Menhir Bukit Domo II
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (Juni 2025) |
Menhir Bukit Domo II adalah salah satu situs megalitik yang terletak di Nagari Maek, Bukik Barisan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Situs ini terdiri dari sembilan menhir yang berdiri tegak, salah satunya adalah Menhir Bukit Domo II yang memiliki ukuran panjang sekitar 310 cm, lebar 82 cm, tinggi 82 cm, dan tebal 56 cm, dengan ketinggian lokasi sekitar 267,75 meter di atas permukaan laut. Dibuat dari batu andesit dengan teknik pahat, menhir ini memiliki bentuk lonjong di bagian puncaknya dan permukaan yang polos tanpa ornamen, mencerminkan karakteristik tradisi megalitik di wilayah tersebut.[1]
Sejarah
Menhir Bukit Domo II merupakan peninggalan prasejarah yang termasuk dalam tradisi megalitik Austronesia, diperkirakan berasal dari periode 2000-6000 tahun sebelum Masehi. Sebagai bagian dari budaya agraris masa itu, menhir ini berfungsi multifungsi, sebagai media pemujaan arwah leluhur, penanda teritorial adat, sekaligus simbol status sosial dalam komunitas prasejarah Sumatera Barat. Temuan arkeologis menunjukkan bahwa situs ini merupakan bagian dari jaringan tradisi megalitik yang tersebar di Nagari Maek dan sekitarnya.[2]
Dalam konteks kekinian, masyarakat suku Domo secara adat mengakui kepemilikan menhir ini, meski statusnya belum ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. Kondisi situs yang kurang terawat menimbulkan kekhawatiran akan kerusakan, sehingga memerlukan upaya konservasi sistematis.[butuh rujukan]
Menhir Bukit Domo II merupakan salah satu peninggalan penting tradisi megalitik di Sumatera Barat yang mencerminkan kompleksitas kehidupan masyarakat prasejarah. Batu tegak ini berfungsi sebagai sarana pemujaan arwah leluhur, diyakini sebagai media penghubung antara dunia manusia dengan alam roh. Dalam masyarakat agraris masa itu, menhir menjadi pusat ritual untuk memohon perlindungan dan kesuburan tanah pertanian.
Selain aspek spiritual, menhir ini memiliki peran penting dalam tata kelola ruang sosial. Ia berfungsi sebagai:
- Penanda batas wilayah adat suatu komunitas.
- Simbol prestise dan status sosial tokoh tertentu.
- Bagian integral dari sistem penguburan tokoh terhormat.
- Penanda identitas budaya suku Domo sebagai pemilik situs.
Keberadaan Menhir Bukit Domo II tidak sekadar sebagai artefak batu, melainkan cerminan sistem nilai yang mengintegrasikan aspek kepercayaan, organisasi sosial, dan identitas kultural masyarakat prasejarah Sumatera Barat.
Lokasi
Menhir Bukit Domo II berada di wilayah pertanian masyarakat di Jorong Ronah, Nagari Maek, Kecamatan Bukik Barisan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Situs megalitik ini terletak di kawasan dataran tinggi pada ketinggian 267,75 mdpl, berjarak sekitar 83,48 kilometer dari pesisir pantai. Lingkungan sekitarnya terdiri dari area persawahan, lereng bukit, dan permukiman penduduk. Dengan luas area sekitar 144,8 meter persegi, situs ini dikelilingi oleh tanah ulayat milik suku Domo di semua sisinya.[4]
Referensi
- ^ "Tipe-tipe Menhir Maek dan Temuan-Temuan Terbaru dari Maek" (PDF). Maek Heritage.
- ^ a b redaksi (2024-06-25). "HISTORY DI BALIK CERITA NAGARI SERIBU MENHIR". payakumbuhpos.id. Diakses tanggal 2025-06-17.
- ^ "Menhir di Kabupaten 50 Koto – Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat" (dalam bahasa American English). 2017-05-20. Diakses tanggal 2025-06-17.
- ^ R, Rahmadi (2022-12-12). "Membaca Nilai-nilai Ekologi Peradaban Megalitikum di Bukit Barisan". Mongabay.co.id. Diakses tanggal 2025-06-17.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


