koneksi jalan yang sangat baik, dengan banyak tujuan di Eropa Tengah yang dapat dijangkau dalam jarak 600 km dari Trieste. Bandara Internasional Marco Polo, yang dibangun di atas lahan reklamasi di Tessera, adalah salah satu bandara utama yang melayani Venesia. Bandara Treviso (TSF) terletak 30 km di utara Venesia. Bandara ini juga digunakan terutama oleh maskapai penerbangan berbiaya rendah.
Terminal dan zona khusus
Pelabuhan Venesia memiliki karakter multifungsi yang jelas, mampu menangani semua jenis kargo, termasuk kontainer, curah kering atau cair, produk baja, dan kargo berukuran besar/berat.
Terminal utama di pelabuhan venesia
- Terminal Penumpang Venesia(bahasa Italia: Venezia Terminal Passeggeri (VTP)): Ini adalah terminal utama untuk kapal pesiar dan penumpang. TPV adalah pelabuhan pesiar tersibuk ketiga di Eropa dan ke-13 terbesar di dunia yang menangani ribuan kunjungan kapal pesiar dan lebih dari 1 juta penumpang setiap tahun. Terminal ini memiliki 6 dermaga/dermaga penumpang khusus.
- Dermaga Maritim (bahasa Italia: Dermaga Marittima): Dermaga terbesar dengan 3 terminal penumpang yang mampu menangani kapal pesiar terbesar di dunia. Memiliki 8 dermaga dengan panjang total 3.400 meter.
- Terminal San Basilio dan Terminal Santa Marta: Dua terminal ini melayani kapal yang lebih kecil dan terletak di Kanal Giudecca.
- Pelabuhan Marghera: Dikembangkan sebagai pelabuhan komersial/kargo dan industri yang terletak di luar pusat kota. Marghera memiliki 2 dermaga dengan panjang total 720 meter dan 2 terminal penumpang. Sebuah dok provisional di Liguria Quay diresmikan pada 9 April 2022 untuk kapal pesiar.[3]
- Terminal Fusina: Terminal ini memiliki 2 dermaga dengan panjang total 540 meter dan 1 terminal penumpang. Sejak 2014, terminal Autostrade del Mare di Fusina beroperasi penuh, didedikasikan untuk lalu lintas kapal Ro-Ro dan Ro-Pax. Terminal ini dapat melayani 1.200 feri per tahun dengan 4 tempat berlabuh operasional dan 4 jalur kereta api.[6]
- Terminal Khusus Kontainer: Dua terminal di Pelabuhan Venesia terspesialisasi dalam penanganan lalu lintas kontainer.
- Terminal Curah Kering: Venesia dan Chioggia termasuk di antara pelabuhan utama Italia untuk curah kering beserta dengan terminal khusus yang memastikan pasokan bahan baku reguler ke distrik manufaktur di Italia Timur Laut.
- SDAG - Gorizia Interporto: Terminal pedalaman intermodal yang dilengkapi dengan fasilitas logistik makanan berpendingin (hingga -30 °C), 5 jalur kereta api, dan area parkir truk besar dengan 550 tempat.
Jaringan sungai-laut intermodal
Pelabuhan Venesia juga memiliki koneksi sungai-laut ke Mantua dan Cremona, menggunakan tongkang kelas V untuk kargo curah dan kontainer hingga 70 unit intermodal, dengan gudang di kawasan industri dan desa kargo yang terhubung.[2]
Rezim pelabuhan bebas dan keunggulan kompetitif
Meskipun sumber-sumber yang diberikan lebih banyak menjelaskan secara rinci tentang rezim pelabuhan bebas di Trieste, Venesia juga memiliki zona bebas (bahasa Italia: punto franco) yang signifikan. Zona bebas Venesia, bersama dengan Trieste, Genoa, dan Gioia Tauro, adalah salah satu dari empat titik bebas yang diakui oleh Uni Eropa. Zona bebas Venesia ini dipindahkan dari Marittima ke Marghera pada tahun 1993 dan mencakup area seluas 8.000 meter persegi di pintu masuk pelabuhan. Persetujuan untuk memindahkan dan memperbesar zona ini di dalam area pelabuhan Marghera diterbitkan pada 6 April 2023, dan diperkirakan akan beroperasi penuh pada musim panas.
