Naguib Mahfouz

Naguib Mahfouz
Mahfouz in 1982.
Mahfouz in 1982.
Nama asli
نجيب محفوظ عبد العزيز إبراهيم أحمد الباشا
LahirNaguib Mahfouz Abdul Aziz Ibrahim Ahmed Pasha
(1911-12-11)11 Desember 1911
Gamalya, Kairo, Mesir
Meninggal30 Agustus 2006(2006-08-30) (umur 94)
Agouza, Kegubernuran Giza, Mesir
Pekerjaan
  • Novelist
  • writer
  • screenwriter
Bahasa
KebangsaanMesir
KewarganegaraanMesir
AlmamaterUniversitas Kairo
Periode1932–2004
Genre
  • Novel
  • Short story
SubjekThe Egyptian hara
GerakanRealisme sastra
Tahun aktif1932–2004
Karya terkenal
Penghargaan terkenalNobel Prize for Literature (1988)
Pasangan
Atiyyatallah Ibrahim
(m. 1954⁠–⁠2006)
Anak
  • Fatima
  • Umm Kalthum

Naguib Mahfouz (bahasa Arab: نجيب محفوظ, Nağīb Maḥfūẓ; Gamaliya, Kairo, 11 Desember 191130 Agustus 2006) adalah seorang novelis Mesir yang mendapatkan Penghargaan Nobel dalam bidang sastra pada tahun 1988.

Naguib Mahfouz dilahirkan di daerah Gamaliya di Kairo. Namanya diberikan orangtuanya sesuai dengan nama Profesor Naguib Pasha Mahfouz, dokter yang membantu kelahirannya. Mahfouz, yang lama menjadi pegawai negeri, berdinas di Kementerian Wakaf Mortmain, kemudian menjabat sebagai Direktur Badan Sensor di Biro Seni, Direktur Yayasan Pendukung Bioskop, dan akhirnya sebagai konsultan di Kementerian Kebudayaan. Ia menerbitkan lebih dari 30 novel. Ia memperoleh Penghargaan Nobel dalam Sastra pada tahun 1988.

Dalam menuliskan novel-novelnya, Naguib Mahfouz menceritakan kembali materi sejarah yang panjang sejak zaman Firaun hingga zaman modern dalam bentuk novel. Peradaban Mesir yang tinggi terlihat jelas dalam karya-karya awalnya. Itu adalah periode novel roman sejarah yang berasal dari sejarah Mesir kuno, termasuk alegori dan simbolisme kisah para nabi. Latar belakang sejarah Mesir atau cerita rakyat yang berkembang di masyarakat Mesir pada waktu itu memikat perhatiannya. [1]

Banyak dari novelnya mula-mula diterbitkan dalam bentuk seri, termasuk Anak-anak Gebelawi dan Lorong Midaq yang diadaptasi menjadi sebuah film Meksiko yang dibintangi Salma Hayek (El callejón de los milagros).

Anak-anak Gebelawi (1959), salah satu karya terbaik Mahfouz, dilarang beredar di Mesir karena menggambarkan Allah dan agama-agama Abrahamik monoteistik Yudaisme, Kristen dan Islam yang dianggap menghujat. Pada 1989, setelah dikeluarkannya fatwa murtad terhadap Salman Rushdie, seorang teolog Mesir yang buta, Omar Abdul-Rahman, mengatakan kepada seorang wartawan bahwa andaikata Mahfouz telah dihukum karena menulis novel ini, Rushdie tentu tidak akan berani menerbitkan novelnya. Syekh Omar selalu mengatakan bahwa ini bukanlah fatwa, tetapi pada 1994 para ekstremis Islam, yang percaya bahwa itu adalah sebuah fatwa, berusaha membunuh novelis berumur 82 tahun itu, menikam lehernya di luar rumahnya di Kairo, Mahfouz bertahan dan sejak itu terus-menerus dikawal. Akhirnya, pada awal 2006, novelnya diterbitkan di Mesir dengan pengantar yang ditulis oleh Ahmad Kamal Abu Almajd.

Pemain trompet dan komponis Amerika Serikat Dave Douglas memberikan judul kepada sebuah lagu dalam albumnya tahun 2001 Witness "Mahfouz". Musik sepanjang 25 menit itu menampilklan penyanyi Tom Waits yang membacakan kutipan dari karya-karya Mahfouz.

Karena dukungannya yang vokal terhadap upaya perdamaian Presiden Anwar Sadat di Kamp David bersama Israel, buku-bukunya dilarang di banyak negara Arab. Hal ini berubah setelah ia memperoleh Penghargaan Nobel.

Hingga saat meninggalnya, Mahfouz adalah penerima Penghargaan Nobel tertua yang masih hidup untuk bidang Sastra dan tertua ketiga di sepanjang masa setelah Bertrand Russell dan Halldor Laxness. Pada Juli 2006, Mahfouz dibawa ke unit gawat darurat karena luka di kepalanya setelah ia terjatuh. Ia meninggal dunia pada usia 94 tahun pada 30 Agustus 2006.[2]

Karya-karya

Rujukan

  1. ^ Mas'adi, M. Anwar; Faisol, M.; Zakiyah, Umi (2019-02). "Egypt in The Perspective of Najib Mahfoudz" (dalam bahasa Inggris). Atlantis Press: 144–147. doi:10.2991/icclas-18.2019.38. ISBN 978-94-6252-663-1. ;
  2. ^ "Naguib Mahfouz, First Writer in Arabic to Win Nobel Prize, Dies at 94". New York Times. August 30, 2006.

Lihat pula

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement