Museum Sarnath
Pemandangan depan Museum Sarnath | |
Location within India | |
| Didirikan | 1910 |
|---|---|
| Lokasi | Saranath (dekat Varanasi) |
| Jenis | Museum arkeologi |
| Koleksi | Seni Buddha, patung, dan barang antik |
| Situs web | www |
Museum Sarnath, yang merupakan museum situs tertua yang dikelola oleh Survei Arkeologi India (Archaeological Survey of India), menyimpan 6.832 patung dan artefak yang ditemukan dari penggalian di situs arkeologi Sarnath. Situs penting ini berlokasi di dekat Varanasi, di negara bagian Uttar Pradesh.[1]
Sejarah
Untuk melindungi artefak antik yang ditemukan di situs Sarnath, Pemerintah India memutuskan pada tahun 1904 untuk mendirikan sebuah museum di dekat lokasi penggalian. Museum ini, yang pembangunannya diprakarsai oleh Direktur Jenderal Arkeologi India saat itu, Sir John Marshall, selesai pada tahun 1910. Desainnya dibuat oleh konsultan Arsitek Pemerintah India, James Ramson, dan bentuk denahnya menyerupai setengah biara (Sangharam). Tujuannya adalah untuk menyimpan, memamerkan, dan memfasilitasi studi terhadap benda-benda bersejarah tersebut.
Galeri
Museum ini menyimpan dan memamerkan koleksi artefak yang berasal dari abad ke-3 SM hingga abad ke-12 M dari Sarnath, yang didistribusikan di lima galeri dan dua beranda.

Sarnath merupakan sumber kekayaan patung, artefak, dan reruntuhan bangunan, termasuk patung-patung Buddha dan Bodhisattva. Museum ini kini menyimpan spesimen seni Buddha terbaik dan peninggalan paling signifikan yang ditemukan di situs tersebut.
Walaupun museum Sarnath paling dikenal karena memamerkan Patung Singa Ashoka yang ikonik, koleksinya juga menampilkan beragam artefak Buddha lainnya. Salah satu pameran yang sangat menonjol adalah patung Buddha abad ke-5. Patung ini menggambarkan Sang Buddha dalam posisi duduk bersila dengan mata yang tertutup, menunjukkan meditasi yang mendalam, dan dikelilingi oleh lingkaran cahaya di sekitar kepalanya. Selain itu, pengunjung juga dianjurkan untuk menjelajahi patung-patung bodhisattva yang menarik.
Selain Patung Singa Ashoka dan patung Buddha abad ke-5, koleksi Museum Sarnath meliputi beragam patung Bodhisattva, termasuk figur seukuran manusia, sebuah gambaran Bodhisattva yang indah memegang bunga teratai, dan patung perunggu Bodhisattva berlengan ganda. Museum ini juga menampilkan koleksi figur dan patung yang mencakup periode Maurya, Kushana, dan Gupta. Di antara pameran tersebut, terdapat patung Buddha tertua yang ditemukan di Sarnath dan sejumlah patung Dewa Hindu yang berasal dari abad ke-9 hingga ke-12 Masehi.
Patung Singa Ashoka

Patung Singa Ashoka yang terkenal, sebuah patung asli dari batu pasir yang berasal dari sekitar tahun 250 SM, kini dilestarikan di Museum Sarnath setelah awalnya dipasang di atas Pilar Ashoka. Bagian atas patung ini (tanpa alas teratai terbalik) telah diadopsi sebagai Lambang Nasional India. Lambang ini menampilkan empat singa yang berdiri saling membelakangi di atas dasar melingkar yang dihiasi dengan Cakra Ashoka di tengahnya, diapit oleh figur Kuda di sisi kiri dan Banteng di sisi kanan. Di sisi dasarnya yang berlawanan, terdapat ukiran Gajah dan singa. Selain itu, Cakra Ashoka yang terdapat pada dasar patung juga diabadikan di bagian tengah Bendera Nasional India. Museum juga memamerkan pecahan cakra dharma batu yang dulu berada di puncak singa.
Referensi
- ^ Singh, Binay (26 March 2011). "A rich repertoire of glorious past". The Times of India. Varanasi. TNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 January 2013. Diakses tanggal 4 December 2012.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.