Pentingnya rezim bea cukai khusus di zona bebas ini menjadi sangat relevan saat ini karena ekonomi Italia, khususnya di wilayah timur laut yang kondisinya sangat bergantung pada perdagangan dengan tujuan dan asal di luar Uni Eropa. Rezim ini dapat memainkan peran penting dalam memfasilitasi pertukaran dengan wilayah Mediterania selatan, dari Maroko hingga Turki, serta wilayah di luar Suez dan Gibraltar.[8]
Selain itu, Zona Logistik Sederhana (ZLS) Pelabuhan Venezia – Rodigino telah dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Italia DPCM tanggal 6 Oktober 2022. ZLS ini merupakan aset kompetitif yang berharga bagi Sistem Pelabuhan Veneto, menawarkan:
- Insentif pajak: Skema kredit pajak untuk menarik investasi.
- Prosedur administratif yang disederhanakan: Mempermudah birokrasi bagi investor.
- Peningkatan investasi swasta: Diperkirakan peningkatan sebesar € 2,4 miliar.
- Peningkatan kluster industri: Meningkatnya sinergi antara berbagai industri.
- Peningkatan volume produksi dan konsumsi: Pertumbuhan yang diharapkan dalam output ekonomi.
- Revaluasi [roperti: Kenaikan nilai ekonomi tanah dan bangunan di ZLS dan area sekitarnya.
- Penciptaan lapangan kerja: Lebih dari 177 ribu lapangan kerja diperkirakan dalam dekade berikutnya.
- Peningkatan ekspor: Hingga 40% lebih tinggi dari tingkat saat ini.
- Peningkatan lalu lintas internasional: Lalu lintas kontainer diperkirakan tumbuh rata-rata 8,4% per tahun (dibandingkan pertumbuhan rata-rata tahunan 1,1% di Italia dalam beberapa tahun terakhir).[2]
Keunggulan umum pelabuhan bebas
Meskipun rezim pelabuhan bebas di Trieste memiliki status hukum yang unik dan tidak sebanding dengan Zona Bebas Uni Eropa lainnya karena dijamin oleh hukum internasional (Perjanjian Perdamaian Paris 1947) sebelum pembentukan Uni Eropa. Terdapat beberapa keunggulannya mencerminkan potensi yang ditawarkan oleh zona bebas di Venesia:
- Akses bebas: Kapal, kereta api, dan truk dari semua bendera dan negara dapat memasuki area pelabuhan bebas tanpa pengecualian. Ini berarti kereta api yang dioperasikan oleh operator kereta api mana pun dapat memasuki pelabuhan tanpa batasan. Truk dari negara asing memiliki akses tak terbatas ke area pelabuhan bebas, dan izin transit sementara dapat dikeluarkan langsung oleh Otoritas Pelabuhan tanpa memerlukan izin jalan bilateral dari Pemerintah Italia.
- Penyimpanan barang tanpa batas waktu: Barang asing dapat disimpan di pelabuhan bebas sebagai barang asing untuk waktu yang tidak terbatas.
- Penundaan pembayaran bea cukai: Tidak ada pembayaran bea cukai atau bea dalam negeri hingga tanggal impor yang mungkin dilakukan.
- Tidak perlu jaminan bea cukai: Tidak ada kewajiban untuk menjamin bea cukai untuk jumlah yang sama dengan bea masuk dan PPN untuk impor.
- Penyederhanaan Prosedur Dokumen: Tidak perlu mengajukan deklarasi bea cukai selama barang tetap berada di dalam pelabuhan bebas, dan tidak perlu mengeluarkan dokumen transit untuk transfer dari pelabuhan ke gudang bea cukai.
- Penundaan pembayaran PPN: Untuk barang yang diimpor ke Uni Eropa (UE) melalui pelabuhan zona bebas, pembayaran bea cukai dan PPN dapat ditunda hingga 6 bulan dengan tingkat bunga yang sangat rendah (50% dari tingkat Euribor 6 bulan, minimum 0,1% jika negatif atau nol).
