Mek Mulung
Mek Mulung atau Mek Mulong adalah jenis teater tradisional masyarakat Melayu yang banyak dimainkan di Kedah Darul Aman, Malaysia. Teater tradisional ini masuk dalam daftar UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda yang membutuhkan perlindungan . Dalam pementasan Mek mulung akan melibatkan seni teater seperti akting, dialog, nyanyian dan juga tarian.[1] Mek mulung secara struktur dan bentuk mirip dengan Mak Yong hanya saja berbeda dari segi dialeg. Selain sebagai hiburan, teater rakyat ini juga digunakan untuk menyampaikan cerita rakyat, sejarah dan budaya yang berakar pada nilai masyarakat Melayu.[2] Mek mulung juga memiliki nilai ritual sebagai sarana pengobatan dan terapi.[3] Saat ini unsur ritual pada pertunjukan Mek Mulung tidak lagi ditampilkan.[4]
Nama Mek Mulung berasal dari kata 'Mek' yaitu kata panggilan kepada gadis. Adapun kata 'Mulung' merupakan nama hutan tempat pertama kali pentas teater ini berasal.[4]
Mek mulung dipentaskan sebagai hiburan selepas panen. Pementasan akan melibatkan 15 hingga 20 pelakon diiringi perkusi dan sejumlah alat musik seperti rebana, kecerek, serunai dan gong. Cerita Mek mulung akan menceritakan tentang raja dan putrinya serta dayang-dayang dan juga sejumlah tokoh antogonis.
Sejarah
Teater ini diperkirakan telah ada sejak berabad-abad lalu dan memiliki akar dari seni teater tradisional dari Thailand (Kerajaan Ligor, Siam) khususnya di wilayah Patani. Di Kedah, Mek mulung berkembang pesat sejak abad ke-19.[2]
Pada awalnya Mek Mulung hanya dipentaskan oleh laki-laki. Untuk karakter perempuan tetap dipentaskan oleh laki-laki berpakaian perempuan. Kini Mek Mulong sudah dipentaskan oleh laki-laki dan juga perempuan.[1] Kemampuan bermain teater dan musik pada Mek Mulung tidaklah diajarkan secara formal melainkan hanya diajarkan secara turun temurun.
Cerita Mek Mulung
Cerita yang ditampilkan merupakan cerita Melayu lama dengan dialek Kedah. Cerita menggambarkan keadaan masyarakat dan bangsawan Kedah di masa lalu. Terdapat setidaknya 12 hikayat yang menjadi cerita pada Mek Mulung. Kini hanya empat cerita aja yang kerap dibawakan yaitu Puteri Cahaya Bulan, Dewa Muda, Dewa Kacak, dan Puteri Dua belas. Adapun tarian yang kerap dibawakan yaitu Puteri Mabuk, Anak Manora, Gambang dan Sedayung.[4] Adapun lagu yang dibawakan seperti Raja Nak Bangkit, Gerak Timpuh serta lagu yang mengiringi setiap tarian.[5]
Referensi
- ^ a b Intangible Cultural Heritage, UNESCO. "Mek Mulung". ich.unesco.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-02.
- ^ a b "Maklumat Seni Budaya". pemetaanbudaya.jkkn.gov.my (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-02.
- ^ Kerya, Mohamad Yazi; Mohd Ishak, Fatahiyah; Wan Ismail, Wan Roslina. "Gaya bahasa dalam teater tradisional Mek Mulung / Mohamad Yazi Kerya...[et al.]".
- ^ a b c Nur Syahirah Mat Yusof. "SENI TRADISI MEK MULUNG HARUS DIPELIHARA". USIM CULTURAL CENTRE (dalam bahasa Melayu). Diakses tanggal 2025-11-02.
- ^ Toh Lai Chee. (2006). Alat Muzik dan Lagu dalam Muzik Mek Mulung. Wacana Seni Journal of Arts Discourse, 5, 69–115. https://ejournal.usm.my/wacanaseni/article/view/ws-vol5-2006-5
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


