Orang Meskhetia


Meskhetian atau Meskhian
bahasa Georgia: მესხები meskhebi
  Distribution of the Meskhetian dialect
Jumlah populasi
ca 89,995 - 100,000
Daerah dengan populasi signifikan
 Georgia
Samtskhe-Javakheti: 77 498 or 48,3 % (2014[1])
 Turki
Provinsi Ardahan: tidak diketahui
Bahasa
Dialek Meskhetian dari Bahasa Georgia
Agama
Gereja Ortodoks Georgia
Katolik, Gereja Katolik and Muslim minoritas.

Orang Meskhetia (bahasa Georgia: მესხები, Meskhebi) adalah subkelompok etnografi dari bangsa Georgia yang menggunakan dialek Meskhetian dari bahasa Georgia. Dialek ini, di antara berbagai dialek regional Georgia, tergolong paling dekat dengan bentuk bahasa Georgia standar. Meskhetian merupakan penduduk asli wilayah bersejarah Meskheti, yang terletak di bagian selatan Georgia.[2] Saat ini, sebagian besar orang Mekhetia menganut Gereja Ortodoks Georgia, sementara sebagian kecil beragama Katolik. Adapun diaspora etnis Meskhetian yang menetap di luar Georgia umumnya memeluk agama Islam.

Sejarah

Beberapa sejarawan mengaitkan masyarakat Meskhetia atau Meskhia dengan suku kuno Mushki atau Moschoi (Μόσχοι) yang disebut dalam sumber-sumber Yunani kuno, yakni masyarakat pada masa Zaman Besi di wilayah Anatolia. Suku-suku Meskhia kemudian muncul dan secara bertahap bergerak ke arah timur laut, mendirikan permukiman di kawasan yang kemudian dikenal sebagai Kartli. Salah satu kota penting yang muncul dari suku ini adalah Mtskheta, ibu kota kuno Kerajaan Iberia. Nama kota tersebut diyakini berasal dari etnonim Meskhia, yang berarti “kota orang Meskhs.” Menurut sejarawan Cyril Toumanoff, suku Moschian merupakan kelompok proto-Georgia yang berperan besar dalam konsolidasi berbagai suku Iberia yang menempati wilayah timur dan selatan Georgia. Dengan demikian, masyarakat Meskhetia dianggap sebagai salah satu fondasi utama pembentukan bangsa Georgia awal.[3]

Pada periode antara abad ke-9 hingga ke-11, wilayah Meskheti, yang juga dikenal dengan nama Tao-Klarjeti berada di bawah kekuasaan Dinasti Bagrationi. Dalam masa tersebut, Meskheti memainkan peran penting dalam penyatuan berbagai kerajaan kecil menjadi satu Kerajaan Georgia pada tahun 1008. Dari wilayah ini pula lahir sejumlah tokoh besar Georgia, termasuk Shota Rustaveli, penyair ternama Zaman Keemasan Georgia dan penulis karya epik nasional The Knight in the Panther’s Skin, yang menjadi salah satu mahakarya sastra Georgia.

Namun setelah masa kejayaan tersebut, Kerajaan Georgia mengalami kemunduran dan akhirnya runtuh di bawah hegemoni berbagai kekuatan regional, termasuk Mongol, Timurid, serta kekuasaan Domba Hitam dan Domba Putih. Setelah invasi Mongol, para bangsawan Meskhetia memisahkan diri dari kerajaan Georgia dan mendirikan Kerajaan Samtskhe, yang berada di bawah pengaruh Mongol.

Melalui Perdamaian Amasya pada tahun 1555, Kerajaan Samtskhe dibagi menjadi dua wilayah kekuasaan, bagian timur berada di bawah Dinasti Safavid Persia, sementara bagian barat dikuasai oleh Kekaisaran Ottoman.[4] Pada tahun 1578, Ottoman melancarkan invasi besar-besaran ke wilayah Georgia yang dikuasai Safavid, memicu Perang Ottoman–Safavid (1578–1590). Dua tahun kemudian, pada 1582, Kekaisaran Ottoman berhasil merebut bagian timur Meskheti yang sebelumnya dikuasai Safavid.[5]

Sebagian penduduk Meskheti dari etnis Georgia kemudian dipindahkan ke wilayah pedalaman Georgia, seperti Imereti dan Kartli. Sementara itu, masyarakat yang tetap tinggal di Meskheti mengalami proses islamisasi secara bertahap, yang dikenal sebagai Turkifikasi Meskhetian. Akibat proses tersebut, kelompok ini kemudian disebut sebagai Turki Meskhetian, yang menandai perubahan identitas kultural dan keagamaan di wilayah tersebut.[6]

Rujukan

  1. ^ Georgian census, 2014
  2. ^ "The Meskhetian Turks at a Crossroads - European Centre for Minority Issues (ECMI)". www.ecmi.de. Diakses tanggal 2025-11-07.
  3. ^ Vryonis, Speros; Toumanoff, Cyril (1967-07). "Studies in Christian Caucasian History". The American Historical Review. 72 (4): 1363. doi:10.2307/1847825. ISSN 0002-8762.
  4. ^ Mikaberidze, Alexander (2015). Historical dictionary of Georgia. Historical dictionaries of Europe (Edisi Second edition). Lanham: Rowan and Littlefield. ISBN 978-1-4422-4146-6.
  5. ^ Floor, Willem M. (2001). Safavid government institutions. Costa Mesa, Calif: Mazda Publishers. ISBN 978-1-56859-135-3.
  6. ^ Chazanov, Anatolij Michajlovič (1995). After the USSR: ethnicity, nationalism, and politics in the Commonwealth of independent states. Madison, Wis.: Univ. of Wisconsin Press. ISBN 978-0-299-14894-2.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement