Nessebar
| Situs Warisan Dunia UNESCO | |
|---|---|
Dari kiri atas: Pelabuhan utara, Gereja Kristus Pantokrator, Kincir angin kayu di tanah genting, Gereja St John Aliturgetos, Rumah tua dan tembok kota, Gereja St Sophia, Teluk selatan kota tua | |
| Nama resmi | Kota Kuno Nessebar |
| Lokasi | Burgas, Bulgaria |
| Kriteria | Budaya: iii, iv |
| Pengukuhan | 1983 (Sesi ke-7) |
Nessebar adalah kota kuno di Bulgaria yang termasuk dalam Daftar Situs Warisan Dunia UNESCO, Terletak di sebuah semenanjung berbatu kecil dengan panjang 850 meter dan lebar 350 meter, dikenal sebagai salah satu kota tertua di Eropa dengan sejarah lebih dari 3.200 tahun.[1]
Sejarah
Nesebar atau Mesembria kuno adalah kota di Laut Hitam, Bulgaria, yang terletak di sebuah semenanjung kecil. Pada 72 SM, kota ini ditaklukkan oleh Romawi dan menjadi bagian permanen Kekaisaran Romawi, mempertahankan tembok pertahanan dan bangunan publiknya. Kota ini terus mencetak koin sendiri dan menjadi pusat perdagangan dan budaya penting. Setelah pengakuan Kristen sebagai agama resmi, banyak gereja dan infrastruktur baru dibangun, termasuk gereja St. Sophia. Nesebar masuk ke wilayah Bulgaria pada tahun 812 oleh Khan Krum dan tetap menjadi wilayah penting di bawah Tsar Simeon Agung. Pada abad ke-12 dan ke-13, kota ini menjalin perdagangan aktif dengan Mediterania, Adriatik, dan kerajaan utara Donau. Banyak gereja bersejarah dibangun, termasuk Santo Stefanus dan Santo Yohanes Pembaptis. Dari 1201 hingga 1263, Nesebar kembali menjadi bagian Bulgaria dan tetap berperan penting dalam politik Bulgaria dan Bizantium. Gereja-gereja lain seperti St. Paraskeva, St. Todor, dan St. Malaikat Agung Gabriel dan St. Malaikat Agung Michael dibangun mengikuti gaya arsitektur Tarnovo. Kota ini menjalin hubungan dengan Konstantinopel, Venesia, Genoa, Pisa, Ancona, dan Dubrovnik. Pada masa Tsar Ivan Alexander, Nesebar mencapai kemakmuran, banyak biara dan gereja baru didirikan, dan kota ini menjadi pusat pendidikan religius. Dahulu terdapat sekitar 40 gereja, yaitu saat ini 23 gereja masih bertahan, sehingga kota ini dijuluki "Ravenna Bulgaria". Pada 1366, Nesebar ditaklukkan oleh ksatria Savoya dan kemudian diserahkan ke Bizantium. Kota ini akhirnya jatuh ke tangan Ottoman pada 1453, bersamaan dengan Konstantinopel.[2]
Perlindungan dan pengelolaan
Pengelolaan warisan budaya di Nessebar dilakukan melalui sejumlah regulasi dan rencana resmi. Undang-Undang Warisan Budaya (2009) mengatur penelitian, pelestarian, dan promosi properti tak bergerak di Bulgaria, termasuk pengembangan rencana konservasi dan manajemen untuk situs Warisan Dunia. Peraturan No.8 Komite Kebudayaan dan Komite Arsitektur serta Pekerjaan Umum menetapkan tata ruang, proyek konservasi, restorasi, pembangunan baru, serta batas dan zona kontak situs. Selain itu, Institut Nasional untuk Warisan Budaya Tak Bergerak menyusun Rencana Arahan (Directive Plan) yang memberikan analisis dan proyeksi pengembangan kota, dengan tujuan mendukung perlindungan dan pembangunan berkelanjutan, meskipun dokumen ini memerlukan pembaruan agar sesuai kondisi terkini. Rencana Konstruksi dan Regulasi Kota Kuno Nessebar (1981), beserta rencana awal 1991, mengatur penggunaan lahan, jenis bangunan, serta taman dan kebun. Perencanaan tata ruang diatur pula melalui Undang-Undang Perencanaan Tata Ruang (2001) yang menetapkan perlindungan wilayah dan pengelolaan warisan budaya di Bulgaria[3]
Referensi
- ^ "Municipality Nessebar (Bulgaria)". Arhicup.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-19.
- ^ "Nesebar". The Byzantine Legacy (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-19.
- ^ Centre, UNESCO World Heritage. "Ancient City of Nessebar". UNESCO World Heritage Centre (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-19.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


