Mina Susana Setra

Mina Susana Setra adalah aktivis masyarakat adat asal Dayak Pompakng dari Kalimantan Barat, Indonesia. Ia dikenal sebagai pejuang lingkungan dan hak atas tanah yang saat ini menjabat sebagai wakil sekretaris jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), organisasi masyarakat adat dengan lebih dari dua ribu komunitas anggota di 33 provinsi. Selama lebih dari 18 tahun, Setra terlibat dalam advokasi lokal, nasional, dan internasional, termasuk memenangkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/2012 yang menetapkan hutan adat bukan lagi hutan negara.[1][2]

Karier

Sejak tahun 1999, Setra aktif di Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), sebuah organisasi dengan lebih dari 2.300 komunitas adat anggota.[3] Ia kini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal AMAN bidang Sosial dan Budaya. Sebelumnya, saat menjadi Deputi Advokasi, Hukum, dan Politik AMAN, ia berperan penting dalam keberhasilan Mahkamah Konstitusi mengeluarkan Putusan No. 35/2012 yang menyatakan hutan adat bukan lagi hutan negara.[3] AMAN juga menyusun draf awal Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat (RUU Masyarakat Adat).[3]

Peran internasional

Setra menjabat sebagai Ko-Ketua Global Dedicated Grant Mechanism (DGM) di bawah Forest Investment Program (FIP) Bank Dunia. Program inovatif senilai 80 juta dolar AS ini mendukung masyarakat adat dan komunitas lokal di 13 negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin dalam memerangi kehilangan hutan.[3]

Ia juga menjadi anggota Dewan Pengawas Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA), lembaga tempat masyarakat adat mendaftarkan peta wilayah mereka, yang kini telah mencapai 9,6 juta hektare di seluruh Indonesia.[3] Selain itu, ia menjabat sebagai Presiden Dewan If Not Us Then Who, sebuah organisasi kampanye global yang menyoroti peran masyarakat adat dalam melindungi planet.[3]

Forum global

Setra aktif dalam berbagai forum internasional terkait iklim dan hutan, di antaranya:[4]

  • Konferensi Para Pihak | COP UNFCCC
  • Dewan Kebijakan UN-REDD+
  • Forest Investment Program
  • Oslo REDD+ Partnership
  • Forest Carbon Partnership Facility
  • Climate Summit[3]

Referensi

  1. ^ "Speaker: Mina Setra". Global Landscapes Forum. Diakses tanggal 21 September 2025.
  2. ^ "If Not Us: Indigenous Youth Homecoming Movement in Indonesia". Cultural Survival. Diakses tanggal 21 September 2025.
  3. ^ a b c d e f g "Mina Susana Setra – Speaker". Global Landscapes Forum. Diakses tanggal 21 September 2025.
  4. ^ "If Not Us: Indigenous Youth Homecoming Movement in Indonesia". Cultural Survival. Diakses tanggal 21 September 2025.

Lihat pula

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement