Nitrosamina

Nitrosamina (atau lebih formalnya N-nitrosamina) adalah senyawa organik yang diproduksi melalui proses industri.[1][butuh sumber yang lebih baik] Struktur kimianya adalah R2N−N=O, dengan R biasanya merupakan gugus alkil.[2] Nitrosamina memiliki gugus nitroso (NO+) yang "kemungkinan bersifat karsinogenik pada manusia",[3] yang terikat pada amina yang terdeprotonasi. Sebagian besar nitrosamina bersifat karsinogenik pada hewan.[4] Sebuah tinjauan sistematis tahun 2006 mendukung "hubungan positif antara asupan nitrit dan nitrosamina dengan kanker lambung, antara asupan daging dan daging olahan dengan kanker lambung dan kanker esofagus, dan antara asupan ikan yang diawetkan, sayuran, dan makanan asap dengan kanker lambung, tetapi belum konklusif".[5]
Sejarah dan ketersediaan
Pada tahun 1956, dua ilmuwan Britania Raya yakni John Barnes dan Peter Magee, melaporkan bahwa anggota sederhana dari kelas besar N-nitrosamina, dimetilnitrosamin, menyebabkan tumor hati pada tikus. Studi selanjutnya menunjukkan bahwa sekitar 90% dari 300 nitrosamina yang diuji bersifat karsinogenik pada berbagai jenis hewan.[6]
Paparan Tembakau
Cara umum konsumen awam terpapar nitrosamina adalah melalui penggunaan tembakau dan asap rokok.[7] Nitrosamina spesifik tembakau juga dapat ditemukan dalam tembakau celup Amerika, tembakau kunyah; dan dalam jumlah yang jauh lebih sedikit, yakni pada snus (127,9 ppm untuk tembakau celup Amerika dibandingkan dengan 2,8 ppm pada tembakau celup Swedia atau snus).[8]
Pengotor Obat
Telah terjadi penarikan kembali berbagai obat karena adanya pengotor nitrosamina. Telah terjadi penarikan kembali untuk antagonis reseptor angiotensin II, ranitidin, valsartan, duloksetin, dan lainnya.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat menerbitkan panduan tentang pengendalian pengotor nitrosamina dalam obat-obatan.[9][10] Health Canada menerbitkan panduan tentang pengotor nitrosamina dalam obat-obatan[11] dan daftar batas asupan yang dapat diterima dari pengotor nitrosamina dalam obat-obatan.[12]
Kimia

Kimia organik nitrosamina telah berkembang dengan baik terkait sintesis, struktur, dan reaksinya.[14][15] Nitrosamina biasanya diproduksi melalui reaksi asam nitrit (HNO2) dan amina sekunder, meskipun sumber nitrosil lain (misalnya N2O4, NOCl, RONO) memiliki efek yang sama:[16]
- HONO + R2NH → R2N-NO + H2O
Asam nitrit biasanya muncul dari protonasi nitrit. Metode sintesis ini relevan dengan pembentukan nitrosamina dalam beberapa kondisi biologis.[17] Nitrosasi juga reversibel, terutama dalam larutan asam nukleofil.[18] Aril nitrosamina tersusun ulang menghasilkan para-nitroso aril amina dalam penataan ulang Fischer-Hepp.[19]
Sehubungan dengan struktur, inti C2N2O nitrosamina bersifat planar, sebagaimana ditetapkan oleh kristalografi sinar-X. Jarak N-N dan N-O masing-masing adalah 132 dan 126 pm dalam dimetilnitrosamina,[20] salah satu anggota paling sederhana dari kelas besar N-nitrosamina.
Nitrosamina tidak secara langsung bersifat karsinogenik. Aktivasi metabolik diperlukan untuk mengubahnya menjadi pengalkilasi yang memodifikasi basa dalam DNA, yang menginduksi mutasi. Pengalkilasi spesifik bervariasi dengan nitrosamina, tetapi semuanya diduga memiliki pusat alkildiazonium.[7][13]
Contoh
| Nama zat | Nomor CAS | Sinonim | Rumus molekul | Tampilan fisik | Kategori karsinogenitas |
|---|---|---|---|---|---|
| N-Nitrosonornikotin | 16543-55-8 | NNN | C9H11N3O | Padatan berwarna kuning muda dengan titik leleh rendah | |
| 4-(metilnitrosamino)-1-(3-piridil)-1-butanona[21] | 64091-91-4 | NNK, 4′-(nitrosometilamino)-1-(3-piridil)-1-butanona | C10H15N3O2 | Minyak kuning muda | |
| N-Nitrosodimetilamina | 62-75-9 | Dimetilnitrosamina, N,N-dimetilnitrosamina, NDMA, DMN | C2H6N2O | Cairan kuning | EPA-B2; IARC-2A; karsinogen OSHA; TLV-A3 |
| N-Nitrosodietilamina | 55-18-5 | Dietilnitrosamida, dietilnitrosamina, N,N-dietilnitrosamina, N-etil-N-nitrosoetanamina, dietilnitrosamina, DANA, DENA, DEN, NDEA | C4H10N2O | Cairan kuning | EPA-B2; IARC-2A |
| 4-(Metilnitrosamino)-1-(3-piridil)-1-butanol | 76014-81-8 | NNAL | |||
| N-Nitrosoanabasina | 37620-20-5 | NAB | C10H13N3O | Minyak kuning | IARC-3 |
| N-Nitrosoanatabina | 71267-22-6 | NAT | C10H11N3O | Minyak bening berwarna kuning hingga jingga | IARC-3 |
Referensi
- ^ California Water Boards, State Water Resources Control Board, "Nitrosamines", 09 December 2024
- ^ Beard, Jessica C.; Swager, Timothy M. (21 January 2021). "An Organic Chemist's Guide to N-Nitrosamines: Their Structure, Reactivity, and Role as Contaminants". The Journal of Organic Chemistry. 86 (3): 2037–2057. doi:10.1021/acs.joc.0c02774. PMC 7885798. PMID 33474939.
- ^ World Health Organization, Medical product alert, Note on Nitrosamine impurities, "Update on Nitrosamine impurities", 20 November 2019
- ^ Yang, Chung S.; Yoo, Jeong-Sook H.; Ishizaki, Hiroyuki; Hong, Junyan (1990). "Cytochrome P450IIe1: Roles in Nitrosamine Metabolism and Mechanisms of Regulation". Drug Metabolism Reviews. 22 (2–3): 147–159. doi:10.3109/03602539009041082. PMID 2272285.
- ^ Jakszyn, Paula; Gonzalez, Carlos (2006). "Nitrosamine and related food intake and gastric and oesophageal cancer risk: A systematic review of the epidemiological evidence". World Journal of Gastroenterology. 12 (27): 4296–4303. doi:10.3748/wjg.v12.i27.4296. PMC 4087738. PMID 16865769.
- ^ Advances in Agronomy. Academic Press. 2013-01-08. hlm. 159. ISBN 978-0-12-407798-0.
- ^ a b Hecht, Stephen S. (1998). "Biochemistry, Biology, and Carcinogenicity of Tobacco-Specific N-Nitrosamines". Chemical Research in Toxicology. 11 (6): 559–603. doi:10.1021/tx980005y. PMID 9625726.
- ^ Gregory N. Connolly; Howard Saxner (August 21, 2001). "Informational Update Research on Tobacco Specific Nitrosamines (TSNAs) in Oral Snuff and a Request to Tobacco Manufacturers to Voluntarily Set Tolerance Limits For TSNAs in Oral Snuff".
- ^ "Control of Nitrosamine Impurities in Human Drugs". U.S. Food and Drug Administration (FDA). 24 February 2021. Diarsipkan dari asli tanggal September 1, 2020.
- ^ "Control of Nitrosamine Impurities in Human Drugs - Guidance for Industry". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-09-02.
- ^ "Nitrosamine impurities in medications: Guidance". Health Canada. 4 April 2022. Diakses tanggal 29 March 2024.
- ^ "Nitrosamine impurities in medications: Established acceptable intake limits". Health Canada. 15 March 2024. Diakses tanggal 29 March 2024.
- ^ a b Tricker, A.R.; Preussmann, R. (1991). "Carcinogenic N-Nitrosamines in the Diet: Occurrence, Formation, Mechanisms and Carcinogenic Potential". Mutation Research/Genetic Toxicology. 259 (3–4): 277–289. doi:10.1016/0165-1218(91)90123-4. PMID 2017213.
- ^ Anselme, Jean-Pierre (1979). "The Organic Chemistry of N-Nitrosamines: A Brief Review". N-Nitrosamines. ACS Symposium Series. Vol. 101. hlm. 1–12. doi:10.1021/bk-1979-0101.ch001. ISBN 0-8412-0503-5.
- ^ Vogel, A. I. (1962). Practical Organic Chemistry (Edisi 3rd). Impression. hlm. 1074.
- ^ Smith, Michael B.; March, Jerry (2007), Advanced Organic Chemistry: Reactions, Mechanisms, and Structure (Edisi 6), New York: Wiley-Interscience, hlm. 846–847, ISBN 0-471-72091-7 Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ Williams 1988, hlm. 142.
- ^ Williams, D. L. H. (1988). Nitrosation. Cambridge, UK: Cambridge University. hlm. 128–139. ISBN 0-521-26796-X.
- ^ Smith, Michael B.; March, Jerry (2007), Advanced Organic Chemistry: Reactions, Mechanisms, and Structure (Edisi 6), New York: Wiley-Interscience, hlm. 739, ISBN 0-471-72091-7 Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ Krebs, Bernt; Mandt, Jürgen (1975). "Kristallstruktur des N-Nitrosodimethylamins". Chemische Berichte. 108 (4): 1130–1137. doi:10.1002/cber.19751080419.
- ^ Hecht, Steven S.; Borukhova, Anna; Carmella, Steven G. "Tobacco specific nitrosamines" Chapter 7; of "Nicotine safety and toxicity" Society for Research on Nicotine and Tobacco; 1998 - 203 pages
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


