Michelle Santoso
(2025) | |
| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | November 1988 Hong Kong |
| Data pribadi | |
| Agama | Kekristenan |
| Pendidikan | Raffles College of Design and Commerce (en) |
| Kegiatan | |
| Pekerjaan | jurutama masak, kreator konten, pengusaha |
| Karya kreatif | |
Karya terkenal | |
Michelle Santoso (lahir November 1988) adalah jurutama masak, pengusaha, dan kreator konten kuliner Indonesia. Ia adalah pemilik usaha roti lapis Rocket Deli dan The Roots salad bar yang berbasis di Jakarta. Namanya mulai dikenal publik setelah turut aktif menyuarakan perjuangan warga Palestina lewat akun media sosialnya. Michelle memiliki cara yang unik untuk mengekspresikan dukungannya, yaitu dengan memperkenalkan makanan khas Palestina. Atas kepedulian dan aktivisme sosialnya, ia menerima penghargaan Friends of Palestine Indonesia, kategori Influencer of Humanity pada 2025.[1]
Kehidupan awal dan pendidikan
Michelle terbiasa tumbuh dan hidup di beragam budaya. Ia adalah warga Indonesia keturunan Tionghoa yang lahir di Hong Kong pada November 1988.[1] Menginjak usia remaja, ia pindah ke Shanghai lalu ke Jakarta. Setelah tinggal beberapa waktu di Indonesia, ia kembali ke Shanghai untuk belajar mode dan desain[2] di Raffles College of Design and Commerce kampus Shanghai.[3] Terkait dengan hobi memasak, ia mengaku sudah menggemarinya sejak masih usia belasan.[2]
Karier dan aktivisme
Sebelum terjun ke industri kuliner pada 2014, Michelle sempat bekerja di bidang periklanan dan ritel.[4] Ia mulai membuka bisnis penyediaan makanan (catering) setelah melahirkan anak pertamanya, dan selama hampir tujuh tahun, ia menjalankan bisnis makanan vegetarian Forking Clean. Namun, usahanya tersebut harus terhenti saat pandemi Covid-19 menghantam Indonesia. Ia kemudian beralih dengan membuka usaha roti lapis yang ia namai Rocket Deli,[2] disusul dengan usaha restoran salad bar, The Roots.[2]
Hobi dan bisnisnya dalam bidang kuliner kemudian mendorongnya untuk menyelami lebih jauh tentang budaya dan sejarah makanan dari bangsa-banga lain, termasuk Timur Tengah dan Palestina. Secara perlahan, ia mulai menyadari isu-isu terkait perjuangan warga Palestina yang semula ia hanya ketahui sepintas lalu. Ia mengungkapkan bahwa sebelum 2021, ia tidak benar-benar menaruh perhatian pada masalah Palestina.[1] Peristiwa pengeboman Masjidilaqsa pada 2021 menjadi titik awal kepeduliannya. Sejak akhir 2023, ia mulai dikenal sebagai kreator konten yang aktif membagikan resep masakan Palestina sekaligus bercerita tentang asal-usul kuliner, sejarah, serta budaya Palestina dan Arab.[4]
Aktivisme makanan yang ia lakukan salah satunya dilatari oleh kekhawatiran bahwa jika invasi terus berlanjut, maka makanan sebagai bagian penting dari budaya Palestina akan punah dan diklaim sepihak oleh Israel.[1] Baginya, konflik Palestina terasa personal karena ia memiliki anak dan tak bisa membayangkan jika anak-anak korban perang itu adalah anaknya sendiri.[5] Sebagai orang Indonesia keturunan Tionghoa dan pernah hidup sebagai diaspora, ia menyatakan bisa berempati dengan apa yang dirasakan oleh rakyat Palestina. Bedanya, ia masih bisa kembali ke negerinya, sementara mereka tidak.[6] Bersama dengan seorang warga Palestina yang juga mahasiswa magister di Universitas Indonesia, Michelle pernah menggelar acara makan malam amal bertema Palestina. Beberapa kali, ia juga bekerja sama dengan sejumlah restoran untuk mengadakan kegiatan serupa.[7] Hasilnya kemudian disalurkan lewat organisasi kemanusiaan Friends of Palestine yang membuka dapur umum untuk korbang perang di Jalur Gaza dan wilayah lainnya.[1]
Ia menerima banyak dukungan dari warga diaspora Palestina. Mereka, menurut Michelle, bersikap sangat terbuka dan menawarinya resep orisinal dan tips memasaknya. Ia juga sempat mendapatkan sorotan dari sejumlah media di Timur Tengah. Meski demikian, ia terkadang menerima serangan dan ujaran kebencian bernuansa rasisme dan xenofobia dari para pendukung zionisme.[5]
Selain makanan Palestina, Michelle juga kerap mengangkat konten kuliner khas Indonesia dan Cina.[6]
Daftar rujukan
- ^ a b c d e Dewabrata, Wisnu (2025-04-07). "Michelle Santoso, Perjuangkan Palestina Lewat Konten Masakan". Kompas.id. Diakses tanggal 2025-08-19.
- ^ a b c d Siahaan, Febe R. (2025-03-19). "Liku perjalanan Michelle Santoso, kecintaannya pada kuliner berbasis nabati, hingga aktivisme sosial". Tatler Asia. Diakses tanggal 2025-08-19.
- ^ Rizki, Tiara A. (2025-03-17). "Profil Chef Michelle Santoso yang Aktif Suarakan Palestina Lewat Jalur Kuliner, Disorot Media Arab". Tribunnews Bogor. Diakses tanggal 2025-08-19.
- ^ a b "Bersuara Lewat Makanan. Ini Cara Chef Michelle Santoso Bela Palestina". fenews.id. 2025-07-07. Diakses tanggal 2025-08-19.
- ^ a b Putri, Adelia Anjani (2025-02-01). "Resistance on a plate: Michelle Santoso serves up culinary advocacy". The Weekender by The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-19.
- ^ a b Parisianne, Anne (2025-05-27). "Chef Indonesia Michelle Santoso Berbagi Cerita Budaya Palestina lewat Makanan". SBS Language (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-19.
- ^ Narasi Newsroom (2025-03-16), Makanan Palestina Nyaris Punah, Israel Curi Resepnya: Kisah Chef Indonesia Michelle Santoso | People, diakses tanggal 2025-08-19
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