- Pemrosesan barang dalam Zona Bebas:
- Manipulasi tanpa perubahan klasifikasi Bea Cukai: Manipulasi seperti seleksi, pengambilan sampel, pelabelan, pengeringan, dan peningkatan kualitas umum dapat dilakukan tanpa membayar bea atau PPN atas nilai barang.
- Manipulasi dengan perubahan klasifikasi bea cukai: Manipulasi yang mengubah klasifikasi bea cukai barang dapat dilakukan jika diizinkan oleh Otoritas Pelabuhan dan Otoritas Bea Cukai. Jika produk yang diperoleh diimpor, bea dan PPN impor akan dibayar sesuai dengan klasifikasi bea cukai baru. Jika barang dikirim ke negara non-UE, tidak ada pajak untuk nilai tambah yang akan dibayarkan.
- Biaya energi yang dikurangi: Dimungkinkan untuk menggunakan tenaga listrik dan sumber daya lainnya dengan biaya yang lebih rendah berkat kemungkinan pengurangan bea cukai.
- Asal preferensial: Jika manipulasi mematuhi aturan perdagangan internasional mengenai asal preferensial, dimungkinkan untuk mendapatkan asal preferensial Eropa atau menggunakan merek dagang "Made in Italy" dengan izin dari otoritas bea cukai.[7]
Sektor ekonomi dan pelayanan
Ekonomi Venesia telah lama berpusat pada perdagangan maritim, menjadikannya pusat entrepôt antara Eropa, Timur Tengah, dan Asia.[1] Saat ini, Pelabuhan Venesia memiliki fokus multifungsi yang kuat, dengan sektor-sektor yang berbeda dan rantai pasokan yang seimbang, melayani wilayah yang melampaui wilayah Veneto hingga mencakup Italia Utara.
Sektor-sektor utama dan layanan yang ditawarkan
- Kargo kontainer: Semua perusahaan kontainer besar berlabuh di Pelabuhan Venesia dan menawarkan koneksi ke seluruh dunia. Investasi lebih dari € 500 juta telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan infrastruktur dan operasi. Pelabuhan Venesia memiliki dua terminal khusus untuk penanganan lalu lintas kontainer.
- Kargo curah (bahasa Inggris: Bulk Cargo): Venesia dan Chioggia termasuk di antara pelabuhan utama Italia untuk curah kering dengan terminal khusus yang memastikan pasokan bahan baku reguler ke distrik manufaktur di Italia Timur Laut.
- Kargo berguling (bahasa Inggris: Roll-on/Roll-off): Pelabuhan Venesia memiliki terminal khusus untuk kapal Ro-Ro dan Ro-Pax yang menawarkan layanan logistik dan terintegrasi untuk lalu lintas antara Eropa, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Terminal ini mencakup area seluas 36 hektar dan dapat melayani 1.200 feri per tahun.
- Kargo proyek: Pelabuhan Venesia dan Chioggia dikenal karena kemampuan mereka dalam menangani "kargo luar biasa" atau project cargo. Setiap tahun, ribuan item kargo proyek ditangani di Venesia dan dikirim ke lebih dari 50 negara di seluruh dunia, termasuk komponen industri terbesar di dunia menuju Timur Jauh, Timur Tengah, Rusia, dan Amerika.
- Agri-pangan (bahasa Inggris: Agri-food): Ketersediaan koneksi intermodal rel dan sungai, aksesibilitas laut yang baik, dan prosedur kontrol terpadu menjadikan Venesia pelabuhan pilihan untuk penanganan curah agri-food. Ada permintaan yang kuat akan bahan baku dari pelabuhan dan area hinterland karena keberadaan pabrik pengolahan makanan dan pakan.
- Produk besi dan baja: Lokasi, infrastruktur, dan layanannya menjadikan Sistem Pelabuhan Veneto sebagai pusat yang sempurna untuk penanganan produk baja yang menuju dan dari pusat manufaktur di Italia Utara. Venesia adalah salah satu pelabuhan utama untuk transportasi produk besi.
- Produk kimia: Ketersediaan area, fasilitas, dan layanan pendukung (tangki, pipa), dikombinasikan dengan pengetahuan yang terkonsolidasi dan standar keselamatan yang tinggi, adalah aset fundamental yang menjadikan pelabuhan Venesia sebagai pusat tingkat Eropa di sektor kimia.
