Pasung Grigis
Pasung Grigis adalah mahapatih Kerajaan Bali pada masa pemerintahan Sri Astha Sura Ratna Bumi Banten pada abad ke-14 Masehi. Ahli strategi militer yang bertempat tinggal di desa Tengkulak ini adalah mentor dari mahapatih Kebo Iwa. Ia adalah putra dari Sri Empu Indra Cakru, seorang Mpu yang memiliki pasraman di puncak bukit Gamongan (Lempuyang, sekarang). Ia juga disebutkan cucu dari Raja Masula Masuli dalam sejarah Dalem Gandalangu. Dengan demikian Ki Pasung Grigis dan Sri Asta Sura Bumi Banten masih memiliki hubungan darah, yakni sama-sama prati sentana dari Raja Masula-Masuli.[1]
| Kryan Pasung Grigis | |
|---|---|
| Lahir | akhir abad ke-13
kemungkinan 1290 Tengkulak, Bali |
| Meninggal | 1347 Dompu, Sumbawa |
| Sebab meninggal | Perang |
| Makam | Pura Bukit Gamongan |
| Monumen | Pura Dalem Pasung Grigis, Desa Tengkulak, Kabupaten Gianyar |
| Kebangsaan |
|
| Nama lain | Sri Jaya Pasung Grigis |
| Pekerjaan | Mahapatih (Perdana Mentri) Kerajaan Bedahulu |
| Tahun aktif |
|
| Zaman | Sri Astasura Ratna Bumi Banten |
| Anak | Ki Pasung Giri |
| Orang tua |
|
| Kerabat | Sri Jaya Katong (adik) Raja Sri Mahaguru (Sepupu) |
Setelah kematian Kebo Iwa akibat tipu muslihat mahapatih Gajah Mada, Pasung Grigis memimipin perlawanan kerajaan Bali melawan ekspedisi militer Majapahit pada tahun 1343. Dalam perang yang berlangsung sengit itu, panglima berpusaka keris Ki Padang Lembu ini kemudian tertawan dan akibatnya perlawanan rakyat Bali kemudian melemah dan berakhir untuk sementara.
Pasung Grigis kemudian memutuskan untuk ikut bergabung dalam pemerintahan kerajaan vasal Bali bentukan Majapahit. Sebagai tanda kesetiaan ia diperintahkan memimpin pasukan Majapahit untuk memadamkan pemberontakan kerajaan Sumbawa yang dipimpin Raja Dedela Nata. Sumbawa berhasil ditaklukkan tetapi baik Pasung Grigis maupun Dedela Nata gugur, mati sampyuh, dalam sebuah duel.
Ki Pasung Grigis memiliki seorang putra bernama Ki Pasung Giri yang kelak setelah kematian ayahnya melancarkan pemberontakan Bali ke-II setelah Dalem Makambika, pemberontakan ini baru selesai pada tahun 1352 Masehi seiring dengan itu Majapahit lalu mengutus Sri Aji Kresna Kepakisan sebagai Raja di Bali.
Referensi
- ^ "Ki Pasung Grigis" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-06-16.
- ^ "Penaklukan Bali oleh Kerajaan Majapahit Tahun 1343 M". Jurnal PES FKIP Universitas Lampung. FKIP Universitas Lampung. 2013. Diakses tanggal 11 September 2025.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


