Paykend
Paykend disebut juga Poykent (dalam bahasa Uzbek: Poykend) merupakan sebuah kota kuno yang terletak di aliran hilir Sungai Zarafshan, Uzbekistan. Kota ini termasuk salah satu kota terbesar di Oasis Bukhara pada periode kuno. Secara struktural, Paykend terdiri atas sebuah benteng pusat (citadel), dua pemukiman, dan rabod (pinggiran kota).[1] Paykend ditambahkan ke Daftar Sementara Warisan Dunia UNESCO pada 18 Januari 2008 dalam kategori Budaya.[2] Pada tahun 2023 kawasan Jalur Sutra: Koridor Zarafshan-Karakum resmi dimasukkan ke dalam Daftar Situs Warisan Dunia UNESCO,[3] dan situs Paykend menjadi salah satu komponen arkeologis dalam koridor tersebut.[4]
Sejarah

Oasis Bukhara menyimpan sekitar 300 situs permukiman kuno yang tertutup gundukan tanah dan sisa-sisa kota yang telah hilang. Beberapa lokasi, termasuk Varakhsha, Vardana, dan Paykend, telah melalui proses ekskavasi sistematis sehingga memberikan informasi penting mengenai perkembangan peradaban awal Asia Tengah.[6][7] Paykend terletak sekitar 60 kilometer di barat daya Bukhara dan berkembang selama hampir lima belas abad sebelum akhirnya tertimbun pasir Gurun Kyzylkum. Kota ini merupakan pusat perdagangan dan kerajinan di Jalur Sutra. Temuan arkeologis menunjukkan keberadaan lapisan permukiman dari abad ke-6 hingga ke-3 SM, dengan struktur awal berupa sebuah citadel bertembok luar setebal sekitar 30 meter. Di dalam citadel ditemukan sisa kuil api yang diduga berkaitan dengan tradisi Zoroastrian. Lokasi Kota Paykend berada di dataran banjir Sungai Zerafshan dan pada awalnya berfungsi sebagai benteng perbatasan dengan wilayah Iran.[8]
Pada awal masehi, sistem pertahanan Paykend mengalami beberapa kali rekonstruksi, yang terlihat dari perubahan bentuk menara dan struktur pertahanannya. Pada abad ke-5, kawasan ini berkembang menjadi pusat kekuasaan lokal, ditandai oleh pembangunan istana dan tembok kota baru yang mengelilingi kawasan shahristan. Sumber sejarah seperti catatan Narshakhi, menggambarkan Paykend sebagai kota dagang aktif dengan hubungan niaga menuju Cina dan Levant, serta sebagai tempat persinggahan para ellit yang melintasi wilayah tersebut.[9] Aktivitas ekonomi tidak hanya bergantung pada perdagangan transit, tetapi juga produksi lokal, dibuktikan oleh temuan bengkel kaca, bengkel tembikar, artefak perunggu, indikasi peleburan logam, serta koin dari dinasti Tang, Sassaniyah, dan masa awal kekuasaan Arab.[8] Pada tahun 706, kota ini dikepung pasukan Umayyah di bawah Qutaibah bin Muslim melalui teknik penggalian bawah tanah yang meruntuhkan sebagian tembok. Penaklukan tersebut menimbulkan kerusakan besar, termasuk penghancuran kuil api dan istana, serta hilangnya sebagian besar penduduk yang mempertahankan kota.[10]
Pada abad ke-8, Paykend mengalami proses Islamisasi yang mengubah karakter budaya Sogdia sebelumnya. Sumber tertulis menyebutkan keberadaan masjid utama dan sebuah menara besar dengan fondasi berdiameter sekitar sebelas meter, sementara sisa masjid lainnya ditemukan pada persimpangan jalan kota. Arsitektur domestik menunjukkan adaptasi baru, termasuk penyediaan fasilitas sanitasi seperti kamar mandi, toilet, dan tempat cuci. Kemunduran kota dimulai pada awal abad ke-11 ketika aliran Sungai Zerafshan bergeser sehingga tidak lagi memasok air ke Paykend.[11] Upaya pembangunan kanal pada awal abad ke-12 tidak berhasil mengatasi kondisi tersebut, dan kota pun akhirnya ditinggalkan.[8][12]
Kajian Arkeologi

Menurut hasil penelitian arkeologis, Paykend bermula sebagai sebuah permukiman kecil pada abad ke-4 SM sebelum berkembang menjadi kota benteng. Pada masa tersebut, kawasan ini berfungsi sebagai pusat perdagangan penting yang menghubungkan wilayah selatan seperti Baktria, India, dan Iran dengan wilayah utara mencakup kawasan Ural, pesisir Volga, dan Kaukasus Utara. Paykend menjadi salah satu pusat militer dan niaga utama di perbatasan barat negeri Sogdia. Dengan berkembangnya Jalur Sutra dan penyatuan dua situs permukiman awal dengan benteng Paykend, kota ini terbentuk sebagai pusat urban yang terorganisir. Kronik Tiongkok mencatat bahwa Paykend berada di bawah kerajaan “An” (安, Bukhara) dan menjadi pusat khanat “Bi” (毕). Kota ini disebut dikelola oleh sebuah dewan pedagang, yang menunjukkan karakter politiknya sebagai republik dagang pada abad ke-6 hingga ke-7. Penelitian arkeolog dari Institut Arkeologi Akademi Ilmu Pengetahuan Uzbekistan mengidentifikasi keberadaan kuil Zoroastrian, sebuah istana, masjid abad ke-9, serta sisa menara pada kawasan kota benteng. Bagian dalam kota memperlihatkan tembok pertahanan, gerbang, jaringan jalan, dan bekas kawasan hunian (makhalla), sementara wilayah rabad di luar tembok menunjukkan jejak pusat produksi tembikar dan kompleks karavanserai.[2]

Ekskavasi sistematis sejak abad ke-20 mengungkap struktur perkotaan Paykend yang bertembok dengan sisa kawasan permukiman, fasilitas keagamaan, serta bukti aktivitas perdagangan. Temuan arkeologis mencakup keramik, perhiasan logam, koin lintas dinasti, dan segel dagang, yang menunjukkan keterlibatan kota ini dalam jaringan niaga regional. Identifikasi zona fungsional memperlihatkan keberadaan distrik pedagang dan area hunian berstatus lebih tinggi, menandakan stratifikasi sosial yang berkembang dalam konteks urban Sogdiana. Kajian stratigrafi menunjukkan penurunan aktivitas konstruksi dan demografi setelah penaklukan awal abad ke-8. Para peneliti menilai bahwa kerusakan akibat pengepungan, melemahnya kelas pedagang, serta pergeseran jalur perdagangan berkontribusi terhadap merosotnya fungsi ekonomi Paykend. Faktor-faktor tersebut mengurangi daya saingnya dibandingkan pusat-pusat urban lain di oasis Bukhara, sehingga mempercepat proses kemunduran kota. Ekskavasi juga mengungkap keberadaan apotek yang diperkirakan sebagai salah satu yang tertua di Asia Tengah, dokumen berbahasa Arab bertanggal 30 Juni 790, serta beragam artefak meliputi guci parfum perunggu, lampu, kotak kecil berpenutup ganda, kaca, dan tembikar berglasir. Dua kompleks rabat dari abad ke-8 hingga ke-9, yang mencakup karavanserai dan halaman luas untuk unta, turut ditemukan. Hingga kini, lebih dari 5.000 artefak dari situs ini telah ditemukan dan disimpan di museum sejarah Paykend, sementara kawasan reruntuhannya masih menyimpan potensi informasi arkeologis lebih lanjut. [8]
Referensi
- ^ "派肯特Poykent-遗产数据库 -". www.silkroads.org.cn. Diakses tanggal 2025-11-28.
- ^ a b Centre, UNESCO World Heritage. "Poykent". UNESCO World Heritage Centre (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-28.
- ^ Centre, UNESCO World Heritage. "45 COM 8B.13 - Decision". UNESCO World Heritage Centre (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-28.
- ^ Centre, UNESCO World Heritage. "Silk Roads Sites in Uzbekistan (Tentative Lists)". UNESCO World Heritage Centre (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-28.
- ^ Rante, Rocco (2022). Splendeurs des oasis d'Ouzbékistan. Paris: Louvre Editions. hlm. 123. ISBN 978-8412527858.
- ^ "The Oasis of Bukhara, Volume 1 (Arts and Archaeology of the Islamic World) (English and Russian Edition) [Approx. 280 Pp., Incl. 230 Illus. ed.] 9004396217, 9789004396210". dokumen.pub (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-28.
- ^ "Uzbekistan". Spengler Lab (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-28.
- ^ a b c d "Ancient Settlement of Paykend. Bukhara Landmark". www.manzaratourism.com. Diakses tanggal 2025-11-28.
- ^ Narshakhī, Abū Bakr Muḥammad ibn Jaʻfar; Frye, Richard Nelson (2007). The History of Bukhara (dalam bahasa Inggris). Markus Wiener Publishers. ISBN 978-1-55876-419-4.
- ^ "Qutaybah ibn Muslim | Umayyad Dynasty, Iraq & Syria | Britannica". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-28.
- ^ Rante, R. and D. Mirzaakhmedov. 2019. The Oasis of Bukhara, Volume 1: Population, depopulation and settlement evolution. Leiden, the Netherlands: Brill.
- ^ Mir-Makhamad, Basira; Mirzaakhmedov, Sirojidin; Rahmonov, Husniddin; Stark, Sören; Omel’chenko, Andrey; Spengler, Robert N. (2021-12-01). "Qarakhanids on the Edge of the Bukhara Oasis: Archaeobotany of Medieval Paykend". Economic Botany (dalam bahasa Inggris). 75 (3): 195–214. doi:10.1007/s12231-021-09531-6. ISSN 1874-9364.
- ^ Collinet, Anabelle (2022). Splendeurs des oasis d'Ouzbékistan. Paris: Louvre Editions. hlm. 234. ISBN 978-8412527858.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