- Perikanan (Chioggia): Chioggia memiliki tradisi panjang sebagai salah satu ibu kota perikanan Italia dan memiliki armada penangkapan ikan terbesar di Italia dalam hal tonase dan total tenaga mesin. Chioggia juga unggul dalam budidaya ikan dan memiliki pasar ikan terbesar di wilayah Adriatik.
- Pelayaran pesiar: Sektor penumpang menonjol dalam Sistem Pelabuhan Veneto, tidak mengherankan mengingat daya tarik Venesia bagi pengunjung dari seluruh dunia.[2] Venesia adalah pelabuhan pesiar Mediterania terbesar kedua berdasarkan volume penumpang. Industri pelayaran pesiar di Italia menghasilkan omset tahunan sekitar € 16,2 miliar dan mendukung lebih dari 120.000 pekerjaan.[3]
Selain kegiatan pelabuhan langsung, Venesia dan Mestre memainkan peran pasar kunci dalam sistem ekonomi penting wilayah Veneto, yang dikenal dengan "keajaiban timur laut" berdasarkan produksi barang-barang berkualitas tinggi oleh usaha kecil dan keluarga. Pariwisata juga menjadi jantung ekonomi Venesia sejak akhir abad ke-18 dengan berbagai hotel mewah, toko suvenir, dan acara budaya seperti Biennale dan Festival Film Internasional Venesia.
Tantangan dan keberlanjutan lingkungan
Venesia menghadapi tantangan lingkungan yang mendesak, termasuk kenaikan permukaan air laut dan amblesan tanah yang mengancam keberadaannya. Diperkirakan bahwa Venesia bisa terendam air pada tahun 2100. Polusi udara terutama dari kompleks petrokimia di Marghera dan emisi industri/domestik, telah menyebabkan korosi dan kerusakan pada bangunan kuno dan karya seni.[1]
Isu kapal pesiar dan larangan masuk
Pada 13 Juli 2021, Italia secara permanen melarang kapal pesiar besar (dengan berat kotor 25.000 ton atau lebih) untuk memasuki Laguna Venesia melalui Kanal Giudecca dan berlabuh di terminal pusat kota yang berlaku sejak 1 Agustus 2021.[3] Larangan ini juga berlaku untuk kapal dengan panjang lambung lebih dari 35 meter (kecuali kapal layar bermotor) dan kandungan sulfur emisi bahan bakar 0,1 persen atau lebih.[9]
Alasan di balik larangan ini meliputi:
- Dampak lingkungan: Kapal besar menyedot sedimen dari kanal memerlukan pengerukan yang merusak ekosistem laguna. Mereka juga memindahkan volume air yang besar, mengikis fondasi istana dan jalan-jalan yang telah berusia berabad-abad.
- Polusi udara: Bahan bakar kapal dapat mengandung sulfur hingga 3.500 kali lebih banyak daripada mobil dan truk yang tidak hanya mempengaruhi lingkungan alam dan kesehatan manusia tetapi juga sangat merusak karya seni dan bangunan di Venesia.
- Dampak Visual: Kapal-kapal raksasa yang menjulang tinggi di atas istana abad pertengahan dan menara lonceng dianggap merusak pemandangan ikonik kota, terutama di sekitar Lapangan Santo Markus.
- Turis "Hit and Run": Penumpang kapal pesiar yang cenderung makan dan tidur di kapal, dianggap memberikan kontribusi finansial yang relatif kecil bagi ekonomi kota bersejarah, sementara secara signifikan membebani infrastruktur dan sumber dayanya. Mereka merupakan sekitar 73% pengunjung Venesia tetapi hanya menyumbang 18% dari ekonomi pariwisata.[10]
Dampak dan kontroversi larangan

- Perubahan rute pelayaran: Maskapai pelayaran seperti Costa dan MSC telah mengganti Venesia sebagai pelabuhan asal dengan pelabuhan Italia lainnya seperti Trieste atau Monfalcone. Royal Caribbean memindahkan operasinya ke Ravenna.
- Opsi alternatif: Porto Marghera sedang dikembangkan sebagai pelabuhan alternatif untuk kapal pesiar besar dengan dermaga sementara yang sudah diresmikan pada April 2022. Namun, Marghera masih berada di dalam laguna, sehingga kekhawatiran ekologis tetap ada, dan infrastrukturnya belum memadai untuk menjadi terminal penumpang permanen.
- Penundaan dan kompensasi: Kurangnya rencana definitif untuk pelabuhan baru di luar laguna telah menyebabkan banyak perusahaan pelayaran meninggalkan Venesia. Pemerintah Italia harus membayar kompensasi sebesar € 22,5 juta kepada operator terminal Venesia dan perusahaan terkait pada tahun 2022 karena larangan tersebut.
- Kontra-protes: Kelompok "Si Grandi Navi" yang mewakili ribuan orang yang mata pencahariannya bergantung pada industri pesiar menentang larangan tersebut, menyoroti hilangnya pekerjaan dan pendapatan.
Pada September 2023, Presiden Otoritas Pelabuhan mengumumkan bahwa kapal pesiar yang lebih kecil (maksimal 60.000 GT dan panjang 250m) akan diizinkan menggunakan Stasiun Maritim di Venesia mulai kuartal kedua 2027 dengan akses melalui Kanal Vittorio Emanuele III, bukan Kanal San Marco/Giudecca. Kapal pesiar yang lebih besar akan terus mengunjungi Venesia melalui Pelabuhan Marghera.
Proyek MOSE (Modul Eksperimen Elektro-mekanis)
Untuk mengatasi masalah banjir akibat pasang surut air laut yang tinggi, Italia meluncurkan proyek MOSE. MOSE merupakan sebuah sistem terintegrasi berupa barisan gerbang bergerak besar di tiga pintu masuk laguna (Lido, Malamocco, dan Chioggia). Gerbang-gerbang ini dirancang untuk sementara waktu mengisolasi laguna dari laut selama pasang tinggi, sehingga dapat mengontrol aliran air. Pembangunan MOSE dimulai pada tahun 2003 dan sebagian besar selesai pada tahun 2014, dengan total biaya € 5,4 miliar. Namun, proyek ini sempat terhambat oleh penyelidikan korupsi.[3]
Inisiatif keberlanjutan lainnya
Otoritas Pelabuhan Venesia berkomitmen pada keberlanjutan lingkungan melalui berbagai inisiatif:
- Pengurangan emisi: Sejak 2007, kesepakatan Venice Blue Flag mengharuskan kapal pesiar untuk menurunkan tingkat sulfur dalam bahan bakar saat memasuki laguna, mengurangi emisi partikel dan sulfur oksida secara signifikan.
- Pengelolaan Air Hujan: Sistem penyaringan air hujan yang inovatif, menggunakan kartrid yang dapat diregenerasi, menahan partikulat dan menyerap zat-zat pencemar seperti logam terlarut, nutrisi, dan hidrokarbon sebelum dibuang ke laut.[6]
- Elektrifikasi Dermaga (Cold Ironing): Proyek elektrifikasi dermaga di berbagai area pelabuhan (S. Marta, S. Basilio, Riva VII Martiri di Venesia; Terminal Ro-Ro/Penumpang dan Terminal Pesiar Kanal Utara di Marghera) memungkinkan kapal dan yacht untuk mendapatkan daya dari darat, mengurangi dampak lingkungan dari kapal yang berlabuh dan meningkatkan hubungan pelabuhan-kota.
- Bahan Bakar Alternatif: Pelabuhan ini mengembangkan jaringan pasokan dan distribusi gas alam cair (LNG) dengan rencana pembangunan fasilitas penyimpanan LNG di Porto Marghera, yang diharapkan dapat menghilangkan hampir semua emisi sulfur oksida dan partikulat, serta mengurangi emisi karbon dioksida. Ada juga proyek Lembah Hidrogen di Porto Marghera untuk mengembangkan kluster industri hidrogen, termasuk pembangunan pabrik produksi kecil dan pembangkit listrik sel bahan bakar.[2]
Keamanan pelabuhan
Terminal Penumpang Venesia (TPV) sebagai perusahaan pengelola fasilitas pelabuhan di area pelabuhan pesiar Venesia bertanggung jawab atas keamanan pelabuhan dan maritim. TPV mematuhi berbagai hukum dan peraturan internasional, Eropa, dan Nasional terkait keamanan pelabuhan dan maritim termasuk Kode Keamanan Kapal dan Kode Fasilitas Pelabuhan Internasional (bahasa Inggris: International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code), Regulasi (EC) Nomor 725/2004, dan Petugas Keamanan Fasilitas Pelabuhan (bahasa Inggris: Port Facility Security Plan).
Langkah-langkah keamanan yang diterapkan oleh TVP meliputi:
- Kontrol akses: Pemeriksaan identitas untuk orang dan kendaraan.
- Kontrol keamanan kendaraan: Pemeriksaan keamanan untuk semua kendaraan yang masuk.
- Kontrol barang dan persediaan: Pemeriksaan keamanan untuk barang-barang dan perbekalan.
- Pemeriksaan penumpang: Kontrol keamanan untuk orang dan bagasi terkait termasuk penggunaan pemindai X-Ray, detektor logam tipe area berjalan (bahasa Inggris: walk-through) dan tipe dengan genggaman (bahasa Inggris: handheld), serta perangkat Sistem Detektor Jejak Peledak (bahasa Inggris: Explosive Trace Detector Systems).
- Pemantauan CCTV jarak jauh: Sistem pemantauan CCTV jarak jauh untuk fasilitas pelabuhan.
- Pertahanan perimeter dan fisik: Pengamanan area dengan pertahanan perimeter dan fisik.
Kontrol keamanan ini dilakukan oleh personel penjaga keamanan swasta yang disumpah (bahasa Italia: Guardia Particolare Giurata) sesuai dengan hukum nasional Italia baik siang maupun malam. TPV dan Kantor Petugas Keamanan Fasilitas Pelabuhan berinteraksi secara terintegrasi dengan berbagai otoritas publik yang memiliki kompetensi dalam keamanan maritim dan pelabuhan, termasuk Penjaga Pantai Venesia, Polisi Negara Italia (Cabang Polisi Perbatasan), Polisi Keuangan (bahasa Inggris: Guardia di Finanza), Otoritas Pelabuhan Venesia, Badan Bea Cukai Nasional, Korps Pemadam Kebakaran Nasional, dan Biro Kesehatan Maritim, Udara, dan Perbatasan (USMAF).
Untuk keselamatan umum, di area TPV terdapat pos pertolongan pertama medis yang dilengkapi dengan ambulans dan defibrilator. Pos ini dioperasikan oleh dokter berlisensi dan buka saat ada satu atau lebih kapal di pelabuhan. TPV juga terus berupaya meningkatkan layanan dan pencegahan kecelakaan di tempat kerja, termasuk dermaga dan area publik. Sistem jalan pelabuhan yang baru dirancang dengan mengutamakan penumpang, memberikan prioritas pada kebutuhan transit yang benar dan aman di area TPV.[11]
Referensi
- ^ a b c d e f Cosgrove, Denis E. "In unified Italy". Britannica. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
- ^ a b c d e f g "brochure venezia eng" (PDF). Autorità di Sistema Portuale del Mare Adriatico Settentrionale. 06 Oktober 2022. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
- ^ a b c d e f "Venice (Marghera, Italy)". Cruise Mapper. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
- ^ "Port of Venice". Midstream. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
- ^ "Venice". Uniglobe. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
- ^ a b c Il Porto di Venezia: passato, presente e futuro di Wayback Machine (diarsipkan tanggal 1 Maret 2020)
- ^ a b "Freight Forwarding & Logistics Association at the Port of Trieste" (PDF). ASPT Astra. 01 Mei 2019. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
- ^ "Torna a nuova vita e si ingrandisce il punto franco di Porto Marghera". Venezia Today. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
- ^ Young, Susan J. (16 Juli 2021). "Italian Decree Bans Cruise Ships From Venice August 1". Travel Agent Central. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
- ^ Ann Hughes, Rebecca (13 Mei 2023). "I've lived in Venice for 8 years. Why are cruise ships still stopping here when they've been banned?". Euro News.
- ^ "Cruise port security". Venezia Terminal Passeggeri S.P.A. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


