Patung Pattimura
| Monumen Thomas Matulessy | |
|---|---|
Monumen Patung Pattimura | |
Patung thomas Matulessy pada tahun 2013 | |
![]() | |
| Informasi umum | |
| Jenis | Patung |
| Lokasi | Sirimau, Ambon, Indonesia |
| Koordinat | 3°41′35″S 128°10′59″E / 3.692963°S 128.1831153°E |
| Diresmikan | 2008 |
| Manajemen | Pemerintah Provinsi Maluku Pemerintah Kota Ambon |
Patung Pattimura ini berada di taman Pattimura, Uritetu, Sirimau, Kota Ambon, Maluku. Monumen Patung Pattimura ini merupakan simbol perjuangan rakyat maluku yang ada di kota Ambon. Dibangunnya monumen ini, juga untuk mengenang kisah kepahlawanan Kapitan Pattimura sebagai Pahlawan Nasional yang menjadi kebanggaan masyarakat Maluku.[1]
Sejarah
Monumen Pattimura berlokasi di Pattimura Park, Taman Kota Lapangan Merdeka. Tempat ini merupakan tempat di mana Pattimura dahulu digantung oleh Belanda. Monumen ini berbentuk patung Pattimura setinggi tujuh meter. Pendirian Monumen ini dimaksudkan untuk mengenang keberanian dan jasa Pattimura sebagai pahlawan nasional.
Monumen ini pada awalnya didirikan pada tahun 1971. Patung ini mengalami satu kali pergantian pada tahun 2008. Patung yang lama saat ini dipindahkan ke kawasan museum Siwalima. Monumen ini memiliki tinggi 15 meter dan didukung oleh lima kolom penyangga, anak tangga berjumlah 10, pelataran berpola delapan buah anak panah yang menunjukkan 18 dan 17 balok greel yang keseluruhannya membentuk 15 Mei 1817 yang merupakan tanggal perjuangan Pattimura.
Pendirian monumen ini didasari oleh urgensi untuk menginstitusionalisasikan nilai-nilai kepahlawanan Kapitan Pattimura sebagai Pahlawan Nasional Indonesia. Secara semiotik, representasi visual patung yang menggenggam parang dan salawaku (perisai tradisional) mengonstruksi citra maskulinitas, keberanian, dan resistensi terhadap hegemoni kolonialisme Belanda pada awal abad ke-19 (1817). Penggunaan atribut tradisional tersebut menegaskan identitas kultural Maluku yang terintegrasi dalam narasi besar sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Ruang Publik dan Identitas
Dalam perspektif tata kota, Monumen Patung Pattimura berfungsi sebagai landmark sentral yang mengontekstualisasikan ruang publik (Taman Pattimura) sebagai situs edukasi sejarah. Secara sosiologis, keberadaan monumen ini berperan dalam memelihara kohesi sosial dan kebanggaan lokal melalui ritual tahunan, seperti peringatan Hari Pattimura setiap tanggal 15 Mei. Hal ini menunjukkan bahwa monumen tersebut bertindak sebagai media transmisi nilai patriotisme dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Referensi
- Tempat wisata di Ambon Diarsipkan 2020-09-25 di Wayback Machine.. The Incredible Java. Diakses tanggal 19-04-2020.
- ^ "Monumen Nasional". Wikipedia. 2024-05-31.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



