Melayang (album Ungu)
| Melayang | ||||
|---|---|---|---|---|
| Album studio karya Ungu | ||||
| Dirilis | 9 Desember 2005 | |||
| Direkam | 12 Juni 2004 - 12 Juni 2005 | |||
| Genre | Hard rock, power pop, pop rock, rock alternatif, power ballad, soft rock | |||
| Durasi | 47:47 | |||
| Label | ||||
| Produser | Khrisna J. Sadrach & Makki Omar Parikesit (Makki) | |||
| Kronologi Ungu | ||||
| ||||
| Singel dalam album Melayang | ||||
| ||||
Melayang adalah album studio ketiga dari grup musik pop rock Indonesia, Ungu, yang dirilis pada tanggal 2 Desember 2005 melalui label Trinity Optima Production. Album ini bukan sekadar rilisan rutin bagi Ungu, melainkan sebuah titik balik krusial yang menyelamatkan karier mereka sekaligus mengubah konstelasi industri musik pop Indonesia pada pertengahan era 2000-an. Didorong oleh kesuksesan masif singel utama "Demi Waktu", album ini mendongkrak status Ungu dari band papan tengah menjadi salah satu raksasa musik komersial di Asia Tenggara.[1]
Latar Belakang dan Tekanan Perekaman
Menjelang tahun 2005, Ungu berada dalam fase yang penuh ketidakpastian. Meskipun dua album pertama mereka—Laguku (2002) dan Tempat Terindah (2003)—mendapat sambutan yang cukup baik dan masing-masing meraih status Platinum, posisi mereka di kancah musik nasional belumlah kokoh. Pada masa itu, industri musik Indonesia sedang dikuasai oleh dominasi absolut dari band-band seperti Peterpan, Sheila on 7, dan Dewa 19. Terdapat beban moral dan komersial yang besar di pundak kelima personel—Pasha (vokal), Enda (gitar), Oncy (gitar), Makki (bass), dan Rowman (drum)—untuk menghasilkan sebuah karya pembuktian.[2]
Proses pengerjaan Melayang memakan waktu kurang lebih dua tahun. Dalam rentang waktu ini, dinamika internal band mulai menemukan titik keseimbangan terbaiknya. Enda, sang gitaris ritme, perlahan mengambil alih tongkat estafet sebagai penulis lagu utama. Pengalaman hidup, pasang surut emosional, dan pengamatannya terhadap realitas hubungan asmara kaum urban ia tuangkan ke dalam draf lirik yang lebih jujur dan membumi. Di sisi lain, kehadiran Oncy (mantan gitaris Funky Kopral) yang kini sudah sepenuhnya beradaptasi dengan ritme kerja Ungu, memberikan ruang bagi band ini untuk meracik harmonisasi dua gitar yang saling bersahutan tanpa terdengar tumpang tindih.
Eksplorasi Musikal dan Lirik
Bila dibandingkan dengan materi awal mereka yang banyak menyerap pengaruh musik grunge dan rock alternatif khas 90-an, Melayang menampilkan evolusi yang sangat sadar (conscious evolution). Ungu memangkas distorsi gitar yang terlalu kotor, melembutkan tempo, dan menaruh fokus utama pada kekuatan melodi vokal. Ini adalah cetak biru dari apa yang kemudian dikenal luas sebagai "pop rock balada" ala Ungu.
Lirik-lirik di dalam album ini berbicara tentang sisi tergelap dari romansa: perselingkuhan, rasa bersalah, penyesalan, hingga keputusasaan. "Demi Waktu", sebagai jangkar utama album ini, adalah mahakarya melankolis. Lagu ini dibuka dengan arpeggio gitar akustik yang rapuh, sebelum perlahan dibangun oleh ketukan drum Rowman dan meledak di bagian chorus. Vokal Pasha yang memiliki warna serak-serak basah (raspy) menjadi nyawa utama dalam lagu ini; ia menyanyi tidak dengan teknik yang berlebihan, melainkan dengan tarikan napas berat yang merepresentasikan rintihan seorang pria yang terjebak di antara dua cinta.
Meski lebih ramah telinga, Ungu tidak serta-merta mengkhianati akar rock mereka. Makki dan Rowman memastikan fondasi ritem tetap bertenaga. Hal ini terbukti pada nomor-nomor bertempo medium hingga cepat seperti "Seperti Yang Dulu" dan "Aku Bukan Pilihan Hatimu". Pada lagu "Tercipta Untukku", Oncy mendemonstrasikan kepiawaiannya merangkai notasi melodi yang manis namun tidak cengeng, memperkaya tekstur musikal album ini secara keseluruhan.
Fenomena "Demi Waktu" dan Ledakan RBT
Sejarah album Melayang tidak akan bisa dipisahkan dari revolusi teknologi seluler di Indonesia, khususnya kemunculan layanan Ring Back Tone (RBT) atau nada sambung pribadi. Saat album ini diluncurkan pada akhir 2005, industri rekaman fisik (kaset dan CD) mulai menghadapi tantangan pembajakan yang masif. Label Trinity Optima Production mengambil langkah jenius dengan menjadikan "Demi Waktu" sebagai ujung tombak pemasaran digital mereka di berbagai operator seluler.
Hasilnya adalah sebuah anomali komersial yang luar biasa. Nada dering "Demi Waktu" diunduh jutaan kali oleh pengguna ponsel di seluruh Indonesia, bahkan menyeberang hingga ke Malaysia dan Singapura. Kesuksesan RBT ini menjadi penyelamat finansial yang luar biasa, tidak hanya bagi Ungu dan labelnya, tetapi juga memberikan preseden baru bagi pelaku industri musik bahwa era monetisasi digital telah dimulai. "Demi Waktu" mengudara hampir tanpa henti di radio-radio swasta nasional, televisi, pusat perbelanjaan, hingga angkutan umum, menjadikannya semacam "lagu kebangsaan" patah hati pada tahun 2006.
Pencapaian Komersial dan Warisan
Dampak dari gelombang popularitas digital tersebut berimbas langsung pada penjualan fisik album. Hanya dalam waktu kurang dari sebulan sejak dirilis, Melayang berhasil menembus penjualan 150.000 keping, angka yang sangat fantastis untuk masa itu. Memasuki bulan Februari 2006, Ungu secara resmi dianugerahi sertifikasi Double Platinum atas pencapaian komersial album ini.[3]
Lebih dari sekadar angka penjualan, Melayang mewariskan pengaruh budaya pop yang kuat. Kesuksesan album ini membuka "kotak Pandora" bagi tren band-band pop bergenre serupa (yang kelak memicu gelombang Pop Melayu di akhir dekade 2000-an). Band-band baru berlomba-lomba mencari rumusan lagu galau yang memiliki potensi laku di pasar RBT layaknya "Demi Waktu".
Bagi internal band Ungu sendiri, status kelas A yang mereka peroleh dari album ini memberikan mereka "kunci inggris" untuk bereksperimen lebih jauh. Kepercayaan diri dari kesuksesan Melayang inilah yang pada akhirnya meyakinkan pihak label untuk memberikan lampu hijau saat Ungu mengusulkan pembuatan album mini religi komersial pertama mereka, SurgaMu pada bulan Ramadan tahun 2006, yang kelak mencetak sejarahnya sendiri. Secara historis, tanpa album Melayang, fenomena band membawakan lagu religi di Indonesia mungkin tidak akan pernah menemukan momentum terbesarnya.
Daftar lagu & Pencipta lagu
| No. | Judul | Pencipta | Durasi |
|---|---|---|---|
| 1. | "Melayang" | Enda | 3:44 |
| 2. | "Seperti Yang Dulu" | Enda | 4:23 |
| 3. | "Demi Waktu" | Enda | 5:08 |
| 4. | "Berikan Aku Cinta" | Enda | 3:59 |
| 5. | "Berjanjilah" | Enda | 2:57 |
| 6. | "Dari Satu Hati" | Oncy | 3:29 |
| 7. | "Aku Bukan Pilihan Hatimu" | Enda | 4:05 |
| 8. | "Tak Perlu" | Pasha | 3:57 |
| 9. | "Ungu (Tak Terulang)" | Enda | 3:18 |
| 10. | "Tercipta Untukku" | Oncy | 4:26 |
| 11. | "Ciuman Pertama" | Oncy | 3:54 |
| 12. | "Sejauh Mungkin" | Pasha | 4:34 |
| Durasi total: | 47:47 | ||
Personel
Ungu
- Pasha – lead vocals
- Enda – guitar, backing vocals
- Oncy – guitar, backing vocals
- Makki – bass
- Rowman – drums
Credit title
- All song arrangements and perfomance by: Ungu
- Executive Producer : Trinity Optima Production
- Produced by : Krisna J Sadrach & Makki Parikesit
- Engineered by : Imron Sati
- Mixing by : Krisna J Sadrach @Delta Studio
- Mastering : Imron Sati @SoundSATION
- Recorded by : Andrea Lukas & Roni Ilyas @Delta Studio
- Design & Photography by : Aditya Yoga
Additional Recording
- Drum Track all except noted @musica Studio jakarta by : Rizal Jepang.
- drum track lagu : dari satu hati,aku bukan pilihan hatimu @pendlum Studio By : Adhy Permana
- Drum track lagu : Demi Waktu @Sonic Studio by : Andrea Lukas
Additional arrangement
- Orcestration & piano Arrangement and performance 'Demi Waktu' by Iwan Hasan
- All Loops by : Krisna J Sadrach
Additional Players
- Gatot Kies: Keyboard di Semua Lagu
- Moza: Backing Vocal di lagu "Demi Waktu"
Video Clip
- Demi Waktu
- Seperti Yang Dulu
- Aku Bukan Pilihan Hatimu
- Tercipta Untukku
- Ciuman Pertama
- Sejauh Mungkin
- Berjanjilah
Penghargaan
- MTV Indonesia Awards (2006) Best Director Video Clip 'Demi Waktu'
- SCTV Music Awards 2007 Album Pop/Rock Paling Ngetop (album Melayang)
Penggunaan dalam media
- Lagu "Ciuman Pertama" yang dijadikan soundtrack film Buruan Cium Gue yang dilarang beredar juga dijadikan sebagai jingle iklan korporasi produsen sepeda motor Suzuki pada tahun 2008 yang dibintangi oleh Ungu sendiri. Sehingga, di tahun yang sama Ungu merilis kembali lagu ini dengan judul Enjoy Your Life dengan mengubah sebagian besar liriknya sebagai jingle iklan produsen sepeda motor asal Jepang tersebut.
Pranala luar
Referensi
- ^ "Album Ketiga Ungu Meraih Double Platinum". Liputan6.com. 2006-02-14. Diakses tanggal 2024-04-01.
- ^ "Ungu Raih 'Double Platinum'". KapanLagi.com. 2006-01-21. Diakses tanggal 2024-04-01.
- ^ "Album Ketiga Ungu Meraih Double Platinum". Liputan6.com. 2006-02-14. Diakses tanggal 2024-04-01.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


