Pahatan lingkungan
Pahatan lingkungan (dalam bahasa Inggris : Environmental sculpture) merupakan bentuk seni patung yang dirancang untuk membentuk atau memodifikasi ruang tempat karya tersebut berada, sehingga pengalaman penonton tidak hanya bergantung pada objek patung itu sendiri, tetapi juga pada keterlibatan dengan lingkungan sekitarnya. [1][2]
Dalam banyak contoh, pahatan lingkungan dibuat dengan ukuran yang memungkinkan penonton memasuki atau melewati struktur sehingga berada sebagian atau sepenuhnya di dalam ruang yang dibentuk oleh karya tersebut. Beberapa patung juga dirancang untuk menghasilkan efek tertentu terhadap cahaya, bayangan, pantulan, atau warna di area sekitarnya. Konsep ini menempatkan patung sebagai bagian dari lingkungan yang lebih luas dan bukan sebagai objek terpisah yang berdiri sendiri. Dalam kajian mengenai patung sebagai bagian dari lingkungan, sejumlah referensi menekankan sifat nonfiguratif karya-karya tersebut, yakni tidak dikaitkan dengan representasi tubuh manusia karena ukurannya sengaja dibuat lebih besar atau lebih kecil dari skala manusia. Seniman seperti Louise Nevelson sering disebut sebagai tokoh awal dalam pengembangan pendekatan ini, bersama beberapa karya Jane Frank, Tony Smith, dan David Smith, yang memiliki ciri serupa.[3]
Dalam beberapa kasus, batas antara pahatan lingkungan dan arsitektur menjadi tidak tegas karena karya tersebut mencakup ruang yang dapat diakses dan dialami seperti struktur bangunan. Contoh penerapan konsep ini terlihat pada taman Connections karya Athena Tacha di Philadelphia, yang dirancang sebagai lingkungan lanskap melalui penataan teras tanaman, gugusan batu, dan jalur yang membentuk komposisi ruang tertentu. [4]
Dalam pengertian lainnya, istilah pahatan lingkungan juga digunakan untuk merujuk pada patung yang dibuat secara khusus untuk suatu lokasi tertentu, sehingga perancangan karya dipengaruhi oleh karakteristik fisik maupun kontekstual dari lokasi tersebut. Dalam pendekatan ini, situs menjadi bagian dari proses penciptaan dan berfungsi sebagai unsur yang menyatu dengan karya akhir, sehingga ruang dan patung saling membentuk kesatuan lingkungan. Karya-karya berukuran besar yang bersifat minimalis, seperti beberapa karya Richard Serra, sering dimasukkan dalam kategori ini. Berbagai karya seni tanah, termasuk karya Andrew Rogers dan Alan Sonfist, juga digolongkan sebagai pahatan lingkungan berdasarkan keterhubungannya dengan lanskap.[5]
Sejak pertengahan 1970-an, Jean-Max Albert mengembangkan karya yang menggunakan struktur teralis untuk menanggapi elemen arsitektur di sekitarnya.[6] Mulai 1983, Eberhard Bosslet membuat intervensi pada bangunan tidak terpakai dengan garis atau bidang warna.[7] Pada 1999, Elena Paroucheva mengembangkan konsep yang mengintegrasikan jaringan listrik dengan struktur berbentuk patung.[8]
Referensi
- ^ Dahlsen, John (2011-03-08). "Environmental sculpture". FREE Artists Business and Career Strategies (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-21.
- ^ "Environmental sculpture | Land Art, Earthworks, Site-Specific Art | Britannica". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-21.
- ^ Busch, Julia (1978). "A Decade of Sculpture: The New Media in the 1960's". Leonardo. 11 (3): 259. doi:10.2307/1574199. ISSN 0024-094X.
- ^ ""Connections" in Philadelphia: Athena Tacha's Living Monument and Her Husband's Mission to Preserve Her Legacy". Al Día News (dalam bahasa Inggris). 2025-08-26. Diakses tanggal 2025-11-21.
- ^ "Environmental Art". Beth Galston (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-21.
- ^ "Concours chimie pour le musée national des sciences et de l'industrie du parc de la Villette". Biochimie. 63 (4): XII. 1981-04. doi:10.1016/s0300-9084(81)80104-6. ISSN 0300-9084.
- ^ ".BETWEEN PERCEPTION AND THE SIGN - by Mark Gisbourne". www.bosslet.com. Diakses tanggal 2025-11-21.
- ^ "Landscape sculptures :: elena paroucheva :: аrt and environment, pylons sculptures". elena paroucheva (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-21.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


