Pasukan Khas Udara

PASKAU
Pasukan Khas Udara
ڤاسوكن خاص اودارا
Lambang PASKAU
Aktif1 April 2002; 24 tahun lalu (2002-04-01)
Negara Malaysia
Cabang Angkatan Udara Kerajaan Malaysia
Tipe unitPasukan khusus
Jumlah personel5 skuadron
Bagian dariResimen TUDM
Markas besarTUDM Jugra, Selangor
Julukan"PASKAU", "RMAF PASKAU", "Komando Tentera Udara"
MotoCepat, Senyap, Pasti
Beret  Biru langit
Ulang tahun1 April
Pertempuran
Daftar:
Tokoh
Komandan saat iniKolonel Haji Zaharin bin Haji Ahmad
Insignia
Brevet penerjun

Pasukan Khas Udara (Jawi: ڤاسوكن خاص اودارا), yang lebih dikenal dengan singkatan PASKAU, adalah pasukan khusus dari Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (TUDM).

Fungsi utamanya meliputi perlindungan target bernilai tinggi, pengendali udara darat, pencarian dan penyelamatan tempur, serta penyelamatan awak pesawat yang jatuh. PASKAU juga bertugas sebagai pasukan utama penanggulangan pembajakan untuk pesawat militer dan sipil di Malaysia. Tugas ini sebelumnya diemban oleh Grup Dinas Khusus ke-21. Seluruh anggota PASKAU terlatih dalam operasi terjun payung dan komando, serta dapat dikerahkan di belakang garis musuh melalui udara, darat, dan laut untuk membantu penunjukan sasaran dalam misi Angkatan Tentara Malaysia dan TUDM.[1]

PASKAU merupakan salah satu dari dua unit tempur yang membentuk Resimen TUDM (bahasa Melayu: [Rejimen TUDM] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)).[2]

Struktur

Saat ini, Resimen AU Malaysia beroperasi langsung di bawah Komando Operasi Udara AU Malaysia dan bermarkas di Pangkalan Udara Jugra AU Malaysia di Banting. Berikut adalah tiga skuadron utama Pasukan Khusus AU Malaysia:

  • Skuadron Sayap Tempur
  • Skuadron Penyelamat Tempur Udara
  • Skuadron Kawalan Medan

Tugas

Seorang penembak jitu dari Pasukan Khusus TUDM dilengkapi dengan senapan runduk Accuracy International Arctic Warfare yang dilengkapi peredam.

Pembentukan Pasukan Khusus TUDM telah secara signifikan meningkatkan kemampuan TUDM dalam operasi udara khusus, termasuk combat search and rescue (CSAR/operasi pencarian dan penyelamatan tempur). Pasukan Khusus TUDM juga bertanggung jawab untuk mengamankan pangkalan TUDM di garis depan serta membantu pelaksanaan serangan udara menggunakan senjata khusus. Unit ini terdiri dari personel Rejimen TUDM yang dipilih dan dilatih secara khusus, dengan peran yang berbeda dari Grup Gerak Khas Angkatan Darat dan PASKAL Angkatan Laut.

Penandaan sasaran

Untuk menandai sasaran serangan udara, seperti radar atau situs rudal darat-ke-udara (SAM), sub-unit harus mampu menyusup ke belakang garis musuh. Sasaran kemudian dapat "ditandai" menggunakan Ground Laser Target Designator II (GLTD II).

Pengamanan aset penting

Unit ini harus mengamankan area kritis TUDM dari serangan darat musuh. Tugas ini menjadi lebih sulit di lokasi-lokasi garis depan dan lingkungan bermusuh lainnya di mana tingkat ancaman lebih tinggi.

Pencarian dan penyelamatan

Misi pencarian dan penyelamatan, baik di darat (di kedua sisi garis pertempuran) maupun di laut, menjadi tanggung jawab Pasukan Khusus TUDM. Berbagai situasi kompleks sering dihadapi. Misalnya, ketika helikopter Sikorsky S-61 "Nuri" jatuh di lereng Gunung Gerah pada November 1989, mencapai reruntuhan membutuhkan teknik abseiling (turun tali) ke dalam hutan.

Penanggulangan terorisme

Insiden terkait pembajakan pesawat dan aksi teror di seluruh Malaysia termasuk dalam lingkup tugas Pasukan Khusus TUDM. Unit ini dilatih untuk menyelesaikan masalah dengan dampak minimal terhadap penumpang dan pesawat.

Lihat pula

Referensi

  1. ^ ezani. "Portal Rasmi Tentera Udara Diraja Malaysia TUDM - Sejarah Ringkas Rejimen TUDM". www.airforce.mil.my (dalam bahasa Melayu). Diakses tanggal 2025-07-13.
  2. ^ "LAWATAN KERJA PANGLIMA OPERASI UDARA KE PANGKALAN UDARA JUGRA". www.airforce.mil.my. Diakses tanggal 2025-07-13.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement