Open Pit Nam Salu

Open Pit Nam Salu, 2023

Open Pit Nam Salu adalah sebuah situs geologi (geosite) yang terletak di Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia. Situs ini merupakan bekas lokasi penambangan timah primer bawah tanah dan terbuka yang kini menjadi salah satu daya tarik utama dalam kawasan Taman Bumi Belitong, yang telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark.[1][2]

Lokasi ini menampilkan sisa-sisa aktivitas pertambangan yang masif dengan danau kawah berwarna hijau toska, dinding batuan yang terekspos, serta terowongan-terowongan penambangan kuno, yang menjadikannya objek penting untuk studi geologi, sejarah pertambangan, dan pariwisata edukasi.[3]

Sejarah

Pemanfaatan timah di Pulau Bangka dan Pulau Belitung telah berlangsung sejak masa awal Kerajaan Sriwijaya, sebagaimana tercatat dalam Prasasti Kota Kapur abad ke-7 Masehi. Namun, pengelolaan dalam skala besar baru dimulai pada akhir abad ke-17, ketika Bangka berada di bawah Kesultanan Palembang.[4] Berdasarkan catatan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Kesultanan Palembang menjalin perjanjian dengan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), yang memberikan hak monopoli perdagangan timah kepada VOC. Kontrak eksklusif penjualan timah dilakukan pada 1710, dengan kewajiban penyediaan 30.000 pikul timah. Untuk meningkatkan produksi, Sultan Mahmud Baharuddin I mendatangkan pekerja asal Tiongkok pada 1724, yang memperkenalkan sistem kolong dalam penambangan.[4][5]

Penambangan timah di Pulau Belitung berkembang pesat pada masa kolonial Belanda pada akhir abad ke-19. Salah satu lokasi penting adalah Nam Salu di Kecamatan Kelapa Kampit, yang dikelola oleh perusahaan NV Billiton Maatschappij.[6] Penambangan di lokasi ini berbeda dari kebanyakan tambang timah aluvial di Belitung karena menargetkan bijih timah primer yang terperangkap dalam batuan induk.[5][6]

Tahap awal penambangan dilakukan dengan metode bawah tanah melalui pembuatan terowongan horizontal untuk mengikuti urat bijih. Seiring meningkatnya produksi dan teknologi, metode tambang terbuka (open pit) mulai diterapkan, sehingga menghasilkan kawah berukuran besar dengan dinding batuan yang masih dapat diamati hingga kini.[1]

Pasca-kemerdekaan, pengelolaan tambang Nam Salu dilanjutkan oleh perusahaan negara, PT Timah. Kegiatan penambangan dihentikan pada akhir abad ke-20 akibat menurunnya cadangan ekonomis serta jatuhnya harga timah dunia. Kawasan bekas tambang kemudian terisi air hujan dan air tanah, membentuk danau asam dengan warna hijau toska khas.[5] Pada tahun 2021, Open Pit Nam Salu ditetapkan sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark Belitong sebagai warisan geologi dan sejarah industri.[2]

Karakteristik Geologi

Open Pit Nam Salu menampilkan fitur geologi yang unik sebagai bekas tambang timah primer terdalam dan terbesar di Asia Tenggara, dengan kedalaman mencapai sekitar 100 meter dan luas kawah yang signifikan.[7] Situs ini mengungkap batuan tertua yang mendominasi Pulau Belitung, termasuk struktur geologi yang terekspos akibat aktivitas penambangan open pit, seperti dinding batuan vertikal dan formasi urat bijih timah yang terperangkap dalam batuan induk. Kawah bekas tambang kini terisi air membentuk danau berwarna hijau toska akibat kandungan mineral dan keasaman air, dengan terowongan bawah tanah kurang lebih sepanjang 600 meter.[8] Fitur ini membuatnya menjadi objek studi penting untuk memahami proses geologi timah primer di wilayah Bangka Belitung, termasuk endapan kasiterit terbesar yang pernah ditemukan dalam satu tambang, dengan produksi mencapai 500 ribu ton bijih timah pada kadar 2 persen antara 1980 hingga 1993.[9]

Pengembangan Pariwisata dan Konservasi

Sejak ditetapkan sebagai geosite dalam UNESCO Global Geopark Belitong pada 2021, Open Pit Nam Salu telah bertransformasi dari lokasi pertambangan menjadi destinasi wisata edukasi dan berkelanjutan, dengan fokus pada pariwisata berbasis komunitas (Community-Based Tourism).[6] Pengelolaan dilakukan oleh Badan Pengelola Open Pit Nam Salu (Bapopnas) sejak 2016, melibatkan masyarakat lokal sebagai pemandu wisata, pengelola fasilitas, dan operator, yang mendukung ekonomi hijau melalui pendapatan dari tiket masuk dan usaha kecil menengah.[6]

