Ngunduh Damar
Artikel ini perlu ditulis ulang agar memenuhi standar Wikipedia. (November 2025) |
Artikel ini perlu dirapikan dan ditata ulang agar memenuhi pedoman tata letak Wikipedia. |
Ngunduh Damar adalah tradisi turun-temurun masyarakat pesisir di wilayah Krui-Pesisir Barat, Provinsi Lampung, proses ini merupakan memanen getah pohon damar (sering disebut juga dengan nama lain damar mata kucing) di kebun/kawasan damar yang disebut repong.[1]
Proses Ngunduh Damar
Proses Ngunduh Damar di wilayah Krui-Pesisir Barat memiliki beberapa tahapan sebelum damar diunduh dengan sempurna tahapan tersebut meliputi :
1.Persiapan Alat
Sebelum mulai memanen petani biasanya menyiapkan alat terlebih dahulu antara lain: Ambon berupa tali atau sabuk tradisional yang berfungsi untuk mengaitkan antara badan dan pohon saat memanjat pohon damar, lalu terdapat juga alat berupa pisau kecil yang digunakan untuk mengunduh damar, dan ada juga alat khusus yaitu berupa Tembilung yang digunakan untuk menampung hasil panen atau wadah pengganti ember yang terbuat dari pelepah aren, dan alat yang terakhir ada Bebalang berupa alat gendong untuk menjadi tempat seluruh peralatan dan hasil panen.[2]
2.Menentukan Pohon yang ''Matang''
Pohon damar yang bisa dikatakan matang (siap panen) yaitu pohon yang sudah berusia minimal 15 tahun dan tingginya 20-40 meter, pohon damar umumnya dipanen sebulan sekali setelah di deres dan getah berwarna bening hingga kekuningan (lebih mahal).[3]
3.Proses Memanjat
Dengan tinggi pohon sekitar 20-40 meter, petani menggunakan Ambon untuk membantu memanjat pohon.
Cara Memanjat:
- Ambon dipasang melingkar di pohon dan pinggang.
- Petani menggeser ambon naik sedikit demi sedikit.
- Sambil membawa alat memanen damar.
4. Mengambil Getah (Ngunduh)
Dibagian batang yang sebelumnya disayat (deres), damar mengeras dan membentuk bongkahan.
Langkahnya :
- Petani membersihkan luka lama bekas deresan.
- Bongkahan damar yang sudah mengeras dicungkil menggunakan pisau deres.
- Getah yang sudah diambil ditampung di temilung.
Jenis damar yang diambil :
- Damar mata kucing →paling bening (kualitas tertinggi).
- Damar batu → kuning kecokelatan.
5.Membersihkan dan Memilah
Dibawah, getah damar dipilah :
- Paling bening →kualitas terbaik, harga tertinggi.
- Kuning kecokelatan→kualitas rendah.
- Kotoran (kulit kayu, ranting) dibersihkan.
6.Pengumpulan dan Penjualan
Setelah bersih, damar:
- Dikeringkan
- Ditimbang
- Dijual ke tengkulak atau pengepul di pasar Krui
- Lalu diekspor untuk industri vernis, kosmetik, cat, dupa, dan kerajinan.
Nilai Budaya
Di Krui, ngunduh damar bukan sekadar pekerjaan, tetapi bagian dari:
- Tradisi turun-temurun masyarakat Pesisir Barat
- Pelestarian repong damar (hutan adat)
- Identitas masyarakat Saibatin Lampung.[4]
Referensi
- ^ R, Rahmadi (2020-06-07). "Repong, Cara Masyarakat Lampung Melestarikan Hutan". Mongabay.co.id. Diakses tanggal 2025-11-18.
- ^ "Ngunduh Damar di Pekon Rawas, Krui - Pesisir Barat Lampung". Diakses tanggal 2025-11-18.
- ^ R, Rahmadi (2020-06-07). "Repong, Cara Masyarakat Lampung Melestarikan Hutan". Mongabay.co.id. Diakses tanggal 2025-11-18.
- ^ R, Rahmadi (2020-06-07). "Repong, Cara Masyarakat Lampung Melestarikan Hutan". Mongabay.co.id. Diakses tanggal 2025-11-18.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


