Mimikri daun

Belalang daun peniru daun, Cratioma oculatum, dari Asia Tenggara

Mimikri daun adalah kemiripan hasil evolusi dari suatu organisme dengan sebuah daun, yang merupakan suatu bentuk mimikri. Hal ini dapat berfungsi secara langsung sebagai kamuflase, atau dapat berfungsi sebagai mimikri bates jika model daun tersebut tidak enak di lidah; sebagai contoh, jika daun tersebut memiliki pertahanan kimiawi. Organisme peniru tersebut dapat berupa tumbuhan, seperti tanaman rambat Boquila trifoliolata, ataupun hewan. Tanaman rambat tersebut merasakan dan mengadopsi berbagai bentuk daun yang berbeda menyesuaikan dengan lingkungannya. Di antara hewan, banyak peniru daun adalah serangga, khususnya kupu-kupu, belalang daun, dan phasmid. Beberapa yang lainnya adalah vertebrata, termasuk ikan daun dan kodok. Mimikri ini, baik pada serangga maupun di antara vertebrata, dapat melibatkan perilaku serta pewarnaan dan bentuk tubuh.

Serangga peniru daun yang telah menjadi fosil diketahui berasal dari periode Jura di Tiongkok timur laut, termasuk jangkrik purba (grig) dan lalat sayap jala, serta dari seekor phasmid dari zaman Eosen di Jerman.

Pada tumbuhan

Boquila trifoliolata, anggota keluarga Lardizabalaceae dari Amerika Selatan, adalah tanaman rambat pemanjat dengan penampilan (fenotipe) yang sangat bervariasi. Tumbuhan ini mampu meniru fitur-fitur daun, seperti pewarnaan, ukuran, dan bentuk, dari spesies tumbuhan yang menjadi tempatnya melekat. Dengan menyamarkan daun-daunnya, Boquila mengurangi kerusakan akibat hewan herbivora.[1] Hal ini merupakan bentuk mimikri bates, di mana B. trifoliolata yang tidak berbahaya menyerupai tumbuhan yang kurang enak di lidah atau berbahaya untuk menangkal spesies herbivora dan hama.[1][2][3]

Telah dispekulasikan bahwa tumbuhan semacam itu mungkin memanfaatkan "semacam penglihatan" menggunakan oselus, atau "pengindraan kimiawi yang peka", untuk menjelaskan kemampuan peniru tersebut dalam mengatasi sedemikian banyak variabel pada penampilan modelnya,[4] termasuk kemampuan untuk meniru dedaunan dari tanaman inang buatan yang terbuat dari plastik.[5] Tumbuhan lain yang bisa jadi merupakan peniru kriptik dari inangnya adalah benalu Australia yang bersifat parasit, Amyema cambagei, yang memiliki "kemiripan luar biasa" dengan dedaunan pohon Casuarina.[6]

Pada invertebrata

Serangga

Fosil

Sebuah fosil langka berusia 47 juta tahun dari serangga daun phasmid yang berasal dari Jerman menunjukkan bahwa mimikri daun telah ada pada kelompok ini pada periode Eosen.[7] Di antara orthoptera (belalang dan kerabatnya), fosil grig (Prophalangopsidae) telah ditemukan di Biota Daohugou di Tiongkok timur laut, yang berasal dari sekitar 163,5 juta tahun yang lalu pada periode Jura. Sayap depan mereka memiliki pola yang menyerupai daun Bennettitales yang mirip sikas.[8] Lalat sayap jala (Neuroptera) periode Jura dari genus Bellinympha yang berasal dari Formasi Jiulongshan di wilayah yang sama juga memiliki sayap yang menyerupai daun sikas menyirip atau Bennettitales.[9]

Spesies yang masih ada

Banyak serangga yang masih ada menyamar sebagai daun.[8] Contohnya termasuk ngengat dan kupu-kupu seperti Kallima,[10] banyak belalang daun,[11] belalang sentadu daun seperti Choeradodis,[12] dan serangga daun (Phyllidae) di antara para phasmid.[13] Mimikri tidak terbatas pada pewarnaan; perilaku, seperti berdiam diri atau tampak berkibar tertiup angin, berkontribusi pada efek kamuflase. Pakar zoologi evolusioner Inggris Hugh Cott memberikan contoh serangga daun Phyllium yang dapat bergantung dari sebuah tangkai daun dengan dua atau tiga kaki, berputar perlahan "untuk memberi kesan gerakan daun yang baru saja akan gugur".[14]

Polifenisme musiman

Kupu-kupu koma dari Eropa memiliki bentuk musim panas dan musim dingin (polifenisme musiman). Serangga dengan bentuk musim dingin yang lebih gelap cenderung hinggap di batang pohon, sedangkan serangga bentuk musim panas yang lebih terang selalu hinggap di atas daun. Kedua morf tersebut tampaknya menyamarkan serangga itu dengan baik pada kedua musim.[15]

Laba-laba

Genus Poltys dari kelompok laba-laba penenun jaring bulat mencakup sejumlah peniru kulit kayu, ranting, dan daun. Salah satunya, yang ditemukan pada tahun 2011 di Tiongkok barat daya, berwarna hijau kecokelatan, berbentuk seperti tetesan air mata, dan memiliki garis-garis yang menyerupai urat daun. Laba-laba ini tidak memintal jaring melainkan menghias ranting dengan dedaunan kering, dan ia bersembunyi di antaranya. Hingga 2016, spesies ini belum dideskripsikan secara formal maupun diberi nama ilmiah.[16][17]

Pada vertebrata

Di antara ikan daun (Polycentridae),[18] ikan daun amazon (Monocirrhus polyacanthus) sangat menyerupai daun mati, dan memiliki kebiasaan berbaring di sisinya tanpa bergerak, sering kali dalam posisi miring, dan tetap tidak bergerak bahkan jika tertangkap jaring. Ia berenang dengan tubuh kaku, menggerakkan sirip dubur dan sirip punggungnya yang sangat sempit secara bergelombang, yang mana menurut Hugh Cott "tidak berwarna dan transparan, sehingga praktis tidak terlihat".[19] Spesies ini bersifat karnivor, menggunakan mimikrinya untuk mendekati mangsanya sebelum menelannya menggunakan rahang besarnya. Cott mendeskripsikan bentuk mimikri ini sebagai "kemiripan agresif khusus".[19]

Sebuah spesies kodok dari Amazon, Rhinella margaritifera, menurut Cott, memiliki "kemiripan yang sangat luar biasa dengan sebuah daun."[20] Bunglon kecil dari Kongo, Rhampholeon boulengeri, meniru sebuah daun melalui pewarnaannya dan bentuk tubuhnya yang sangat pipih.[21]

Referensi

  1. ^ a b c Gianoli & Carrasco-Urra 2014.
  2. ^ Taylor, Christopher H. (1 April 2023). "Body size in Batesian mimicry". Evolutionary Ecology. 37 (2): 233–243. Bibcode:2023EvEco..37..233T. doi:10.1007/s10682-022-10204-6.
  3. ^ Krulwich, Robert (19 February 2016). "The Sneaky Life of the World's Most Mysterious Plant". National Geographic. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 December 2023. Diakses tanggal 9 December 2023.
  4. ^ Baluška & Mancuso 2021, hlm. 20190760.
  5. ^ White & Yamashita 2022.
  6. ^ a b Pannell & Farmer 2016.
  7. ^ Wedmann, Sonja; Bradler, Sven; Rust, Jes (9 January 2007). "The first fossil leaf insect: 47 million years of specialized cryptic morphology and behavior". Proceedings of the National Academy of Sciences. 104 (2): 565–569. doi:10.1073/pnas.0606937104. PMC 1766425. PMID 17197423.
  8. ^ a b Fu, Yanzhe; Dong, Chong; Fabrikant, Dolev; Cai, Chenyang; Haug, Carolin; Haug, Joachim T.; Huang, Diying (28 August 2025). "Unique leaf mimicry in Jurassic insects". Geology. doi:10.1130/G53399.1.
  9. ^ Wang, Yongjie; Liu, Zhiqi; Wang, Xin; Shih, Chungkun; Zhao, Yunyun; Engel, Michael S.; Ren, Dong (14 September 2010). "Ancient pinnate leaf mimesis among lacewings". Proceedings of the National Academy of Sciences. 107 (37): 16212–16215. doi:10.1073/pnas.1006460107. PMC 2941307. PMID 20805491.
  10. ^ Suzuki, Takao K; Tomita, Shuichiro; Sezutsu, Hideki (2014). "Gradual and contingent evolutionary emergence of leaf mimicry in butterfly wing patterns". BMC Evolutionary Biology. 14 (1). doi:10.1186/s12862-014-0229-5. PMC 4261531. PMID 25421067.
  11. ^ Castner, James; Nickle, David (August 2004). "Notes on the biology and ecology of the leaf-mimicking katydid Typophyllum bolivari Vignon (Orthoptera: Tettigoniidae: Pseudophyllinae: Pterochrozini)". Journal of Orthoptera Research. 4: 105–109.
  12. ^ Wood-Mason, James (1880). "Synopsis of the species of Choeradodis, a remarkable genus of Mantodea common to Indian and Tropical America". Journal of the Asiatic Society of Bengal. 47 (1): 82–84. doi:10.1080/00222938009458912.
  13. ^ Bradley, J.C.; Galil, B.S. (1977). "The taxonomic arrangement of the Phasmatodea with keys to the subfamilies and tribes". Proceedings of the Entomological Society of Washington. 79 (2): 176–208.
  14. ^ Cott 1940, hlm. 345.
  15. ^ Wiklund, Christer; Tullberg, Birgitta S. (2004). "Seasonal polyphenism and leaf mimicry in the comma butterfly". Animal Behaviour. 68 (3): 621–627. doi:10.1016/j.anbehav.2003.12.008.
  16. ^ Arnold, Carrie (November 16, 2016). "This Never Before Seen Spider Looks Like a Leaf". National Geographic (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 25 October 2025.
  17. ^ Kuntner, Matjaž; Gregorič, Matjaž; Cheng, Ren-Chung; Li, Daiqin (2016). "Leaf masquerade in an orb web spider". The Journal of Arachnology. 44 (3): 397–400. ISSN 0161-8202. Diakses tanggal 25 October 2025.
  18. ^ Collins, Rupert A.; Britz, Ralf; Rüber, Lukas (2015). "Phylogenetic systematics of leaffishes (Teleostei: Polycentridae, Nandidae)". Journal of Zoological Systematics and Evolutionary Research. 53 (4): 259–272. doi:10.1111/jzs.12103.
  19. ^ a b Cott 1940, hlm. 311–313.
  20. ^ Cott 1940, hlm. 315–316.
  21. ^ Cott 1940, hlm. 317.

Sumber

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement