Ngunduh mantu
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Alasannya ialah: perlu penambahan pranala dalam, perbaikan penulisan rujukan dari blog dan penambahan subjudul. (Juni 2025) |
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Juni 2025) |
Ngunduh mantu adalah salah satu tradisi pernikahan yang menjadi adat di Kota Palembang. Tradisi ini dilakukan setelah proses akad nikah dan resepsi pernikahan. Tradisi ini menunjukkan kembalinya pasangan baru ke rumah keluarga pengantin untuk menerima berkat dan ucapan selamat. Ngunduh mantu biasanya dilakukan beberapa hari setelah resepsi pernikahan. Untuk menikah sesuai dengan adat-istiadat perkawinan Palembang, ada banyak tahap yang harus dilewati. Wakil keluarga laki-laki memulai dengan mengunjungi rumah si gadis secara "terselubung" untuk mencari calon mempelai. Kunjungan tersebut bertujuan untuk menentukan apakah si gadis layak menjadi istri berdasarkan kepandaiannya, ketaatan ibadah, kecantikan, dan tabiatnya.[1] Ngunduh mantu bukan hanya pesta. Selain itu, acara ini berfungsi sebagai representasi penerimaan menantu perempuan oleh pihak pria ke dalam keluarga besar, menjadikannya bukan lagi sekadar tamu tetapi bagian integral dari keluarga baru. Inilah yang membedakan ngunduh mantu dari resepsi pernikahan konvensional.[2]
Keluarga, kerabat, dan teman-teman pengantin menghadiri acara tersebut. Keluarga pengantin pria datang ke rumah keluarga pengantin wanita untuk memulai prosesi Ngunduh Mantu. Musik tradisional biasanya mengiringi rombongan dan membawa berbagai seserahan, seperti makanan, kain, dan perhiasan. Keluarga pengantin wanita akan menghargai kedatangan rombongan. Dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan-makan bersama, acara berakhir. Orang tua pengantin wanita akan memberikan restu kepada kedua pengantin dan mendoakan mereka bahagia dan bahagia di rumah mereka. Secara filosofis, tradisi Ngunduh Mantu bertujuan untuk memperkuat hubungan antara keluarga besar pengantin. Selain itu, acara ini menunjukkan bahwa pengantin pria resmi menjadi anggota keluarga pengantin wanita.[3]
Adat pernikahan Palembang berasal dari Kesultanan Palembang Darussalam. Pada masa itu, kesultanan adalah pemangku adat Palembang. Adat pernikahan yang membutuhkan banyak waktu, tenaga, dan uang sangat mungkin dilakukan oleh seorang keturunan kaya yang mampu. Namun, ketika Sultan Mahmud Badaruddin II diasingkan ke Ternate dan Belanda mengambil alih Kesultanan Palembang, prosesi adat pernikahan perlahan mengalami kemunduran. Banyak masyarakat tidak melakukannya lagi.[4] Keluarga laki-laki menjemput pengantin perempuan saat gunduh Mantu. Adat Perkawinan Suku Palembang memiliki makna filosofis. Adat ini mengajarkan nilai-nilai kesantunan, gotong royong, dan kekeluargaan. Masyarakat Suku Palembang dapat mempererat tali silaturahmi dan menjaga kelestarian budaya melalui adat perkawinan.[5]
Referensi
- ^ alt="">, <img src="//blogger googleusercontent com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvvxd-XYYasE6I3IE_gDMWOJcmcMT3pt9WLn_A3XL3XeuozD1oadDio47AC-0l0g-xq6BAoSA66WCupv9In7pQsLIwwBdUWZfsWNBsCVOc3y287jyTatmOaX7pBg6hSZw/s45-c/PicsArt_05-23-11 22 00 jpg" width="35" height="35" class="photo". "Adat Istiadat Pernikahan Palembang". Diakses tanggal 2025-06-17. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ Kartika, Dian (2025-04-09). "Ngunduh Mantu: Lebih dari Sekadar Resepsi Kedua, Tradisi Sambut Anggota Keluarga Baru". MAMIKA ID. Diakses tanggal 2025-06-17.
- ^ "Adat Pernikahan Palembang: Tradisi dan Maknanya - PERINTIS". 2024-03-25. Diakses tanggal 2025-06-17.
- ^ Syarifuddin, Syarifuddin; Asmi, Adhitya Rol; Susanti, Helen (2022-01-17). "Pergeseran Tata Cara Pelaksanaan Adat Pernikahan di Palembang 1990-2010". MOZAIK HUMANIORA. 21 (2): 239–252. doi:10.20473/mozaik.v21i2.22816. ISSN 2442-935X.
- ^ Wage, Mbah (2024-05-24). "Lebih Dekat dengan Suku Palembang: Identitas dan Kekayaan Budaya". Biotifor (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-06-17.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


