Pantai Takisung

Pantai Takisung

Pantai Takisung
Pantai Takisung di Tanah Laut
Pantai Takisung
Lokasi di Tanah Laut
Informasi
Lokasi Kecamatan Takisung
Negara Indonesia Indonesia
Koordinat 3°52′02″S 114°36′29″E / 3.86719°S 114.60809°E / -3.86719; 114.60809
Pengelola Pemerintah Kabupaten Tanah Laut
Jenis objek wisata Wisata pantai

Pantai Takisung adalah pantai yang terletak di Desa Takisung, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.[1] Pantai Takisung terletak sekitar 22 kilometer dari Kota Pelaihari (Ibu kota Tanah Laut) dan sekitar 87 kilometer dari Kota Banjarmasin. Wisata Pantai Takisung merupakan salah satu wisata andalan bagi Kabupaten Tanah Laut. Pantai Takisung memiliki sarana dan prasarana seperti wc umum, kamar mandi, area parkir, pasar ikan dan buah-buahan, warung yang menjual cendera mata, makanan dan minuman, panggung, halte, pos polisi, shalter (tempat berteduh), restoran dan tempat bermain.[2]

Luas area Pantai Takisung sekitar 0,65 hektare dengan panjang 85 meter dan lebar 80 meter mulai dari tepi pantai. Kawasan wisata pantai Takisung termasuk tipologi pantai berpasir.[3]

Fasilitas dan Permainan Objek Wisata Pantai Takisung

Pengelola objek wisata Pantai Takisung selain mendapatkan perhatian oleh pemerintah, masyarakat juga ikut berpartisipasi dalam mengelola objek wisata Pantai Takisung. Berbagai macam fasilitas untuk disewakan kepada wisatawan yang berkunjung ke pantai. Beberapa jenis fasilitas yang tersedia antara lain:

Pariwisata

Lokawisata Pantai Takisung sangat populer dan ramai dikunjungi masyarakat Kalimantan Selatan, terutama warga Tanah Laut, Banjarmasin, Banjarbaru dan sekitarnya. Keberadaan Pantai Takisung merupakan destinasi wisata yang pada momen-momen tertentu seperti tahun baru, pasca lebaran dan liburan sekolah sering kali menjadi tujuan berwisata. Pantai Takisung merupakan objek wisata pantai yang memesona dengan pemandangan pantai dengan aktivitas jual beli ikan segar maupun ikan kering langsung dari nelayan. Meskipun Pantai Takisung merupakan Laut Jawa, tetapi ombaknya tidak besar seperti halnya pantai selatan pulau Jawa. Sehingga aman untuk wisata maupun menjadi pemukiman. Sebagai objek wisata, Pantai Takisung bisa digolongkan objek wisata pantai yang memesona dengan pemandangan yang dikelilingi oleh pohon-pohon kelapa dengan pasirnya yang coklat seperti air lautnya (untuk identifikasi airnya, yaitu dari hasil observasi didapatkan pH airnya 9 yang tergolong basa dengan suhu 250 °C dan kecepatan aliran airnya sebesar 1927 rpm, sedangkan tingkat kecerahan airnya sebesar 32 cm), ditemani banyak pasar-pasar yang menjual jajanan khas pantai, mulai dari ikan asin, hiasan kerang, udang, ikan, sampai terumbu karang langsung dari nelayan. Pemerintah Kabupaten Tanah Laut yang ikut serta memajukan objek wisata ini melalui pembangunan sejumlah fasilitas umum yang tidak dimiliki oleh objek wisata pantai lainnya, seperti selter, panggung permanen, rumah.[4]

Pantai Takisung memiliki ombak yang kecil ramah bagi pengunjung. Hal lain yang menarik yaitu dengan menyaksikan aktivitas warga, baik itu industri rumahan berupa olahan-olahan khas Tanah Laut maupun aktivitas warga yang berprofesi sebagai nelayan.[5] Pantai Takisung memiliki keunggulan tersendiri dalam hal keindahan alamnya yaitu pantainya yang landai dengan pasir putihnya dan air laut yang biru. Pantai yang dangkal ini memungkinkan pengunjung bisa sampai ke tepi pantai untuk bermain pasir, bermain air laut dan berenang. Pengunjung juga bisa menikmati senja di pantai, melihat keindahan matahari tenggelam (sunset) karena secara geografis wilayah ini menghadap Barat.[3][5] Saat-saat matahari tenggelam merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh pengunjung karena di pantailah kita bisa melihat seolah-olah matahari tenggelam ditelan oleh luasnya laut.[6]

Tidak jauh dari pantai Takisung terdapat sebuah batu besar di tengah laut yang sering disebut "''batu bejanggut''". Disebut "batu bejanggut" oleh penduduk setempat karena batu tersebut dipenuhi oleh lumut dan licin sehingga kalau dilihat seperti batu yang berjanggut dan dalam bahasa daerah setempat disebut "batu bejanggut". Untuk menuju ke "batu bejanggut" tersebut pengunjung bisa memanfaatkan jasa perahu yang disediakan oleh penduduk Iokal.[3]

Referensi

  1. ^ (Indonesia) Riduan, Ayied Muhammad (2016). "Pantai Takisung, Objek Wisata Populer di Kalimantan Selatan". Wisata Kalimantan. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-03-04.
  2. ^ (Indonesia) Adyatma, Sidharta (2013). "Tanggapan Wisatawan terhadap Objek Wisata Pantai Takisung di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan" [Traveler responses to Takisung Beach attractions in Tanah Laut, South Kalimantan]. Journal of Indonesian Tourism and Development Studies. 01 (01). Malang: Universitas Brawijaya. ISSN 2338-1647.
  3. ^ a b c (Indonesia) Lisa, Kartika (2005). Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Wisata Pantai (Kasus di Desa Takisung Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut) (Magister thesis). Bogor: Institut Pertanian Bogor.
  4. ^ (Indonesia) Dispar (2016). "Pantai Takisung". www.dispar.tanahlautkab.go.id. Dinas Pariwisata Kab. Tanah Laut. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-03-06.
  5. ^ a b (Indonesia) Norazizah, Syafruddin (2015). Pengelolaan objek wisata pantai Takisung sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli daerah di Kabupaten Tanah Laut (Undergraduate thesis). Kota Banjarmasin: Universitas Islam Negeri Antasari.
  6. ^ https://regional.kompas.com/read/2023/02/25/202009378/pantai-takisung-daya-tarik-harga-tiket-dan-rute

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement