Otus mantananensis
| Otus mantananensis | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Aves |
| Ordo: | Strigiformes |
| Famili: | Strigidae |
| Genus: | Otus |
| Spesies: | O. mantananensis
|
| Nama binomial | |
| Otus mantananensis (Sharpe, 1892)
| |
Otus mantananensis atau burung hantu mantanani merupakan spesies celepuk kecil dari genus Otus yang hidup di sejumlah pulau kecil di antara Kalimantan dan Filipina. IUCN mengklasifikasikannya sebagai “hampir terancam” karena wilayah persebarannya yang sempit, populasi yang terpisah-pisah di berbagai pulau, serta kerusakan habitat hutan akibat aktivitas penebangan dan konversi lahan yang terus berlangsung.
Deskripsi
Burung hantu ini berukuran sekitar 18 cm dengan rentang sayap kurang lebih 15,5 cm. Cakram wajahnya berwarna kuning kecokelatan dengan tepi yang tipis dan gelap. Bagian atas tubuhnya cokelat tua dengan bercak pucat pada area skapular, sementara bagian bawahnya lebih terang dengan pola garis dan palang berwarna gelap. Matanya berwarna kuning, kakinya abu-abu, paruhnya juga abu-abu, dan tarsinya ditutupi bulu.[3] Spesies ini mencari makan di pinggir hutan atau area terbuka, terutama memburu serangga. Musim berkembang biaknya diperkirakan berlangsung antara Maret hingga Mei, dengan telur diletakkan di rongga pohon. Suaranya digambarkan sebagai waa yang sederhana serta bunyi mirip teriakan angsa, disertai rangkaian “wa” pendek yang menurun ketika terjadi konflik teritorial. Betinanya mengeluarkan suara yang lebih rendah dan lebih keras dibandingkan jantan.[4]
Persebaran dan status konservasi
Burung hantu mantanani merupakan spesies endemik yang menghuni pulau-pulau kecil di antara Sabah, Malaysia, di bagian utara Kalimantan, termasuk pula gugusan Mantanani yang menjadi asal nama umumnya hingga wilayah Palawan di Filipina. Keberadaannya juga tercatat di Calamian, Rasa, Ursula, serta beberapa pulau di Kepulauan Sulu dan kawasan Filipina tengah. Meski wilayah sebarannya relatif kecil, diperkirakan kurang dari 2.000 km², burung hantu ini masih cukup sering dijumpai di kebun kelapa dan area berhutan lain seperti tegakan Casuarina equisetifolia, tempat yang menyediakan naungan dan lokasi berburu yang sesuai.[4] Spesies ini dikategorikan hampir terancam karena keterikatannya pada habitat yang terus mengalami gangguan dan degradasi di area sebaran yang terbatas. BirdLife memperkirakan bahwa populasi totalnya berada di kisaran 6.000 hingga 15.000 individu dan menunjukkan tren penurunan. Di Pulau Mantanani sendiri, populasinya diperkirakan tidak kurang dari 100 ekor.[3]
Referensi
- ^ BirdLife International (2017). "Otus mantananensis". 2017 e.T22688656A111043242. doi:10.2305/IUCN.UK.2017-1.RLTS.T22688656A111043242.en. ;
- ^ "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 25 November 2025.
- ^ a b Smythies, B.E. & Davison, G.W.H. (1999). The Birds of Borneo. Kota Kinabalu: Natural History Publications. ISBN 983-812-028-6.
- ^ a b "BirdLife Species Factsheet: Mantanani Scops-owl". BirLife. BirdLife International. Diakses tanggal 25 November 2025.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


