Paus Pius XII dan Holokaus

Kepausan Pius XII (Eugenio Pacelli) dimulai pada 2 Maret 1939 dan berlangsung hingga 9 Oktober 1958, mencakup masa Perang Dunia II dan Holokaus, ketika jutaan orang Yahudi dibunuh oleh Jerman di bawah Adolf Hitler.[1] Sebelum menjadi Paus, Kardinal Pacelli pernah bertugas sebagai diplomat Vatikan di Jerman dan menjabat sebagai Sekretaris Negara Vatikan di bawah Paus Pius XI. Perannya selama periode Nazi banyak diteliti dan menuai kritik. Para pendukungnya berpendapat bahwa Pius menggunakan jalur diplomasi untuk membantu korban Nazi selama perang, dan melalui arahan kepada Gereja agar memberikan bantuan secara diam-diam kepada orang Yahudi maupun pihak lain, ia berhasil menyelamatkan ratusan ribu nyawa.[2] Pius juga menjalin hubungan dengan kelompok Perlawanan Jerman serta berbagi informasi intelijen dengan pihak Sekutu. Namun, pada saat yang sama ia membangun aliansi dengan Jerman Nazi dan Italia Fasis, bahkan mengatur negosiasi rahasia dengan utusan Hitler.[3] Pernyataan publiknya yang paling keras dalam mengecam genosida dianggap tidak memadai oleh pihak Sekutu, sementara Nazi menilainya sebagai simpatisan Sekutu yang telah mengingkari kebijakan netralitas Vatikan.[3]

Catatan

Referensi

  1. ^ Gilbert, Martin (2001). "Final Solution". In Dear, Ian; Foot, Richard D. (eds.). The Oxford Companion to World War II. Oxford, UK: Oxford University Press. pp. 285–292. ISBN 0-19-280670-X.
  2. ^ Coppa, Frank J. (2025-05-05) [Originally published 29 June 2006]. "Pius XII". Encyclopædia Britannica. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-03-28. Diakses tanggal 2025-05-07.
  3. ^ a b "Roman Catholicism: the period of the world wars". Encyclopædia Britannica. 17 February 2016.

Bibliografi

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement