Payung Sekaki, Pekanbaru
Payung Sekaki | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Riau | ||||
| Kota | Pekanbaru | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Yurikha Herian Danni, S.STP., M.Si[1] | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 102.650 jiwa | ||||
| • Kepadatan | 2.887/km2 (7,480/sq mi) | ||||
| Kode pos | 28292 | ||||
| Kode Kemendagri | 14.71.11 | ||||
| Kode BPS | 1471011 | ||||
| Luas | 35,55 km² | ||||
| Kepadatan | 2887 | ||||
| Desa/kelurahan | 6 kelurahan | ||||
| Situs web | payungsekaki | ||||
| |||||
Payung Sekaki adalah sebuah kecamatan di Kota Pekanbaru, provinsi Riau, Indonesia. Berdasarkan data Dukcapil Kota Pekanbaru tahun 2025, jumlah penduduk kecamatan ini sebanyak 102.650 jiwa dengan kepadatan 2.887 jiwa/km².[3][2]
Sejarah
Sebelumnya, kecamatan Payung Sekaki memiliki 7 kelurahan. Namun, sejak dikeluarkannya Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 2 Tahun 2020, maka kecamatan ini memiliki 6 kelurahan, di mana kelurahan Sungai Sibam masuk ke wilayah kecamatan Binawidya.[4] Maka setelah kelurahan Sungai Sibam masuk ke kecamatan Binawidya, maka jumlah penduduk Payung Sekaki tahun 2021 berdasarkan data Badan Pusat Statistik sebanyak 88.436 jiwa.[2] Kecamatan Binawidya sebelumnya bernama kecamatan Tampan, berubah nama menjadi Binawidya, sesuai Perda nomor 2 tahun 2020, tanggal 13 Agustus 2020.[4]
Batas wilayah
Sejak dikeluarkan Perda nomor 2 tahun 2020, maka batas wilayah kecamatan Payung Sekaki sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat 21, sebagai berikut:[4]
- Sebelah Utara, berbatasan dengan kecamatan Rumbai.
- Sebelah Timur, berbatasan dengan kecamatan Sukajadi
- Sebelah Barat, berbatasan dengan Kabupaten Kampar.
- Sebelah Selatan, berbatasan dengan kecamatan Binawidya
Demografi
Provinsi Riau merupakan provinsi di Indonesia yang memiliki nilai dan budaya Melayu yang cukup kuat. Meski demikian, provinsi Riau termasuk provinsi yang penduduknya berasal dari beragam suku bangsa. Selain suku Melayu, beberapa suku lain memiliki jumlah signifikan, termasuk di wilayah Kota Pekanbaru sebagai ibu kota provinsi, yakni Jawa, Minangkabau, Batak, Tionghoa dan Banjar.[5] Suku lainnya termasuk Bugis, Nias, Aceh dan sebagian kecil suku lain.[5]
Kemudian berdasarkan agama, penduduk kecamatan Payung Sekaki memiliki beragam agama yang dianut. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri tahun 2021, adapun besaran penduduk kecamatan Payung Sekaki menurut agama yang dianut, sebelum kelurahan Sungai Sibam masuk ke kecamatan Binawidya, yakni mayoritas beragama Islam sebanyak 61,88%. Kemudian penduduk yang beragama Kekristenan sebanyak 23,44%, (Protestan sebanyak 19,93% dan Katolik sebanyak 3,51%). Sebagian lagi menganut agama Buddha yakni 14,64%, dan sebagian kecil beragama Hindu, Konghucu dan kepercayaan sebanyak 0,04%.[3]
Referensi
- ^ "Camat Payung Sekaki". payungsekaki.pekanbaru.go.id. Diakses tanggal 4 April 2025.
- ^ a b c "Kecamatan Payung Sekaki Dalam Angka 2021" (pdf). pekanbarukota.bps.go.id. 24 September 2021. hlm. 5, 14, 22. Diakses tanggal 4 Februari 2022.
- ^ a b "Data Agregrat Kependudukan Kota Pekanbaru Semester 1 Tahun 2025". www.dukcapil.pekanbaru.go.id. hlm. 2, 29. Diakses tanggal 13 Februari 2026.
- ^ a b c "Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 2 Tahun 2020" (PDF). jdih.pekanbaru.go.id. 13 Agustus 2020. hlm. 7, 9–10. Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2021-11-20. Diakses tanggal 4 Februari 2022.
- ^ a b "Kewarganegaraan Suku Bangsa, Agama, Bahasa 2010" (PDF). demografi.bps.go.id. Badan Pusat Statistik. 2010. hlm. 23, 36–41. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 12 Juli 2017. Diakses tanggal 4 Februari 2022.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