Untuk mendukung kegiatan pariwisata, pemerintah daerah bersama Kementerian PPN/Bappenas telah membangun sarana dasar seperti toilet, kios cendera mata, dan penyediaan air bersih melalui Dana Alokasi Khusus Pariwisata.[10] Selain itu, atraksi wisata dikembangkan dalam bentuk tur geologi, penelusuran terowongan bawah tanah, serta pendakian ke bibir kawah bekas tambang dengan jalur sepanjang ±800 meter yang dipandu oleh masyarakat lokal.[11] Informasi geologi dan sejarah tambang disediakan melalui papan interpretasi dan QR code yang ditempatkan di titik-titik tertentu.[12]

Dari sisi konservasi, kawasan ini menghadapi tantangan berupa keberadaan tambang ilegal di sekitar lokasi. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama aparat penegak hukum secara berkala melakukan penertiban untuk menjaga kelestarian geosite dan keselamatan pengunjung.[13] Selain itu, dilakukan pula upaya penataan vegetasi dan rehabilitasi lahan pasca tambang untuk mengurangi risiko longsor serta mempertahankan kualitas lingkungan.[13][14]

Pengembangan pariwisata di Open Pit Nam Salu juga memiliki dimensi sosial-ekonomi. Keberadaan geosite ini memberi peluang pendapatan baru bagi masyarakat lokal melalui penyediaan jasa pemandu wisata, penjualan produk lokal seperti madu trigona, dan usaha kuliner serta suvenir.[11] Dengan demikian, kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai warisan geologi dan sejarah pertambangan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan dan sumber penghidupan bagi masyarakat setempat.

Referensi

  1. ^ a b Wonderful, Belitung (2022-07-15). "Open Pit Pusat Geopark Belitong - Belitung Wonderful" (dalam bahasa indonesia). Diakses tanggal 2025-09-26. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ^ a b Unesco, Kwri (2021-04-28). "Belitong ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark". KWRI UNESCO | Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO. Diakses tanggal 2025-09-26.
  3. ^ Okezone (2025-07-29). "Menyusuri Jejak Sejarah dan Keindahan Alam di Open Pit Namsalu Belitung Timur - PAGE ALL : Okezone Women". https://women.okezone.com/. Diakses tanggal 2025-09-26.
  4. ^ a b "Tambang Timah Bangka Belitung: Sejarah, Dampak, dan Asa untuk Masa Depan - JEO Kompas.com". jeo.kompas.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-26.
  5. ^ a b c Jatmiko, Agung (2024-04-03). "Jejak Bisnis Timah di Bangka Belitung, dari Era Kolonial hingga Kini - Sejarah Ekonomi Katadata.co.id". katadata.co.id. Diakses tanggal 2025-09-26.
  6. ^ a b c d Wibowo, Tri; Yoga, Arry Aditsya; Rinandyta, Kharisma (2024-12-31). "From Extractive Mining to Green Tourism: A Case Study of Open Pit Nam Salu Geosite Through Local Community Development". The Journal of Indonesia Sustainable Development Planning (dalam bahasa Inggris). 5 (3): 246–265. doi:10.46456/jisdep.v5i3.617. ISSN 2722-0842.
  7. ^ Andhika Fikri, Dimas (2025-08-01). "Jelajahi Warisan Tambang dan Alam Eksotis di Open Pit Namsalu Belitung Timur". iNews. Diakses tanggal 2025-09-26.
  8. ^ tambang, ilmu (2022-12-15). "Belitung Punya Destinasi Wisata Bekas Tambang Keren, Penasaran Apa?". Ilmu Tambang. Diakses tanggal 2025-09-26.
  9. ^ Fikri, Idwan; Sulaksana, Nana; Rochima, Emma (2023-10-16). "Disaster Mitigation Model for Sustainable Tourism Development at the Nam Salu Openpit Geosite: Insights from the Belitong UNESCO Global Geopark". International Journal of Science and Society (IJSOC) (dalam bahasa Inggris). 5 (4): 873–886. doi:10.54783/ijsoc.v5i4.858. ISSN 2715-8780.
  10. ^ "Bappenas Pantau Peran Geosite Juru Seberang Dan Geosite Open Pit Nam Salu Dalam Rangka Transformasi Ekonomi Belitung | Kementerian PPN/Bappenas". www.bappenas.go.id. Diakses tanggal 2025-09-26.
  11. ^ a b "Atraksi Nindo Nam Salu". jadesta.kemenpar.go.id. Diakses tanggal 2025-09-26.
  12. ^ "Open Pit Nam Salu Menjadi Potensi Pemulihan Ekonomi". Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (dalam bahasa Inggris). 2022-02-26. Diakses tanggal 2025-09-26.
  13. ^ a b Home; Terkini; News, Top; Terpopuler; Nusantara; Nasional; Palembang, Berita; Sumsel, Info; Daerah, Lintas (2022-05-21). "Babel bersihkan tambang timah ilegal di Geopark Nasional Belitung". Antara News Sumsel. Diakses tanggal 2025-09-26.
  14. ^ "GEOSITE OPEN PIT NAM SALU, MENYIMPAN SEGUDANG POTENSI WISATA". disbudpar.beltim.go.id. Diakses tanggal 2025-09-26.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement