Natas Banyang
Natas Banyang merupakan Ciri khas budaya lokal yang ada setiap daerah khususnya di kabupaten Barito Timur memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Seperti pada upacara adat pernikahan Dayak Maanyan yang dinamakan upacara Natas Banyang upacara ini memiliki makna setiap tahapan pada proses upacara dan memilik simbol-simbol yang terkandung dalam upacara Natas Banyang[1]
Asal Usul Natas Banyang
Asal-usul Natas Banyang ini terjadi zaman Nansarunai yakni suatu nama tertua dari suku Dayak Maanyan yang dalam kedaan jayanya kata ini mempunyai arti aman tentram dan damai sejahtera. Ritual ini melibatkan benang dan tebu yang diikat pada tiang banyang itu yakni untuk sebuah kesepakatan yang diadakan antara kedua belah pihak tersebut[2]
Makna dan Simbol Natas Banyang
Natas banyang artinya Natas adalah memutus atau memotong sedangkan Banyang perintang dibuat di depan rumah pengantin perempuan pada upacara pernikahan adat Dayak Maanyan yang membatasi antara keluarga penganti pria dan keluarga pengantin perempuan yang dihalangi oleh dua tebu yang dibuat horizontal dan dihiasi dengan janur, bermacam- macam buah, bahalai, piring, lading dan piduduk yang diletakkan pada samping pagar merupakan syarat dari ritual upacara natas banyang agar tidak membawa kesialan, malapetaka dan musibah [1]
Pelaksanaan Natas Bayang
Natas banyang berada di depan pintu masuk rumah calon mempelai perempuan yang didirikan sejenis gapura (pagar banyang) yang dihiasi dengan daun kelapa dan digantung berbagai buah-buahan dan sayuran. kegiatan yang dilaksanakan sebelum pihak pengantin pria memasuki rumah dari pengantin wanita, rombongan keluarga pengantin pria akan disambut oleh pihak keluarga pengantin wanita dan disambut dengan pelaksanaan Natas Banyang, dimana Natas Banyang merupakan kegiatan berbalas-balas mengucapkan kata kiasan yang memiliki makna yang tersirat dari setiap kata kiasan yang dilantunkan, bisa dikatakan Natas Banyang merupakan salah satu sastra lisan yang di miliki oleh masyarakat BaritoTimur [2]
Referensi
- ^ a b Widia, Elin; Poerwadi, Petrus; Cuesdeyeni, Patricia; Linarto, Lazarus (2023). "Makna Simbolik Natas Banyang Pada Upacara Pernikahan Adat Dayak Maanyan di Barito Timur Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Sastra di SMA". Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa. 1 (4): 155–171. doi:https://doi.org/10.59024/bhinneka.v1i4.388. ; ; ;
- ^ a b Pradana, Antoni; Asi, Yuliati (2024). [e-journal.upr.ac.id "Analisis Struktur Sastra Lisan Natas Banyang Dalam Perkawinan Adat Dayak Maanyan Di Desa Dayu Kecamatan Karusen Janang"]. Jurnal Tambuleng Pendidikan Seni Tari, Musik dan Drama. 5 (1): 31–39. doi:10.37304/jt.v5i1.13359. ;
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


