Opasitas

Perbandingan antara 1. opasitas, 2. translusensi, dan 3. transparansi; di belakang setiap panel terdapat sebuah bintang.

Opasitas adalah ukuran ketidaktembusan terhadap radiasi elektromagnetik atau bentuk lain dari radiasi, terutama cahaya tampak. Dalam kajian perpindahan radiasi, istilah ini menggambarkan proses penyerapan dan penyebaran radiasi di dalam suatu medium, seperti plasma, dielektrik, bahan pelindung, kaca, dan sebagainya. Suatu benda yang opaq tidak bersifat transparan (yakni membiarkan seluruh cahaya menembusnya) maupun translusen (yakni membiarkan sebagian cahaya melewatinya).

Ketika cahaya mengenai batas antara dua zat, umumnya sebagian cahaya akan dipantulkan, sebagian diserap, sebagian disebarkan, dan sisanya diteruskan (lihat pula pembiasan). Pemantulan dapat bersifat difus—seperti cahaya yang memantul dari dinding putih—atau spesular—seperti cahaya yang dipantulkan oleh cermin. Suatu zat yang opaq sama sekali tidak meneruskan cahaya, sehingga seluruh cahaya yang mengenainya akan dipantulkan, disebarkan, atau diserap.

Kategori lain dari penampakan visual, yang berkaitan dengan persepsi terhadap pemantulan dan transmisi cahaya baik yang teratur maupun yang menyebar, diklasifikasikan di bawah konsep cesia dalam suatu sistem tatanan dengan tiga variabel, mencakup antara lain opasitas, transparansi, dan translusensi sebagai aspeknya. Baik cermin maupun karbon hitam termasuk benda opaq.

Opasitas bergantung pada frekuensi cahaya yang diamati. Misalnya, beberapa jenis kaca yang tampak transparan dalam spektrum tampak, ternyata sangat opaq terhadap sinar ultraviolet. Ketergantungan yang lebih ekstrem terhadap frekuensi dapat diamati pada garis serapan gas-gas dingin. Besaran opasitas dapat dikuantifikasi dengan berbagai cara (lihat: Deskripsi matematis tentang opasitas).

Beragam proses dapat menyebabkan munculnya opasitas, termasuk penyerapan, pemantulan, dan penyebaran cahaya.

Referensi

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement