Modal manusia
Modal manusia atau modal insani (bahasa Inggris: human capital) adalah segala sifat yang tersedia di dalam manusia, mencakup kebiasaan, pengetahuan, atribut sosial, dan kepribadian (termasuk kreativitas) yang diwujudkan dalam kemampuan melakukan kerja sehingga menghasilkan nilai ekonomi.[1][2][3][4][5]
Modal manusia adalah unik dan berbeda dari modal lainnya, dan diperlukan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan, berkembang dan tetap inovatif. Perusahaan dapat berinvestasi dalam sumber daya manusia, misalnya, melalui pendidikan dan pelatihan, yang memungkinkan peningkatan kualitas dan produksi. Teori modal manusia sangat erat kaitannya dengan studi manajemen sumber daya manusia, seperti yang ditemukan dalam praktik administrasi bisnis dan ekonomi makro.[6]
Modal manusia secara singkat merupakan sebuah modal yang berasal dari tenaga manusia, jika didunia bisnis modal yang merupakan sumber daya manusia ini tidak dapat dituliskan pada neraca perusahaan. Namun, tetap masuk kedalam aset tak terlihat milik perusahaan.[6]
Peran dan manfaat
- Modal manusia merupakan faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi individu, perusahaan, dan negara.[7][8]
- Individu dengan modal manusia yang lebih tinggi cenderung mencapai kinerja yang lebih baik dan menghasilkan produk berkualitas tinggi.[7]
- Modal manusia mengurangi biaya produksi, sekahligus dapat meningkatkan modal yang tersedia untuk produksi di masa depan melalui pembelajaran konsumen dari aktivitas produksi saat ini.[9]
- Modal manusia memungkinkan individu menggunakan aset modal lain secara lebih efektif dan efisien untuk menciptakan barang atau jasa yang berkontribusi pada kesejahteraan.[7][10]
Jenis
Beberapa jenis modal manusia antara lain :
- General Mangement Human Capital, modal manusia ini adalah sumber daya manusia yang dapat dikembangkan di level paling tinggi, biasanya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang manajemen perusahaan.
- Strategic Human Capital, jenis ini adalah jenis sumber daya yang mengharuskan sumber daya tersebut mempunyai potensi strategic yang dapat diilihat dari pengalaman, jadi jika perusahaan terjadi hal hal yang tidak diinginkan maka pekerja tersebut dapat beradaptasi dengan situasi-situasi tersebut.
- Industry Human Capital, modal atau sumber daya ini mengharuskan suber daya tersebut memiliki bekal pengetahuan yang berhubungan dengan suatu industri.
- Relationship human capital, mengharuskan sumber daya manusia tersebut memiliki suatu kompetensi dalam berkomunikasi.
- Company spesific human capital, jenis ini berhubungan dengan kebijakan dan struktur.[11]
Analisis
Modal manusia dapat dianalisis dengan memberikan asumsi bahwa pengembangan pribadi manusia khususnya individu dapat memperhatikan manfaat dan biaya. Analisis modal manusia memperhatikan nilai manfaat dan nilai biaya. Keuntungan dalam analisis modal manusia juga bersifat moneter non-budaya. Analisis manfaat pada modal manusia meliputi peningkatan pendapatan dan pekerjaan. Sedangkan analisis biaya meliputi perhitungan nilai biaya terdahulu dari waktu yang dihabiskan untuk investasi. Analisis investasi modal manusia dapat meningkatkan penghasilan melalui peningkatan pekerjaan. Analisis modal manusia umumnya dilakukan dalam bidang pendidikan, pelatihan dan perawatan medis untuk keperluan kesejahteraan ekonomi.[6] Analisis modal manusia dapat ditinjau dari usia, migrasi, jam kerja, pendapatan, serta selain itu juga ditinjau dari kesehatan para perkerja.[11]
Faktor
Ada terdapat beberapa faktor-faktor yang memengaruhi kinerja dari modal manusia antara lain:
- Pengaruh migrasi terhadap modal manusia , migrasi menjadi salah satu fakor yang memengaruhi modal manusia, dikarenakan faktor ekonomi negara yang memengaruhi perpindahan penduduk yang secara tidak langsung juga memengaruhi modal manusia.
- Pengaruh usia terhadap modal manusia, usia dapat memengaruhi individu terserap pada pasar kerja yang memengaruhi modal kerja.
- Pengaruh upah terhadap modal manusia juga memengaruhi kinerja dari sumber daya tersebut, karena terdapat suatu keputusan bersama yang ditetapkan ataupun ditawarkan.
- Pengaruh pendidikan terhadap modal manusia juga memengaruhi kinerja, dapat dilihat jika perkerja direktrut dengan tingkat pendidikan yang dijalani oleh sumber daya manusia tersebut.
- Pengaruh kesehatan modal manusia, selain usia kesehatan juga termasuk kedalam faktor yang memengaruhi modal manusia, karena sumber daya manusia yang ada yang siap berkerja juga melihat bagaimana kondisi kesehatan perkerja.[11]
Pengembangan
Modal manusia dapat dikembangkan melalui turut campur pemerintah di dalam bidang pendidikan, kesehatan, agama, dan budaya. Pihak yang terlibat di dalamnya meliputi pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, tokoh masyarakat, maupun pekerja sosial. Pihak-pihak ini bertugas mendampingi pelaksanaan pengembangan modal manusia secara terus-menerus dan berkelanjutan.[12] Pertumbuhan ekonomi melalui modal manusia dapat dilakukan dengan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, Aspek yang dikembangkan meliputi pengetahuan, informasi dan pendidikan sumber daya manusia. Pendidikan sumber daya manusia diberikan melalui perbaikan dalam pendidikan jarak jauh menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Sedangkan pengembangan pengetahuan atau infromasi dilakukan dengan penyediaan jaringan internet untuk penyebaran pengetahuan secara mudah dan dapat diakses oleh siapapun.[13]
Dampak
Pertumbuhan ekonomi dapat tercapai ketika modal manusia dan modal alam diselaraskan. Kedua jenis modal ini akan mendukung tercapainya modal fisik dengan meningkatkan pengembalian dari pengeluarannya. Peningkatan pengembalian oleh modal fisik terhadap modal manusia dan modal alam akan mendukung pembangunan ekonomi. Peningkatannya akan semakin pesat ketika pasar modal juga mendukung keberadan modal manusia dan modal alam. Modal manusia dan modal alam juga akan memberikan kemajuan di bidang teknologi. Faktor pembangunan ekonomi juga akan meningkat seiring pertumbuhan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.[14]
Struktur komprehensif
Modal manusia merupakan konstruk multidimensional yang terdiri dari berbagai komponen yang saling terkait dan berkontribusi terhadap produktivitas serta daya saing individu dan organisasi. Untuk memahami modal manusia secara komprehensif, penting untuk mengidentifikasi dimensi-dimensi utama yang membentuknya. Komponen-komponen modal manusia mencakup:
- Pendidikan Formal (Formal Education): Pendidikan formal adalah sumber utama modal manusia yang memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar, serta membentuk kemampuan kognitif, disiplin, motivasi, dan kepercayaan diri individu. Pendidikan formal juga berperan dalam membangun modal manusia umum (general human capital) yang dapat ditransfer antar pekerjaan dan sektor.[15][16]
- Pelatihan dan Pengembangan (Training & Development): Pelatihan dan pengembangan, baik di tempat kerja (on-the-job training) maupun pelatihan dewasa, memperdalam dan memperluas kemampuan serta keterampilan individu, meningkatkan peluang promosi dan pendapatan. Pelatihan juga mencakup pengembangan keterampilan teknis, sosial, dan digital yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja modern. [17][18]
- Pengalaman Kerja (Work Experience): Pengalaman kerja merupakan sumber utama modal manusia spesifik (specific human capital), yaitu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui pengalaman langsung di bidang atau tugas tertentu. Pengalaman kerja dapat berupa pengalaman industri, pengalaman manajerial, atau pengalaman kewirausahaan yang meningkatkan kemampuan adaptasi dan optimisme.[19][20]
- Kesehatan (Health): Kesehatan fisik dan mental adalah komponen penting modal manusia, karena individu yang sehat lebih produktif dan mampu berkontribusi secara optimal. Investasi dalam layanan kesehatan dan fasilitas kesehatan meningkatkan harapan hidup, vitalitas, dan daya tahan individu.[21][22]
- Keterampilan (Skills): Keterampilan mencakup keterampilan teknis, sosial, digital, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti pemecahan masalah, berpikir kritis, dan adaptabilitas. Keterampilan dapat diperoleh melalui pendidikan, pelatihan, dan pengalaman kerja, serta menjadi penentu utama daya saing individu dan organisasi .[21][23]
- Pengetahuan (Knowledge): Pengetahuan meliputi pengetahuan umum dan pengetahuan spesifik yang diperoleh melalui pendidikan, pelatihan, dan pengalaman. Pengetahuan sangat penting untuk inovasi, pengambilan keputusan, dan peningkatan produktivitas.[24][25]
- Kompetensi (Competencies): Kompetensi adalah kombinasi pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai yang memungkinkan individu untuk bekerja secara efektif dan beradaptasi dengan perubahan. Kompetensi dapat berupa kompetensi teknis, manajerial, sosial, dan emosional yang relevan dengan tuntutan pekerjaan dan organisasi.[23][25]
Referensi
- ^ Claudia Goldin, Department of Economics Harvard University and National Bureau of Economic Research. "Human Capital" (PDF).
- ^ Nasrnia, Fatemeh; Ashktorab, Niloofar (2021-09-01). "Sustainable livelihood framework-based assessment of drought resilience patterns of rural households of Bakhtegan basin, Iran". Ecological Indicators. 128: 107817. doi:10.1016/j.ecolind.2021.107817. ISSN 1470-160X.
- ^ Jardon, Carlos M.; Martinez-Cobas, Xavier (3 Mei 2021). "Measuring intellectual capital with financial data". PLOS ONE (dalam bahasa Inggris). 16 (5): e0249989. doi:10.1371/journal.pone.0249989. ISSN 1932-6203. PMC 8092649. PMID 33939709. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ^ Birhanu, Addis Gedefaw; Geiler, Philipp; Renneboog, Luc; Zhao, Yang (2021-11-01). "Acquisition experience and director remuneration". Journal of International Financial Markets, Institutions and Money. 75: 101356. doi:10.1016/j.intfin.2021.101356. ISSN 1042-4431.
- ^ Suminah, Suminah; Suwarto, Suwarto; Sugihardjo, Sugihardjo; Anantanyu, Sapja; Padmaningrum, Dwiningtyas (2022-07-01). "Determinants of micro, small, and medium-scale enterprise performers' income during the Covid-19 pandemic era". Heliyon (dalam bahasa English). 8 (7). doi:10.1016/j.heliyon.2022.e09875. ISSN 2405-8440. PMC 9252872. PMID 35815136. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ^ a b c Prasojo, L.D., Mukminin, A., dan Mahmudah, F.N. (2017). Manajemen Strategi Human Capital dalam Pendidikan (PDF). Yogyakarta: UNY Press. hlm. 5. ISBN 978-602-5566-02-8. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b c Muhammad, Tufail; Ni, Guohua; Chen, Zhenling; Mallek, Sabrine; Dudek, Marek; Mentel, Grzegorz (2024-12-01). "Addressing resource curse: How mineral resources influence industrial structure dynamics of the BRI 57 oil-exporting countries". Resources Policy. 99: 105420. doi:10.1016/j.resourpol.2024.105420. ISSN 0301-4207.
- ^ "Intangible assets: concepts and measurement" (dalam bahasa American English). 2025-01-01. doi:10.1016/B978-0-443-26629-4.00050-2.
- ^ Liu, Feng; Zhao, Shaoqiong; Li, Yang (2017-09-01). "How many, how often, and how new? A multivariate profiling of mobile app users". Journal of Retailing and Consumer Services. 38: 71–80. doi:10.1016/j.jretconser.2017.05.008. ISSN 0969-6989.
- ^ Kenny, Daniel C. (2017-07-24). "Modeling of natural and social capital on farms: Toward useable integration". Ecological Modelling. 356: 1–13. doi:10.1016/j.ecolmodel.2017.04.010. ISSN 0304-3800.
- ^ a b c Mayang Sari, Illanukey (2020). "ANALISIS KARAKTERISTIK PEKERJA DAN MODAL MANUSIA TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR FORMAL DAN INFORMAL DI INDONESIA". Analisis Modal Manusia.
- ^ Nanga, dkk. (2018). Analisis Wilayah dengan Kemiskinan Tinggi (PDF). Jakarta Pusat: Kedeputian Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan, Kementerian PPN/Bappenas. hlm. iii. ISBN 978-602-52841-1-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Meiningsih, dkk. (2013). Komunikasi dan Informatika Indonesia: Buku Putih 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Komunikasi dan Informatika. hlm. 4. ISBN 978-602-19425-3-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Dinar, M., dan M. Hasan (2018). Pengantar Ekonomi: Teori dan Aplikasi. Makassar: CV. Nur Lina. hlm. 16–17. ISBN 978-602-51907-3-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Alam, Md. Jahangir; Ogawa, Keiichi; Ahsan, Abu Hossain Muhammad (2024-06-01). "Japanese investment for skills development program in attaining sustainable employability: The case of Bangladesh". World Development Sustainability. 4: 100150. doi:10.1016/j.wds.2024.100150. ISSN 2772-655X.
- ^ Sahasranamam, Sreevas; Nandakumar, M. K.; Pereira, Vijay; Temouri, Yama (2021-03-01). "Knowledge capital in social and commercial entrepreneurship: Investigating the role of informal institutions". Journal of International Management. 27 (1): 100833. doi:10.1016/j.intman.2021.100833. ISSN 1075-4253.
- ^ Yamak, Maria; Chaaban, Youmen (2022-01-01). "Capitalising on professional capital in Lebanese schools post-pandemic". International Journal of Educational Research Open. 3: 100125. doi:10.1016/j.ijedro.2022.100125. ISSN 2666-3740.
- ^ Etomes, Sophie E.; Molua, Ernest L. (2023-11-01). "Analysis of the market for Doctor of Philosophy (PhD) and economic returns in Cameroon: An archetypical African economy". Heliyon (dalam bahasa English). 9 (11). doi:10.1016/j.heliyon.2023.e21679. ISSN 2405-8440. PMC 10658232. PMID 38027843. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ^ Lee, Craig; Abdullah, Taufik; Hallak, Rob; Kallmuenzer, Andreas (2025-09-01). "Hospitality on the streets: A mixed-method study of Indonesian street food micro-enterprises". International Journal of Hospitality Management. 130: 104236. doi:10.1016/j.ijhm.2025.104236. ISSN 0278-4319.
- ^ Avnimelech, Gil; Rechter, Eyal (2023-03-01). "How and why accelerators enhance female entrepreneurship". Research Policy. 52 (2): 104669. doi:10.1016/j.respol.2022.104669. ISSN 0048-7333.
- ^ a b Koç, Şerife; Uctu, Ramazan; Essop, Hassan; Mercan, Birol (2026-03-01). "The impact of innovation on economic growth: A dynamic panel data analysis using system GMM approach". International Journal of Innovation Studies. 10 (1): 20–30. doi:10.1016/j.ijis.2025.09.003. ISSN 2096-2487.
- ^ Rajab-Kalantarzadeh, Mahsa; Savari, Moslem (2025-06-01). "Impacts of resilience on food security in rural households of Iran under drought conditions using an extended sustainable livelihood framework". Results in Engineering. 26: 105145. doi:10.1016/j.rineng.2025.105145. ISSN 2590-1230.
- ^ a b Ozcan, Burcu; Danish; Temiz, Mehmet (2023-07-15). "Re-visiting resource curse hypothesis in China through the lens of human capital and globalization". Journal of Environmental Management. 338: 117685. doi:10.1016/j.jenvman.2023.117685. ISSN 0301-4797.
- ^ Jardon, Carlos M.; Martinez-Cobas, Xavier (29 Okt 2021). "Correction: Measuring intellectual capital with financial data". PLOS ONE (dalam bahasa Inggris). 16 (10): e0259568. doi:10.1371/journal.pone.0259568. ISSN 1932-6203. PMC 8555808. PMID 34714860. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ^ a b Thiéry, Stéphanie; Lhuillery, Stephane; Tellechea, Marion (2023-09-01). "How can governance, human capital, and communication practices enhance internal audit quality?". Journal of International Accounting, Auditing and Taxation. 52: 100566. doi:10.1016/j.intaccaudtax.2023.100566. ISSN 1061-9518.
Bacaan lebih lanjut
- Géza Ankerl: L'épanouissement de l'homme dans la perspective de la politique economique. Sirey, Paris 1966.
- Gary S. Becker (1993). Human Capital: A Theoretical and Empirical Analysis, with Special Reference to Education (Edisi 3rd). University of Chicago Press. ISBN 978-0-226-04120-9.
- Ceridian UK Ltd (2007). "Human Capital White Paper" (PDF). Diakses tanggal 2007-02-27.
- Samuel Bowles & Herbert Gintis (1975). "The Problem with Human Capital Theory – A Marxian Critique," American Economic Review, 65(2), pp. 74–82,
- Crook, T. R., Todd, S. Y., Combs, J. G., Woehr, D. J., & Ketchen, D. J. 2011. Does human capital matter? A meta-analysis of the relationship between human capital and firm performance. Journal of Applied Psychology, 96(3): 443–456.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


