Nasywa Adivia Wardana
Nasywa Adivia Wardana merupakan remaja perempuan berasal dari kabupaten Tebo, provinsi Jambi, Indonesia. Saat masih duduk di bangku SMA ia menjadi pembicara (speaker) mewakili Indonesia dalam pertemuan internasional tingkat tinggi mengenai perubahan iklim, yaitu Conference of the Parties - United Nation Framework Convention on Climate Change (COP-UNFCCC) dalam sesi "Young and Fearless: The Powerful Voices of Young Women Environmental Right Defenders" Ke- 28 di Dubai, Uni Emirat Arab yang berlangsung pada selasa, 5 Desember 2023. Nasywa hadir karena dinilai mampu melakukan aktivitas penangana perubahan iklim bersama organisasi pembinanya, Serikat Perempuan Indonesia (Seruni).[1][2] Pada tahun 2024, Nasya bersama satu rekannya Qurrota A’yun Nur Ramadhani juga hadir kembali pada forum yang sama edisi COP ke 29 di Baku, Azerbaijan.[3] Nasywa tercatat pernah menjadi mahasiswa di jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia tahun 2025. [4]
Latar Belakang & Motivasi
Nasywa berasal dari Provinsi Jambi, ketika kecil pernah menjadi korban kabut asap akibat kebakaran lahan gambut/hutan Pulau Sumatra terutama di Riau. Ia tinggal berbulan-bulan dengan masker dan tabung oksigen, hingga tak bisa sekolah atau bermain seperti anak seusianya, ia sering mendengar pembicaraan tentang kebakaran lahan gambut dan hutan untuk pekebunan besar kelapa sawit secara berulang-ulang, karena pengalaman tersebut, ia mulai terlibat langsung dalam perjuangan pemulihan lingkungan sejak remaja. tinggal dan melanjutkan sekolah di pedesaan Kabupaten Tebo, membangun "taman ekologis rivera park" mengubah lahan dan sungai rusak akibat pertambangan emas tradisional menjadi salah satu destinasi wisata di Jambi, juga aktif mempromosikan penanaman tanaman pangan organik yang ramah lingkungan.[1] Berdasarkan pengalaman tersebut mendorong ia dan anak-anak lain terlibat aksi menuntut penanganan kabut asap, melakukan pelayanan korban asap, serta menulis puisi dan lagu tentang alam.[5][6]
Tantangan & Prespektif
Nasywa menyadari bahwa memulihkan lingkungan bukanlah hal yang mudah mengingat dukungan pemerintah untuk membangun ekowisata terbatas, pengetahuan masyarakat masih minim dan ekonomi masyarakat terkadang bergantung pada produksi yang merusak lingkungan. setelah hadir di COP28, ia menyatakan bahwa matanya semakin terbuka melihat masalah global, bahwa penderitaan yang ia alami sendiri ternyata juga dialami jutaan remaja dan perempuan di seluruh duni, pulau-pulau yang terancam tenggelam, krisis pangan, bencana kelaparan dan kerusakan iklim akibat eksploitasi oleh segelintir penguasa ekonomi-politik.[1]
Tujuan
Tujuan pertemuan COP-28 sendiri dihadiri oleh para pemimpin dunia, pelaku usaha, ilmuwan dan aktivis untuk membahas penanganan perubahan iklim.[2]
Referensi
- ^ a b c Jambi, Inspirasi (2023-12-07). "Siswi Asal Tebo Jadi Pembicara Ditengah Pemimpin Dunia, Dalam Pertemuan Internasional Di DUBAI". INSPIRASIJAMBI. Diakses tanggal 2025-11-05.
- ^ a b "Siapa Nasywa Adivia Wardana, Siswi Asal Jambi yang Jadi Speaker di Pertemuan Internasional di Dubai". Bangkapos.com. Diakses tanggal 2025-11-07.
- ^ "2 Pelajar dari Jambi di Forum COP29 Baku, Begini Seruan Mereka Soal Krisis Iklim". Tempo. 2024-11-22. Diakses tanggal 2026-02-26.
- ^ ppdikti mahasiswa https://pddikti.kemdiktisaintek.go.id/detail-mahasiswa/X2YmjvmpiG5uXMeCIdkfgUyGhFgX9eI0vs4dK-Cqjm6HUiZFatUQGnwhfWlkBnGIWvMkXA==. Diakses tanggal 2026-02-26.
- ^ Ramadhanti, Arfiah (2023-12-06). "Banggakan Indonesia, Siswi SMA Jambi Jadi Pembicara di Pertemuan Internasional". www.obsessionnews.com (dalam bahasa in). Diakses tanggal 2025-11-07. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ Rosa, Nikita. "Sosok Nasywa, Siswa SMA Jambi yang Bersuara Soal Iklim di PBB". detikedu. Diakses tanggal 2026-02-26.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


