Palang tunggal

Pesenam bernama Fabian Hambüchen sedang menggenggam palang tunggal.
Sarung tangan untuk menggenggam palang (tampilan depan)

Palang tunggal adalah alat yang digunakan oleh pesenam pria pada senam artistik . Alat tersebut umumnya berupa palang logam silindris (biasanya baja) yang terpasang kaku di atas dan sejajar dengan lantai senam oleh sistem kabel dan penopang tegak yang tegar. Kompetisi tingkat elite kiwari menggunakan palang berintikan baja antikarat. Pesenam biasanya mengenakan sarung tangan kulit saat tampil dengan palang. Palang tunggal sering kali dianggap sebagai salah satu cabang olahraga senam paling menarik perhatian karena menampilan kekuatan dan kemahiran yang ditunjukkan oleh pesenam saat melakukan berbagai gerak ketangkasan atau akrobat.

Sejarah

Palang tunggal pernah digunakan oleh pemain akrobat di Yunani dan Romawi kuno, serta sepanjang Abad Pertengahan.[1] Palang tunggal dihadirkan pada senam oleh Johann Christoph Friedrich GutsMuths dalam bukunya terbitan tahun 1793 Gymnastik für die Jugend, yang kemudian penggunaan dan pengembangannya digagasi oleh Friedrich Ludwig Jahn pada tahun 1811.[1][2]

Ukuran

Dimensi palang tunggal yang telah ditentukan FIG pada brosur Apparatus Norms for Gymnastics:[3]

  • Tinggi: 278 cm (109 in) (termasuk sekitar 30 cm (12 in) tikar pendaratan)
  • Panjang: 240 cm (94 in)
  • Diameter batang: 28 cm (11 in)

Referensi

  1. ^ a b Butterworth, Horace (1902), The Horizontal Bar
  2. ^ Goodbody, John (1982). The Illustrated History of Gymnastics. London: Stanley Paul & Co. hlm. 11–18. ISBN 0-09-143350-9.
  3. ^ "Apparatus Norms for gymnastics (2017)" (PDF). International Federation of Gymnastics (FIG). 2019-07-20. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2019-07-20. Diakses tanggal 2019-07-20.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement