Neom
Neom
نيوم | |
|---|---|
Megacity / Proyek pengembangan kota | |
Rencana lokasi Neom | |
Neom | |
| Koordinat: 27°55′30″N 35°17′24″E / 27.92500°N 35.29000°E | |
| Country | Saudi Arabia |
| Province | Tabuk |
| Introduced | 2017 |
| Pendiri | Mohammed bin Salman |
| Pemerintahan | |
| • CEO | Aiman Al‑Mudaifer (2024–) |
| Luas | |
| • Total | 26.500 km2 (10,200 sq mi) |
| Populasi (2045) | |
| • Total | 9.000.000 |
| Zona waktu | UTC+03:00 (Arabian Standard Time) |
| Situs web | neom.com |
Neom adalah sebuah kota dagang bebas masa depan yang dicanangkan oleh Kerajaan Arab Saudi bekerja sama dengan perusahaan minyak Saudi Aramco dan dipublikasikan kepada khalayak pada akhir Oktober 2017.[1] Luas kota ini direncanakan mencapai 26.500 km² dan melintasi tiga negara yakni Arab Saudi, Mesir, dan Yordania. Lokasi dari kota ini direncanakan sejajar dengan Laut Merah dan Teluk Aqaba serta dekat dengan Terusan Suez.[1] Proyek kota Neom ini merupakan salah satu langkah bagi Kerajaan Arab Saudi dalam melakukan diversifikasi ekonomi mereka seiring dengan menipisnya cadangan devisa negara dan rendahnya harga minyak di pasar global.[1] Untuk pengembangan proyek kota Neom ini Kerajaan Arab Saudi akan mengucurkan dana sebesar 500 miliar dolar AS dan nantinya kota ini akan dimiliki oleh dana kekayaan kedaulatan (sovereign wealth fund) Saudi Public Investment Fund.[1]
Neom digadang-gadang sebagai kota kapitalis pertama di dunia di mana kehidupan dan sistem hukumnya akan lebih liberal daripada di wilayah Arab Saudi lainnya.[1] Kota ini juga akan dirancang sebagai kota berkesinambungan di mana listrik untuk konsumsi kota tersebut akan dihasilkan oleh tenaga surya dan produksi makanannya berasal dari lahan tani vertikal. Selain itu pekerjaan-pekerjaan repetitif di kota ini akan diotomasi.[2] Neom juga menonjol melalui penerapan sistem otomasi dan teknologi canggih dalam berbagai sektor, mulai dari konstruksi hingga pertanian. Pada akhir 2024, NEOM Investment Fund (NIF) bekerja sama dengan Samsung C&T menandatangani perjanjian joint venture senilai lebih dari SAR 1,3 miliar (sekitar US $350 juta) untuk mengotomasi proses fabrikasi kerangka tulangan beton (rebar cage) dengan robotik las dan pengikat otomatis, yang diyakini dapat mengurangi hingga 80% jam kerja manual dan memangkas limbah bahan hingga 40%.[3]
Hingga 2025, Neom semakin fokus menyelesaikan fase awal The Line, terutama segmen “Hidden Marina” sepanjang ±2,4 km. Citra satelit terbaru menunjukkan bangunan marina setinggi 500 m mulai menguat, dengan ribuan pondasi siap untuk kawasan hunian pertama yang diharapkan menampung sekitar 200.000 orang.[4][5] Di sisi administratif dan keuangan, CEO baru Aiman al‑Mudaifer memimpin audit ulang dan peninjauan proyek menyeluruh. Timnya menunda beberapa bagian karena tekanan finansial; satu analis menjelaskan penundaan sekitar 6–12 bulan agar kondisi ekonomi stabil dapat mendukung ekspansi berikutnya.[6]
Lihat pula
Referensi
- ^ a b c d e Saudi megacity to be floated: Crown Prince. Straits Times, 28 Oktober 2017. Diakses tanggal 5 November 2017.
- ^ Saudi Arabia to invest $500 billion in fully automated city spanning three countries. Dezeen, 27 Oktober 2017. Diakses tanggal 5 November 2017.
- ^ "NEOM and Samsung C&T construction automation technology". www.neom.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-06-27.
- ^ designboom, ravail khan I. (2025-04-29). "NEOM's linear city, THE LINE, advances with stadium in the sky and mirrored marina". designboom | architecture & design magazine (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-06-27.
- ^ Porter, Tom. "Satellite images show 'Hidden Marina' being built for Saudi Arabia's $2 trillion megacity". Business Insider (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-06-27.
- ^ Bryan, Kenza (2025-05-04). "Neom climate adviser warns futuristic city could alter weather patterns". Financial Times. Diakses tanggal 2025-06-27.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


