Narik Sukmo: Menari atau Mati

Narik Sukmo: Menari atau Mati adalah sebuah film horor Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Indra Gunawan. Film tersebut menampilkan Teuku Rifnu Wikana, Nugie, Aliando Syarief, Kinaryosih, Yama Carlos, Febby Rastanty, Dea Annisa, Elly D. Luthan dan Maryam Supraba. Film tersebut diadaptasi dari novel berjudul sama karya Dewie Yulliantina. Film tersebut dirilis pada 3 Juli 2025.[1]

Sinopsis

Kenara Cahyaningrum (Febby Rastanty) merupakan seorang mahasiswi yang dulunya gemar menari. Kedatangannya ke Desa Kelawangin, tempat tinggal sahabatnya Ayu (Dea Annisa), justru memicu munculnya dendam lama yang siap menuntut balas.

Sejak hari pertama tiba, Kenara sudah merasakan hal-hal janggal. Malam itu, hujan turun deras disertai petir yang menggelegar. Ia juga menyadari adanya tatapan tajam penuh curiga dari sejumlah warga desa. Tak lama, mimpi aneh mulai menghantui. Sosok bayangan hitam muncul dan seolah ingin menelannya. Hal yang lebih menyeramkan, tubuh Kenara secara tak sadar mulai bergerak menari sendiri.

Keanehan demi keanehan mulai terungkap ketika Kenara secara tidak sengaja memasuki sebuah kamar terlarang di rumah Ayu. Sejak saat itu, musibah pun datang silih berganti. Warga desa mulai meninggal secara misterius, dan Kenara makin sering menari secara tidak wajar. Penduduk desa mengenali gerakan tarian itu, Tarian Narik Sukmo. Itu adalah sebuah tarian kematian yang dahulu dibawakan pasangan kekasih Banyu Janggala Bagwahanta dan Ratimayu, yang telah meninggal 20 tahun lalu.

Lambat laun, Kenara menyadari bahwa Banyu dan Ratimayu bukanlah roh jahat, melainkan sepasang kekasih yang kisah cintanya dirusak oleh kelicikan warga desa sendiri. Tarian yang selama ini dianggap kutukan ternyata menyimpan pesan cinta dan penderitaan yang tak pernah selesai.

Pemeran

Referensi

  1. ^ "Sinopsis Narik Sukmo, Film Horor tentang Tarian Mematikan". Tempo.co.


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement