PLN Energi Gas
Nama sebelumnya | PT Pengembang Listrik Nasional Geothermal (2009-2017) PT Pengembang Listrik Nasional Gas & Geothermal (2017-2023) |
|---|---|
Jenis perusahaan | Perseroan terbatas |
| Industri | Ketenagalistrikan |
| Didirikan | 28 Januari 2009 |
| Kantor pusat | Jakarta, Indonesia |
Wilayah operasi | Indonesia |
Tokoh kunci | Mohamad Riza Affiandi[1] (Direktur Utama) Ahmad Daryanto Ariyadi[2] (Komisaris Utama) |
| Jasa | Perencanaan, pengembangan, pembangunan, pengoperasian, serta pemeliharaan infrastruktur logistik dan transportasi gas alam |
| Pendapatan | Rp 100,398 miliar (2020)[3] |
| Rp 4,735 miliar (2020)[3] | |
| Total aset | Rp 876,17 miliar (2020)[3] |
| Total ekuitas | Rp 24,87 miliar (2020)[3] |
| Pemilik | PT PLN Energi Primer Indonesia |
Karyawan | 76 (2020)[3] |
| Situs web | www |
PT Pengembang Listrik Nasional Energi Gas atau biasa disingkat menjadi PLN Energi Gas, adalah anak usaha dari PLN Energi Primer Indonesia yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur transportasi gas alam. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2020, perusahaan ini juga memiliki kantor cabang di Samarinda.[3][4]
Sejarah
Perusahaan ini didirikan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada tahun 2009 dengan nama PT Pengembang Listrik Nasional Geothermal untuk mengembangkan pembangkit listrik berbasis panas bumi. Pada tahun 2014, perusahaan ini berekspansi ke bisnis penyediaan infrastruktur transportasi gas alam, sehingga pada tahun 2017, perusahaan ini mengubah namanya menjadi PT Pengembang Listrik Nasional Gas & Geothermal.[3][4] Pada tahun 2020, perusahaan ini berhasil menyelesaikan dua proyek besar, yakni proyek gasifikasi pipa gas Tanjung Batu sepanjang 48,3 kilometer di Samarinda dan pembuatan FSRU Sulawesi untuk keperluan gasifikasi PLTG Apung Zeynep Sultan berkapasitas 120 MW milik Karadeniz Powership di Amurang, Minahasa Selatan.[5]
Pada bulan Januari 2023, PLN menyerahkan mayoritas saham perusahaan ini ke PLN Energi Primer Indonesia sebagai bagian dari upaya untuk membentuk subholding di internal PLN yang bergerak di bidang pengadaan bahan bakar pembangkit listrik.[6] Pada bulan September 2025, perusahaan ini mengubah namanya menjadi seperti sekarang, karena memutuskan untuk fokus pada bisnis gas alam. Pada bulan Oktober 2025, perusahaan ini meresmikan fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG baru di Tarakan.[7]
Lihat pula
- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia
- Pertamina Geothermal Energy
- Geo Dipa Energi
Referensi
- ^ "Dewan Direksi". PT Pengembang Listrik Nasional Gas & Geothermal. Diakses tanggal 31 Desember 2021.
- ^ "Dewan Komisaris". PT Pengembang Listrik Nasional Gas & Geothermal. Diakses tanggal 31 Desember 2021.
- ^ a b c d e f g "Laporan Tahunan 2020" (PDF). PT Pengembang Listrik Nasional Gas & Geothermal. Diakses tanggal 31 Desember 2021.
- ^ a b "Sejarah Perusahaan". PT Pengembang Listrik Nasional Gas & Geothermal. Diakses tanggal 31 Desember 2021.
- ^ Meilanova, Denis Riantiza (29 September 2020). "Karpowership Mulai Operasikan Pembangkit LNG di Indonesia". Bisnis Indonesia. Diakses tanggal 8 Maret 2026.
- ^ Purwanti, Teti (3 Januari 2023). "Tok! PLN Resmi Punya 4 Subholding". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 1 April 2023.
- ^ Geby, Noviana (30 Oktober 2025). "PLN Perkuat Keandalan Listrik Melalui Fasilitas Regasifikasi LNG". Radio Republik Indonesia. Diakses tanggal 8 Maret 2026.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


