Mukīl rēš lemutti

Mukīl rēš lemutti, ditulis dalam silabogram Sumeria berhuruf kuneiform sebagai (d)SAG.ḪUL.ḪA.ZA[nb 1] dan berarti "dia yang memegang kepala kejahatan",[1] adalah sesosok iblis singa bersayap[2] dari Mesopotamia kuno, pembawa pertanda buruk yang dikaitkan dengan sakit kepala ringan dan perubahan suasana hati yang drastis, di mana penderitanya "terus-menerus bertingkah layaknya hewan yang terperangkap dalam jerat."[3] Ia merupakan satu dari dua iblis yang selalu mengikuti manusia, sebuah “kaki tangan jahat” yang juga disebut sebagai rabis lemutti (“dia yang menawarkan kemalangan”), dengan wujud lain pembawa keberuntungan bernama mukīl rēš daniqti atau rabis damiqti (“dia yang menawarkan hal-hal baik”).[4]

Referensi tekstual

Meskipun muncul dalam Manual Pengusiran setan, daftar karya dari seni āšipūtu, pada bagian yang dikaitkan dengan Esagil-kin-apli itu sendiri, tidak ada karya yang bertahan hingga kini yang secara khusus didedikasikan untuk iblis ini, atau untuk penyakit yang diyakini disebarkan olehnya. Sebaliknya, referensi mengenai mukīl rēš lemutti tersebar di berbagai teks. Kemunculan paling awal dari iblis ini terdapat pada koleksi pertanda lekanomansi Babilonia Lama.[5][6]

Iblis ini muncul dalam Buku Panduan Diagnostik. Pada bab mengenai penyakit menular, loh 22, baris 62 hingga 64 berbunyi:

Jika dia tertawa terus-menerus, "tangan" dari mukīl rēš lemutti; dia akan mati …[nb 2]

Jika dia bersukacita dan kemudian ketakutan, "tangan dari" mukīl rēš lemutti; dia akan mati… [nb 3]

Jika dia merasa dilecehkan, dia akan mati (var. "tangan" dari mukīl rēš lemutti)[nb 4][3]

Dalam bab tentang sindrom neurologis, pada loh 27 varian dari baris 4 memberikan pertanda:

Jika ia terkena strok dan dahinya terus-menerus menegang, ia melihat mukīl rēš lemutti; ia akan mati.[nb 5][7]

Iblis ini sering muncul dalam resep pengobatan seperti untuk pembuatan patung kecil guna mengobati gangguan neurologis yang disebabkan oleh hantu yang menguntit, di mana tertulis "[Keadaan linglung] yang ja[hat] (hantu penyebab atau) iblis-mukīl rēš lemutti [yang] ditempatkan [pada] (nama orang) putra dari (nama orang)–dia adalah suamimu. Engkau diberikan [ke]padanya (sebagai istri)." Dalam sebuah ritual pemakaman, ketika penyakitnya adalah "seseorang terus-menerus melihat orang mati," teks tersebut memohon kepada dewa Šamaš: "sesosok hantu (atau) mukīl rēš lemutti yang ditempatkan pada diriku dan terus-menerus menguntitku – aku terus-menerus merasa takut dan ngeri (padanya)." [8] Iblis ini adalah pembawa kejahatan dalam apodosis pertanda, seperti dalam bab šumma padānu ("jalan") dari ringkasan Bārûtu:

Jika terdapat dua Jalan dan yang kedua tergambar di bagian belakang Tong Pewarna; mukīl rēš lemutti (sesosok iblis jahat)[nb 6][9]

Ia muncul dalam Šumma ālu, kompendium monumental tentang pertanda terestrial, maupun dalam Iškar Zaqīqu, seri pertanda mimpi.[10] Tawarikh Keagamaan mencatat kemunculan unik iblis ini di kamar tidur Nabû sebagai salah satu pertanda buruk yang ditemui selama masa pemerintahan raja Babilonia yang penuh gejolak, Nabû-mukin-apli (978 – 943 SM).[11]

Catatan

  1. ^ Daftar leksikal lù = zitàte (diterbitkan dalam MSL 12),
  2. ^ DIŠ iṣ-ṣe-né-eḫ ŠU dSAG.ḪUL.ḪA.ZA GAM …
  3. ^ DIŠ ḫa-di u pa-rid ŠU SAG.ḪUL.ḪA.ZA GAM …
  4. ^ DIŠ ud-daḫ-ḫa-as GAM / ŠU SAG.ḪUL.ḪA.ZA GAM …
  5. ^ DIŠ mi-šit-ti im-šid-su-ma SAG.KI-šú DIB.DIB-su SAG.ḪUL.ḪA.ZA IGI GAM.
  6. ^ BE GÍR 2-ma MAN-ú ina EGIR NÍG.TAB e-ṣir mu-kil SAG MUNUS.ḪUL.

Referensi

  1. ^ Erica Reiner (1995). Astral Magic in Babylonia. American Philosophical Society. hlm. 112.
  2. ^ F. A. Wiggermann (1997). "Mischwesen. A". Dalam D. O. Edzard (ed.). Reallexikon der Assyriologie und Vorderasiatischen Archäologie: Meek – Mythologie. Walter De Gruyter. hlm. 241.
  3. ^ a b Jo Ann Scurlock, Burton R. Andersen (2005). Diagnoses in Assyrian and Babylonian Medicine: Ancient Sources, Translations, and Modern Medical Analyses. University of Illinois Press. hlm. 446.
  4. ^ A. Leo Oppenheim (1964). Ancient Mesopotamia: Portrait of a Dead Civilization. University of Chicago Press. hlm. 204. ISBN 9780226631882.
  5. ^ CT 3 no. 2 baris 17, loh BM 22447 dan CT 5 no. 5 baris 49, loh BM 22446.
  6. ^ Abraham Winitzer. "The Divine Presence and Its Interpretation in Early Mesopotamian Divination". Dalam Amar Annus (ed.). Divination and Interpretation of Signs in the Ancient World. hlm. 186–187.
  7. ^ Marten Stol (1993). Epilepsy in Babylonia. Brill. hlm. 75.
  8. ^ JoAnn Scurlock (2006). Magico-Medical Means of Treating Ghost-Induced Illnesses in Ancient Mesopotamia. Brill. hlm. 30, 53. ISBN 9789004123977.
  9. ^ Ulla Koch-Westenholz (2000). Babylonian Liver Omens: The Chapters Manzazu, Padanu, and Pan Takalti of the Babylonian Extispicy Series Mainly from Assurbanipal's Library. Museum Tusculanum. hlm. 188.
  10. ^ Walter Farber (2009). "Sagḫulḫaza mukīl rēš lemutti". Zeitschrift für Assyriologie und vorderasiatische Archäologie. 64 (1): 87–95.
  11. ^ A. K. Grayson (1975). Assyrian and Babylonian Chronicles. J. J. Augustin. hlm. 138.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement