Operasi Apricot
| Operasi Apricot | |
|---|---|
| Bagian dari Perang Pasifik dalam Perang Dunia II | |
| Lokasi | Sulawesi Tengah, Hindia Belanda |
| Tujuan | Mencari tahu nasib Operasi Singa |
| Tanggal | 5–31 Januari 1945 |
| Korban | 1 ditangkap |
Pada tanggal 5 Januari 1945, lima orang Indonesia dengan kode nama Operasi Apricot meninggalkan Darwin untuk mencari tahu nasib dan kelanjutan Operasi Singa. Pada tanggal 14 Januari 1945, kapal selam Belanda K XV mendaratkan mereka di Teluk Djiko Doped, timur laut Minahasa. Pemimpinnya ditangkap; dan sisanya dievakuasi oleh pesawat amfibi Catalina pada 31 Januari 1945.[1][2]
Referensi
- ^ National Archives Australia NEI Section, p. 5.
- ^ "Boat KXV". Dutch Submarines.
Daftar pustaka
- National Archives Australia – [SRD (Services Reconnaissance Department) HQ] NEI [Netherlands East Indies] Section IASD [Inter-Allied Services Department].
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


