Pagoda Satu Pilar

Pagoda Satu Pilar
Vietnam: Chùa Một Cột
Pagoda Satu Pilar
PetaKoordinat: 21°2′8.68″N 105°50′0.34″E / 21.0357444°N 105.8334278°E / 21.0357444; 105.8334278
Agama
AfiliasiBuddhisme
DistrikBa Đình
ProvinsiHanoi
Lokasi
NegaraVietnam
Koordinat21°02′08.99″N 105°50′01.04″E / 21.0358306°N 105.8336222°E / 21.0358306; 105.8336222
Arsitektur
Rampung1049
Tangga menuju pagoda
Kuil kecil untuk Dewi Quan Âm di dalam pagoda

Pagoda Satu Pilar (bahasa Vietnam: Chùa Một Cột; chữ Nôm: 廚𠬠榾) secara resmi termasuk dalam kompleks arsitektur yang disebut Diên Hựu tự (chữ Hán: 延祐寺) yang berarti 'pagoda berkat yang melimpah'. Pagoda ini adalah kuil Buddha bersejarah di Distrik Ba Đình (dekat Benteng Kekaisaran Thăng Long), Hanoi, ibu kota Vietnam. Bagian paling terkenal dari kompleks arsitektur ini adalah Liên Hoa Đài (蓮花臺) yang berarti 'alas teratai' yang merupakan kuil dengan struktur unik: bangunan yang bertumpu pada tiang tunggal. Pagoda asli dibangun pada tahun 1049,[1] mengalami beberapa penambahan dan disempurnakan pada tahun 1105.[2] Kuil ini, bersama dengan Kuil Hương, diakui sebagai salah satu dari dua kuil paling ikonik di Vietnam.[3]

Sejarah

Dinasti Lý

Kuil ini dibangun oleh Kaisar Lý Thái Tông, yang memerintah dari tahun 1028 hingga 1054. Menurut catatan istana, Lý Thái Tông tidak kunjung memiliki anak hingga ia bermimpi bertemu Bodhisatwa Awalokiteswara yang memberinya seorang bayi laki-laki sembari duduk di atas bunga teratai. Lý Thái Tông kemudian menikahi seorang gadis petani yang ditemuinya; pasangan itu akhirnya dikaruniai seorang putra. Kaisar lalu membangun kuil ini sebagai ungkapan syukur pada tahun 1049,[1][3] setelah diperintah oleh seorang biksu bernama Thiền Tuệ untuk membangun kuil tersebut, dengan mendirikan sebuah pilar di tengah kolam teratai, mirip dengan apa yang ia lihat dalam mimpi.[4]

Kuil ini terletak di tempat yang dulunya merupakan Taman Tây Cấm di Thạch Bảo, Distrik Vĩnh Thuận di ibu kota Thăng Long (sekarang dikenal sebagai Hanoi). Sebelum pagoda dibuka, doa-doa dipanjatkan agar sang raja panjang umur.[4] Selama era Dinasti Lý, kuil ini menjadi tempat diadakannya upacara kerajaan tahunan pada hari raya Waisak, hari kelahiran Buddha Gautama. Upacara pemandian Buddha diadakan setiap tahun oleh raja, dan menarik para biksu dan orang awam untuk menghadiri upacara tersebut. Raja kemudian melepas seekor burung, yang diikuti oleh rakyat.[4]

Kuil ini diperbaiki pada tahun 1105 oleh Kaisar Lý Nhân Tông dan sebuah lonceng tembaga dibuat dan upaya pemasangan dilakukan pada tahun 1109. Namun, lonceng tersebut, yang dianggap sebagai salah satu dari empat karya besar ibu kota Vietnam pada saat itu, terlalu besar dan berat, sehingga tidak dapat dipasang. Karena tidak dapat dibunyikan saat diletakkan di tanah, lonceng itu dipindahkan ke pedesaan dan diletakkan di lahan pertanian yang berdekatan dengan Kuil Nhất Trụ. Lahan ini banyak dihuni oleh kura-kura, sehingga lonceng tersebut dikenal sebagai Chuông Quy Điền (鍾龜田), yang berarti lonceng ladang kura-kura. Pada awal abad ke-15, Vietnam diserbu dan diduduki oleh Dinasti Ming. Pada tahun 1426, Lê Lợi yang kelak menjadi kaisar menyerang dan membubarkan pasukan Tiongkok, dan ketika mereka mundur dan kekurangan senjata, komandan mereka memerintahkan agar lonceng tersebut dilebur, sehingga tembaganya dapat digunakan untuk pembuatan senjata.[4]

Setelah Dinasti Lý

Pagoda Satu Pilar pada 1896

Pada masa Dinasti Nguyễn, pagoda tersebut dipugar dan dibangun kembali pada tahun 1840-1850 dan 1922.

Pagoda tersebut sempat dihancurkan pada tahun 1954. Berbeda dengan apa yang umum ditulis, pagoda tersebut tidak dihancurkan oleh Prancis, tetapi oleh seorang Letnan Vietnam dari Tentara Prancis yang dihukum berat.[5][6][7] Pada tahun 1955, Kementerian Kebudayaan Republik Demokratik Vietnam membangun kembali pagoda itu berdasarkan gaya arsitektur dari Dinasti Nguyễn.

Arsitektur

Arsitektur asli

Terdapat beberapa renovasi dan penyempurnaan pada tahun 1105 menurut Đại Việt sử ký toàn thư:[2]

"Ất Dậu (乙酉) - tahun kelima (1105 M), tahun keempat Song Chongning. [...] Pada waktu itu, kaisar (Lý Thánh Tông) memerintahkan pemugaran pagoda Diên Hựu agar lebih indah dari sebelumnya, menggali Danau Liên Hoa Đài, yang disebut Danau Linh Chiểu. Di luar danau, terdapat koridor yang mengelilinginya, di luar koridor digali danau lain yang disebut Danau Bích Trì, dibangun jembatan untuk menyeberang. Di depan halaman kuil lalu dibangun stupa."

Reruntuhan tiang batu Pagoda Dạm: struktur yang mirip dengan pilar Gedung Teratai (Pagoda Satu Pilar)

Dalam makalah penelitian tahun 1999, budayawan Nguyễn Hùng Vĩ memberikan bukti untuk membuktikan bahwa arsitektur Pagoda Satu Pilar mirip dengan pilar batu reruntuhan Pagoda Dạm.[8] Menurut Dr. Trần Trọng Dương, arsitektur asli Pagoda Diên Hựu adalah konfigurasi geometris simbol-simbol Buddhisme yang disebut Mandala.[9][10]

Berdasarkan hasil penelitian selama lebih dari 20 tahun, pada tanggal 10 Oktober 2020, kelompok peneliti, arsitek, dan pelukis - SEN Heritage mengadakan seminar untuk mengusulkan rencana untuk membangun kembali arsitektur asli Pagoda Diên Hựu berdasarkan gaya Dinasti Lý.[11] Pusat kompleks struktur tersebut adalah Liên Hoa Đài (Pagoda Teratai - Pagoda Satu Pilar) dengan struktur bangunan berbentuk teratai heksagonal di atas satu pilar. Kelompok tersebut menggunakan gambar 3D dan realitas virtual untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka.[12][13] Seminar tersebut dihadiri oleh para ahli seperti sejarawan Dương Trung Quốc, peneliti Nguyễn Hùng Vĩ, Dr. Trần Trọng Dương, dan awak media.

Restorasi bangunan pada tahun 1955

Kuil ini dibangun dari kayu di atas satu pilar batu berdiameter 1,25 meter dan tinggi 4 meter, dan dirancang menyerupai bunga teratai, yang merupakan simbol kemurnian dalam agama Buddha, karena bunga teratai mekar di kolam berlumpur. Pada tahun 1954, pasukan Uni Prancis meledakkan pagoda tersebut sebelum menarik diri dari Vietnam setelah Perang Indochina Pertama. Bangunan itu kemudian dibangun ulang.[3]

Sebuah replika dibangun di pusat kota Thủ Đức, Provinsi Gia Định, pinggiran Saigon (sekarang Kota Ho Chi Minh) pada akhir tahun 1950-an dan awal tahun 1960-an.[3]

Referensi

  1. ^ a b Ngô, Sĩ Liên (1479). Đại Việt Sử Ký Toàn Thư. hlm. 37a. 冬十月造 祐寺.
  2. ^ a b Ngô, Sĩ Liên (1479). Đại Việt Sử Ký Toàn Thư. Vietnam. hlm. 14b – 15a. 乙酉五年宋崇寕四年. [...] 時帝重修延祐寺 增於舊貫浚蓮花臺池名曰靈沼池. 池之外繚以畫廊廊之外又疏碧池並架𢒎橋以通之. 庭前立寳㙮.
  3. ^ a b c d Ray, Nick (2005). Vietnam. Lonely Planet. hlm. 88. ISBN 1-74059-677-3.
  4. ^ a b c d Võ Văn Tường. "Chùa MỘT CỘT" (dalam bahasa Vietnam). Buddhism Today.
  5. ^ Nguyễn, Phương Anh. "Chùa Một Cột - Ngôi chùa có kiến trúc độc đáo nhất Việt Nam". Hanoi Portal. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-11-26.
  6. ^ Giang, Quân; Giang, Tất Liêm (2004). Dấu tích kinh thành. Nhà xuá̂t bản Hà Nội. hlm. 106.
  7. ^ Vietnam, Ministry of Defence (2005). Lịch sử kháng chié̂n chó̂ng thực dân Pháp của quân và dân liên khu III, 1945-1955. Nhà xuá̂t bản Chính trị quó̂c gia. hlm. 453.
  8. ^ Nguyễn, Hùng Vĩ (1999). "Quan sát cột đá "Chùa Một Cột" ở chùa Dạm". Tạp chí Văn hóa Nghệ thuật. 10 (184).
  9. ^ Trần, Trọng Dương (2013). Kiến trúc Một cột thời Lý. Ho Chi Minh City: Nhà xuất bản Hồng Đức.
  10. ^ "Một đề xuất cách phục dựng chùa Diên Hựu". Tia Sáng.
  11. ^ "SEN Heritage's project".
  12. ^ "'Xuyên không' ngắm chùa Một cột thời Lý". Thanh Niên.
  13. ^ "Tái hiện hình ảnh chùa Diên Hựu bằng công nghệ thực tế ảo". An Ninh Thủ Đô.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement