Ojek Difa

Mengalihkan ke:

Ojek Difa adalah sebuah sarana transportasi berbentuk ojek yang diinisasi dan dikemudikan oleh para difabel sekaligus ditujukan untuk para difabel pula. Kebanyakan dari pengemudi (driver) Ojek Difa adalah tunadaksa, yaitu mereka yang mengalami malfungsi pada salah satu bagian tubuhnya, namun masih bisa berjalan sebagaimana orang “normal” lainnya. Pelanggan atau konsumen Ojek Difa juga kebanyakan adalah pada difabel, seperti tunadaksa dengan alat bantu tongkat, kaki palsu, kursi roda, dan yang paling banyak adalah tunanetra.

Sejarah

Awal mula berdirinya Ojek Difa berawal dari pengalaman pribadi Triyono yang merupakan pendiri Ojek Difa. Ia yang berdomisili di Yogyakarta pada waktu itu ditolak untuk melamar menjadi driver Go-Jek. Alasannya tentu saya, karena Triyono adalah seorang difabel tunadaksa. Padahal, di dalam SOP atau ketentuan Go-Jek, tidak ada pelarangan bagi penyandang tunadaksa untuk menjadi driver. Triyono sendiri juga menuturkan bahwa sebagai seorang difabel, ia mengalami kesulitan untuk mencari pekerjaan, begitu pun teman-temannya sesama difabel. Akhirnya, Ojek Difa itu ia inisiasi selain untuk memudahkan sarana transportasi bagi para difabel, juga untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi difabel yang sering kali dipandang sebelah mata.[1]

Gambaran Umum.

Dalam memulai inisatif Ojek Difa, Triyono merekrut beberapa rekan-rekan difabel untuk bergabung. Sebelumnya, Ojek Difa akan mengadakan beberapa pelatihan yang perlu diikuti oleh calon drivernya. Beberapa pelatihan yang diberikan antara lain, pelatihan tata berbicara yang baik dan sopan kepada penumpang, cara menaikkan dan menurunkan penumpang, hingga pelatihan berbicara dalam Bahasa Inggris. Para pengemudi juga harus mengikuti pelatihan tentang menaiki sepeda motor yang sebelumnya telah dimodifikasi oleh Triyono dan rekan-rekannya. Apabila dikuantifikasikan, pelatihan tersebut kurang lebih memakan waktu sekitar tiga bulan. Triyono amat mewajibkan para pengebudi Ojek Difa untuk mengikuti pelatihan tersebut, mengingat berhubungan dengan keselamatan dirinya dan penumpangnya.

Sementara itu, motor-motor yang disedikan oleh Triyono untuk pengemudi Ojek Difa telah dimodifikasi sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan pengemudi. Sebagai misal, pedal gas yang ada dipindah ke bagian tangan kanan pada motor matic, atau dipindah ke sebelah kiri sesuai kebutuhan pengemudi. Motor modifikasi tersebut dengan demikian hanya dapat dipergunakan oleh satu orang karena desain yang dibuat juga menyesuaikan jenis disabilitas yang dialami oleh orang tersebut.

Lebih lanjut lagi, selain motor modifikasi, Ojek Difa juga memberikan fasilitas lain berupa tempat untuk menaruh kursi roda bagi difabel yang menggunakan kursi roda. Ojek Difa juga memberikan kursi roda di dalam motor modifikasi, sehingga difabel yang hendak bepergian tidak perlu susah payah membawa kursi rodanya sendiri. Pengemudi Ojek Difa akan mengantarkan para penumpang sesuai tempat dan waktu yang telah disepakati bersama. Tujuan utamanya tentu saja untuk menyediakan layanan transportasi yang ramah kepada penyandang disabilitas.[2]

Berkaitan dengan lokasi kantor, Ojek Difa berkantor di Jl. Harjowinatan Nomor 6 Puro Pakualaman, Yogyakarta. Seiring berjalannya waktu, Ojek Difa kemudian juga membuka kantor cabang di Perumahan Kalangan Baru 2 Baturetno, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Sedangkan, terkait produk layanan, Ojek Difa menyediakan beberapa layanan seperti Difa City Tour yang merupakan layanan wisata atau tour keliling Kota Yogyakarta dengan harga yang terjangkau.[3] Rute tour yang disediakan adalah Tugu-Malioboro-Keraton-Alun-alun Kidul-Puro Pakualaman; Pasar Seni Gabusan-Pantai Depok-Pantai Parangtritis; Prambanan (full day). Ojek Difa juga memberikan layanan berupa transportasi dan mobilitas yang menjadi layanan utamanya. Di dalam layanan ini, para pengemudi Ojek Difa akan melayani jasa antar/jemput sekolah, pelajar, mahasiswa, karyawan, maupun umum dengan harga terjangkau. Selain transportasi dan mobilitas, Ojek Difa juga melayanai kargo/dokumen yang merupakan jasa pengiriman barang di dalam kota maupun provinsi. Menurut penuturan mereka, barang akan diambil dan diantar dalam waktu yang tepat. Di luar hal-hal yang telah dideskripsikan, Ojek Difa juga memberikan layanan pindah kos bagi mereka yang ingin memindahkan barang-barang kos dengan aman. Layanan terakhir yang mereka tawarkan adalah massage atau pijat tunanetra di mana para pelanggan cukup memesan layanan ini dari rumah kemudian Ojek Difa akan mendatangkan tukang pijat tunanetra ke rumah pelanggan.[2]

Referensi

  1. ^ http://regional.liputan6.com/read/2593710/kisah-triyono-dirikan-ojek-difabel-satu-satunya-di-dunia
  2. ^ a b Yuliasti, Ajeng. 2017. Aksesibilitas Ojek Difa bagi DIfabel di Kota Yogyakarta. Skripsi. Program Studi Ilmu Administrasi Negara (Manajemen dan Kebijakan Publik) Universitas Gadjah Mada
  3. ^ http://pustral.ugm.ac.id/2016/11/30/difa-city-tour-and-transport/

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement