Miranty Abidin

Miranty Abidin
Lahir(1945-03-29)29 Maret 1945
Subang, Jawa Barat, Indonesia
Almamater
PekerjaanProfesional
Dikenal atasAhli hubungan masyarakat
Suami/istriIndra Abidin
AnakIndira Abidin, Firzi Syailendra, Iqbal Andriansyah

Miranty Abidin (lahir 29 Maret 1945) adalah tokoh perempuan Indonesia di bidang ahli hubungan masyarakat. Ia mendapat Anugerah Lifetime Achievement Awards atas dedikasi dan pencapaiannya sepanjang masa dalam dunia kehumasan. Penghargaan ini diberikan oleh Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Perhimpunan Humas (BPP Perhumas) Indonesia, Agung Laksamana pada tahun 2018 [1]

Sejak menyelesaikan Pendidikannya di FMIPA Institut Teknologi Bandung, Miranty malah tertarik pada bidang komunikasi hubungan masyarakat. Ia kemudian belajar Public Relation di Frank Jefkins School of Public Relations, London. Dalam bidang komunikasi Miranty pernah memimpin Majalah Cakrawala (1973), menjadi GM PT Kreasi Dinamika (1977), dan Direktur PT Adwitiya Alembana (1983). Lalu berkecimpung sebagai pengusaha periklanan pada PT Fortune Pramana Rancang (1989).

Wanita yang telah menerbitkan buku Mencari Makna Hidup: Renungan Pengusaha Muslimah[2] ini aktif di berbagai organisasi periklanan, seperti: APPRI, IPRA, dan Perhumas. Miranty juga mengajar di berbagai Lembaga Pendidikan. Ia juga pernah didaulat sebagai Ketua Pokja Bazis DKI Jakarta, dan Kepala Unit Komunikasi dan Pengembangan Strategis ICMI.

Pada tahun 1998 Miranty terjun di bidang politik dengan bergabung di Partai Amanat Nasional PAN. Bersama beberapa kawannya pada tahun 2000 ia berinisiatif mendirikan Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan perempuan berpolitik. Lembaga ini dibentuk oleh kalangan Perempuan politikus dari 15 partai politik di Indonesia.[3]

Keluarga

Miranty Abidin merupakan istri dari Indra Abidin, seorang pengusaha periklanan, Presdir & CEO PT Fortune Indonesia Tbk. Indra adalah teman sekampusnya di ITB dari jurusan Desain Grafis. Mereka menikah pada 1968.[4]

Pernikahan mereka telah dikaruniai tiga orang anak bernama Indira Ratna Dewi Indira Abidin; Firzi Syailendra; Iqbal Andriansyah.

Pendidikan

Pada awalnya Miranty mengambil pendidikan tinggi di jurusan biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di Institut Teknologi Bandung. Setelah lulus pada 1973 Miranty justru malah menggeluti dunia komunikasi. Tahun 1985 Ia belajar dengan serius mengenai Public Relations di London, pada Frank Jefkins School of Public Relations.

Karier

Pada 1973 Miranty meniti karier sebagai pimpinan usaha Majalah Cakrawala. Ia kemudian menjabat sebagai Direktur Standard Trade of Directory (1975), General Manager PT Kreasi Dinamika (1977), Chief Editor Indonesia Section Asean Trade Journal (1979). Pada 1983 Miranty menjabat Direktur PT Adwitiya Alembana sebagai perusahaan periklanan. Perusahaan ini sudah berganti nama pada bulan Januari 2008 menjadi PT Mitra Energi Persada Tbk karena mengalihkan bisnisnya ke bidang perdagangan dan distribusi gas, pembangkit listrik, pertambangan batu bara, dan jasa terkait lainnya.[5] Ia kemudian menjabat Presiden Direktur PT Fortune Pramana Rancang (sejak 1989). Di tengah kesibukannya Miranty juga mengajar di Lembaga Manajemen FE UI, Yayasan Pers Dr. Soetomo, LPDS, Pascasarjana FISIP UI, dan London School of Public Relations.

Organisasi dan Kiprah Politik

Miranty sangat aktif di berbagai organisasi khususnya di bidang kehumasan. Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia (APPRI) pada 1987-1990. Ia dipercaya menjadi Ketua Umum APPRI untuk masa jabatan 1990-1994. Selanjutnya ia diangkat menjadi Dewan Penasihat APPRI pada 1994. Selain Tingkat nasional Miranty juga aktif di kancah internasional sebagai anggota International Public Relations Association (IPRA) mulai 1993. Pada masa 1990 – 1992 Miranty berperan sebagai Charter President Lioness Club “Jakarta Matahari”. Sejak 1994 ia diangkat menjadi Sekretaris Jenderal The Indonesian Fine Art Foundation (sejak 1994). Miranty mendapat kepercayaan menjadi Ketua Unit Komunikasi dan Pengembangan Strategis Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) pada 1994-1996. Selanjutnya pada 1996 ia menjabat sebagai Komisaris BPP Perhumas. Dan sejak 1998 Miranty mengambil Keputusan berkiprah di bidang politik dengan mengepalai Departemen Humas dan Media Massa Dewan Pengurus Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) [6]

Penghargaan

Atas kiprahnya sebagai pemerhati kebudayaan, Kerajaan Kutai Mulawarman menganugerahkan gelar Sri Ratu Condro Kusuma Dewi kepada Miranty Abidin. Sri Ratu Condro Kusuma Dewi bermakna “Wanita yang memiliki cahaya gemilang seperti bulan”. Gelar tersebut diserahkan oleh Baginda Maharaja MSPA Iansyahrechza Fachlevie Wangsawarman pada tahun 2015. Dengan gelar tersebut Miranty dinobatkan menjadi kerabat atau anggota istana Kerajaan Kutai Mulawarman. Ia mengemban tugas sebagai Duta Perdamaian Dunia untuk mempererat hubungan kerajaan-kerajaan di Nusantara dan memperkuat jaringan kerja sama dengan kerajaan-kerajaan di seluruh dunia demi terciptanya perdamaian dunia.[7]

Pada tanggal 10 dan 11 Desember 2018 Miranty Abidin menerima Anugerah Lifetime Achievement Awards dari Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Perhimpunan Humas (BPP Perhumas) Indonesia. Penghargaan ini merupakan apreasiasi kepada tokoh praktisi humas atas dedikasi, jasa dan prestasi kepada publik di bidang hubungan Masyarakat.

Referensi

  1. ^ Daily, Vemme (13 Desember 2018). "Miranty Abidin Terima Anugerah Lifetime Achievement Awards". Vemmedaily.com. Diakses tanggal 23 Maret 2025.
  2. ^ Daftar Buku |
  3. ^ Julianus, Raymond Kaya (12 September 2000). "Kaukus Perempuan Politik, Sarang Politikus Wanita". Liputan6.com. Diakses tanggal 23 Maret 2025.
  4. ^ "Indra Abidin: Demo Bisnis dan Silat". aergot.wordpress.com. Diakses tanggal 23 Maret 2025.
  5. ^ PT Adwitiya Alembana |
  6. ^ Miranty Abidin|
  7. ^ Rahayu, Eva Martha (09 Maret 2015). "Miranty Abidin Raih Gelar Duta Perdamaian Dunia dari Maharaja Kutai Mulawarman". swa.co.id. Diakses tanggal 23 Maret 2025.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement