P. Patto
| P. Patto | |
|---|---|
| Lahir | Patto a/l Perumal 19 Desember 1946 Bagan Serai, Perak, Malaysia |
| Meninggal | 12 Juli 1995 (umur 48) Hospital Raja Permaisuri Bainun, Ipoh, Perak, Malaysia |
| Sebab meninggal | Serangan jantung |
| Suami/istri | S. Mary |
| Anak | Kasthuriraani Patto |
P. Patto (Tamil: பட்டோ பெருமாள், rumi: Paṭṭō perumāḷ; lahir: 10 Desember 1946 - meninggal: 12 Juli 1995) adalah seorang politikus veteran Malaysia, pejuang hak asasi manusia, dan individu yang mahir dalam berbagai bahasa. Sebagai anggota Partai Aksi Demokratik (DAP), beliau menjabat sebagai Anggota Parlemen dalam tiga periode yang terpisah..[1] Beliau adalah pejuang hak-hak masyarakat India di Malaysia dan dikenal dengan julukan "Patto si Suara Singa." Beliau juga dikenal sebagai "Harimau Gopeng" (Gopeng Tiger) dan "Harimau Bintang Ipoh" (Ipoh Leopard).
Di bawah Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri Malaysia, P. Patto telah ditahan dua kali. Pertama kali pada tahun 1978, di mana beliau dipenjara di Kem Kamunting selama 18 bulan. Beliau meninggal dunia pada tahun 1995, tidak lama setelah terpilih sebagai Anggota Parlemen Bagan. Putrinya, Kasthuriraani Patto, juga seorang politikus dan pernah menjabat sebagai Anggota Parlemen Batu Kawan dari 2013 hingga 2022[2]
Kehidupan Awal
Beliau dilahirkan dalam sebuah keluarga miskin di kawasan Bagan Serai, Perak, pada 10 Desember 1946. Ketika berusia sepuluh tahun, ayahnya meninggal dunia. Beliau dibesarkan di bawah pengasuhan kakeknya. Meskipun menerima pelatihan sebagai guru, beliau meninggalkan profesi tersebut dan terjun ke dunia politik pada tahun 1971. Istrinya bernama Mary.
Karier Politik
P. Patto menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DAP, editor untuk surat kabar bulanan The Rocket, dan Sekretaris Nasional DAPSY.
Pada tahun 1978, P. Patto ditahan di bawah Undang-Undang Keamanan Negara karena mengungkapkan skandal TLDM yang membeli tornado SPICA-M dari Swedia dengan harga RM9 juta. Beliau adalah seorang pejuang gigih untuk hak sekolah-sekolah vernakular di Malaysia. Beliau sering bersuara di Parlemen menentang usulan untuk menutup sekolah-sekolah vernakular Tamil dan Cina di negara ini.
Kematian
Beliau meninggal dunia pada usia 48 tahun di Rumah Sakit Raja Permaisuri Bainun pada 12 Juli 1995 akibat serangan jantung.
Legasi
- Bukunya Nenjukku Neethi (Justice from My Heart) diterbitkan sempena tahun ke-13 kematian pejuang rakyat ini.
- Di Pulau Pinang, ada sebuah jalan yang dinamakan Jalan P. Patto sebagai penghormatan kepada beliau. Jalan Raja Uda telah ditukar kepada Jalan P. Patto
Rujukan
- ^ Patto, Kasthuri (2016-07-12). "What my father P Patto taught me". Malaysiakini. Diakses tanggal 2025-02-11.
- ^ "Kasthuri Patto: Living through her father's lens, while charting her own course". www.malaymail.com. Diakses tanggal 2025-02-11.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


