Misi Stardust
Ilustrasi wahana antariksa Stardust | |
| Jenis misi | Pengembalian sampel komet |
|---|---|
| Operator | NASA |
| Situs web | Situs resmi NASA Stardust |
| Durasi misi | 11 tahun, 6 bulan |
| Properti wahana | |
| Produsen | Lockheed Martin |
| Massa luncur | 385 kg |
| Awal misi | |
| Tanggal luncur | 07 Februari 1999 |
| Roket peluncur | Delta II |
| Tempat peluncuran | Cape Canaveral, LC-17A |
| Akhir misi | |
| Tanggal lepas dari orbit | 24 Maret 2011 |
Logo misi Stardust | |
Stardust adalah sebuah misi luar angkasa NASA yang diluncurkan pada tahun 1999 dengan tujuan utama untuk mengumpulkan sampel dari komet Wild 2 dan membawanya kembali ke Bumi. Ini adalah misi pertama yang berhasil mengembalikan sampel komet ke Bumi, serta yang pertama mengumpulkan debu antarbintang.
Tujuan Misi
Misi Stardust bertujuan untuk:
- Mengumpulkan sampel partikel dari ekor komet Wild 2 menggunakan bahan aerogel.
- Mengumpulkan partikel debu antarbintang dalam perjalanan ke dan dari komet.
- Membawa sampel tersebut kembali ke Bumi untuk dianalisis di laboratorium.
Peluncuran dan Perjalanan
Wahana Stardust diluncurkan pada 7 Februari 1999 menggunakan roket Delta II dari Cape Canaveral. Wahana ini melakukan penerbangan lintas dekat dengan komet Wild 2 pada 2 Januari 2004, di mana instrumen wahana berhasil mengumpulkan sampel partikel komet menggunakan alat penangkap aerogel yang dirancang khusus.[1]
Pengambilan dan Pengembalian Sampel
Sampel komet dan debu antarbintang dikumpulkan dalam wadah khusus yang disebut Sample Return Capsule (SRC). Kapsul ini kemudian dilepaskan dan mendarat dengan parasut di Gurun Utah pada 15 Januari 2006. Sampel tersebut kemudian dibawa ke laboratorium untuk dianalisis.[2]
Temuan Ilmiah
Analisis laboratorium terhadap sampel komet menunjukkan adanya senyawa organik kompleks dan mineral yang terbentuk pada suhu tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa material komet dapat berasal dari wilayah dalam Tata Surya sebelum dikeluarkan ke bagian luarnya.[3]
Perpanjangan Misi
Setelah sukses mengembalikan sampel, NASA memperpanjang misi Stardust dengan nama Stardust-NExT (New Exploration of Tempel). Pada 14 Februari 2011, Stardust melakukan penerbangan dekat dengan komet Tempel 1 yang sebelumnya pernah dikunjungi misi Deep Impact.[4]
Akhir Misi
Misi Stardust secara resmi dinyatakan selesai pada 24 Maret 2011. NASA menghentikan komunikasi dengan wahana tersebut setelah bahan bakar habis dan semua instrumen dimatikan.[5]
Lihat pula
Referensi
- ^ NASA. "Stardust Overview." Diakses 25 Juni 2025 dari https://stardust.jpl.nasa.gov/overview/index.html
- ^ NASA JPL. "Stardust Sample Return Capsule Recovered." Diakses 25 Juni 2025 dari https://www.nasa.gov/centers/jpl/news/stardust-20060115.html
- ^ Brownlee, D. et al. (2006). "Comet 81P/Wild 2 Under a Microscope." *Science*, 314(5806), 1711–1716. DOI:10.1126/science.1135840
- ^ NASA. "Stardust-NExT Flyby of Comet Tempel 1." Diakses 25 Juni 2025 dari https://www.nasa.gov/mission_pages/stardust/news/stardust20110215.html
- ^ NASA. "NASA Ends Stardust Mission." Diakses 25 Juni 2025 dari https://www.nasa.gov/mission_pages/stardust/news/stardust20110324.html
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


