Pegunungan Tangkelemboke

Pegunungan Tangkelemboke[1] dengan puncak Osu Nando'oto (2.421 m.Dpl) merupakan kawasan kars yang menjadi water bank dari hulu Sungai Latoma yang mengalir ke selatan pegunungan, Sungai Lasolo yg mengalir ke Timur menuju Kabupaten Konawe Utara dan Sungai Porehu yang mengalir ke sebelah utara menuju Kolaka Utara.[2][3]

Wilayah Pegunungan Tangkelemboke memiliki beberapa puncak yaitu Puncak Osu Samabaheoka (2.027 m.Dpl), Osu Anggondara (1.368 m.Dpl), Osu Napoha (1.320 m.Dpl), Osu Tangkesawua (1.635 m.Dpl) dan yang tertinggi Osu Nando'oto (2.421 m.Dpl), informasi dari Peta Rupa Bumi Indonesia keluaran Bakosurtanal (BIG) tahun 1992. Titik-titik tinggi ini menjadi Batas Kabupaten Konawe dan Konawe Utara. Pegunungan Tangkelemboke merupakan pegunungan kars yang masih alami, merupakan rumah bagi satwa endemik Sulawesi dan waterbank bagi wilayah Sulawesi Tenggara. Pegunungan Tangkelemboke adalah hulu 3 sungai besar yang mengalir di Sulawesi Tenggara yaitu Sungai (Aala) Latoma yang mengalir menuju selatan menyatu dengan Sungai Konaweha, Sungai Lasolo yang mengalir menuju arah Timur dan Tenggara dan Sungai Porehu yang mengalir menuju utara (Kec. Batuputih).[4]

Jalur pendakian ke Puncak Osu Nando'oto dirintis Tahun 2023 melalui Explorasi Pegunungan Tangkelemboke oleh Tim Mahacala UHO. Jalur pendakian ini menyusuri sungai Aala Latoma sampai ke Hulu dan naik ke ketinggian 830 m.Dpl. Medan Tangkelemboke yang dihadapi meliputi jalur basah menyusuri sungai bebatuan berarus deras, air terjun, hutan hujan tropis, zona sub alpin dan alpin diatas ketinggian 2000 m.Dpl. Riset flora fauna yang dilakukan sepanjang jalur menemukan beberapa spesies endemik yg teridentifikasi maupun yang belum dikenal spesiesnya. Flora jenis anggrek, Kantung semar, Begonia, Edelweis, Lumut, Jamur, jenis-jenis Epifit dan lain-lain. Berbagai jenis tumbuhan tingkat tinggi di hutan tropis hingga fauna yg ditemui meliputi Anoa dataran tinggi, Macaca nigra, Tarsius, Musang, Rangkong, Sidat, Pithon reticulatus, berbagai jenis Katak, Apis dorsata, serangga, kupu-kupu serta berbagai jenis burung pada ketinggian 200 meter di sekitar Desa Nesoi hingga diatas ketinggian 2.400 mdpl.[5] [6]

  1. ^ https://id.geoview.info/pegunungan_tangkelemboke,1625056
  2. ^ https://sultra.fajar.co.id/2023/09/16/usai-ekspedisi-dan-eksplorasi-tim-mahacala-uho-harapkan-pegunungan-tangkelemboke-konawe-agar-ditetapkan-menjadi-taman-nasional-ini-alasannya/2/
  3. ^ https://mahacalauhocom.wordpress.com/2024/05/27/eksplorasi-gunung-tangkelemboke/
  4. ^ https://mahacalauhocom.wordpress.com/2024/05/26/jalur-pendakian-menuju-puncak-nandooto-2-421-mdpl-pegunungan-tangkelemboke/
  5. ^ Bentaratimur.id, Redaksi (2023-09-17). "Mahacala UHO Eksplorasi Fauna dan Flora Pegunungan Tangkelemboke Konawe, Harapannya Ditetapkan Jadi Taman Nasional". Bentaratimur.id. Diakses tanggal 2025-10-09.
  6. ^ https://mahacalauhocom.wordpress.com/2024/05/27/eksplorasi-gunung-tangkelemboke/

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement