Panahan Turki
Panahan Turki (bahasa Turki: Türk okçuluğu) adalah olahraga tradisional berbentuk panahan yang berasal dari Turki. Budaya ini telah dipraktikkan, baik dengan berjalan kaki maupun menunggang kuda dan telah menjadi olahraga selama berabad-abad lamanya.[1] Panahan Turki yang dilakukan dengan berjalan kaki meliputi menembak terbang, menembak anak panah jarak jauh, menembak darp (pukulan), menembak puta dan menembak pertunjukan. Sementara panahan berkuda meliputi menembak kıgaç, kabak (labu), dan tabla.[2]
Panahan tradisional Turki ditampilkan dalam museum Turkpusat yang berlokasi di Ankara. Di sana para pengunjung dapat melihat berbagai koleksi panah terbesar di dunia.[3] Selain itu Turki juga mengadakan kompetisi panahan tradisional tahunan yang dikenal sebagai Piala Penaklukan. Kompetisi ini digelar setiap bulan Mei dalam rangka memperingati kejatuhan Konstantinopel oleh Turki pada tahun 1453 dengan mengundang para pemanah dari Eurasia dan negara-negara barat.[3]
Pada 2019, UNESCO menetapkan olahraga ini sebagai warisan budaya takbenda kemanusiaan dunia.[4]
Sejarah
Panahan tradisional di Turki diyakini telah ada sebelum Islam masuk di Turki. Keberadaannya semakin berkembang saat memasuki masa Kesultanan Ottoman.[4]
Konon, pada masa itu para tentara Turki dapat menembakkan 40 hingga 50 anak panah saat berhadapan dengan musuh.[5] Pada abad ke-16, prajurit Turki juga berhasil mencetak rekor panahan dengan mampu melemparkan satu anak panah sejauh 845 meter, dengan setiap orang dapat membawa sekitar 100 anak panah.[3]
Dulu orang Turki menggunakan busur tradisional, yang terbuat dari kayu maple, tanduk kerbau, dan lem alami. Ukurannya yang pendek membuat busur ini memiliki keunggulan dalam memudahkan pemanah berkuda dalam menembakkan panah. Popularitas busur tradisional mengalami penurunan saat Kesultanan Utsmani mulai mengadopsi senjata api sebagai senjata mereka. Namun mulai tahun 2000-an, jumlah orang yang berminat terhadap panahan ini kembali meningkat.[5]
Panahan tradisional Turki mulai populer di sejumlah kota di Afrika Selatan pada 2017 sejak sebuah institut panahan Turki didirikan di sana.[1]
Istilah
Terdapat beberapa istilah terkait panahan tradisional Turki. Pemanah tradisional Turki disebut sebagai “Okçu”, “Kemankeş”, “Tîrendâz” atau “Kavsi”. Orang yang mengajarkan panahan Turki disebut sebagai “Tâlip” or “Kepazakeş”. Perajin yang membuat busur tradisional disebut sebagai “Kemanger”, sementara mereka yang membuat panah dikenal sebagai “Tîrger”.[2]
Referensi
- ^ a b "Traditional Turkish archery hits the mark in South Africa". www.aa.com.tr. Diakses tanggal 2025-11-07.
- ^ a b "Traditional Turkish Archery". yakegm.ktb.gov.tr. Diakses tanggal 2025-11-07.
- ^ a b c "Feature: Traditional archery, ancient martial art on rise in Turkey - Xinhua | English.news.cn". www.xinhuanet.com. Diakses tanggal 2025-11-06.
- ^ a b "Traditional Turkish archery - UNESCO Intangible Cultural Heritage". ich.unesco.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-06.
- ^ a b "1st fully organic Ottoman bow in centuries debuts at Istanbul cup". Daily Sabah (dalam bahasa American English). 2025-07-06. Diakses tanggal 2025-11-06.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


