Masyarakat Advokasi Warisan Budaya

Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (disingkat MADYA) adalah sebuah perkumpulan bagi para pemerhati dan pecinta kebudayaan di Indonesia, khususnya dalam bidang pengelolaan warisan budaya. Komunitas ini berfokus melakukan advokasi terhadap kebijakan pelestarian kebudayaan dan permuseuman, serta mengawal kasus-kasus pengrusakan, penghancuran dan pencurian cagar budaya.[1][2] Komunitas ini didirikan pada 9 Januari 2009 di Yogyakarta sebagai tanggapan untuk kasus pengrusakan situs Trowulan serta berbagai kasus pengrusakan dan pencurian cagar budaya lainnya di seluruh Indonesia.[3] Salah satu kasus besar yang dikawal oleh komunitas MADYA adalah kasus pencurian koleksi Museum Sonobudoyo yang hingga kini masih belum terungkap.[4][5]

Pengawalan

Beberapa kasus pengrusakan, pencurian, dan kelalaian dalam pengelolaan warisan budaya yang turut dikawal oleh komunitas MADYA, di antaranya adalah:

Catatan kaki

  1. ^ "Masyarakat Advokasi Warisan Budaya". Komunitas Indonesia (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-01-30.
  2. ^ Media, Nina Atmasari-Solopos Digital. "Pemerintah Diminta Jaga Artefak yang Ditemukan Masyarakat". SOLOPOS.com. Diakses tanggal 2020-01-30.[pranala nonaktif permanen]
  3. ^ "Invitation: Pelatihan masyarakat Advokasi Warisan Budaya (Yogyakarta, 2012) – Lontara Project" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-01-30.
  4. ^ "Pencurian Koleksi Emas Sonobudoyo Gelap". Kompas.com. 2011-01-10. Diakses tanggal 2020-01-30.
  5. ^ "Sudah Tiga Tahun, Pencurian Koleksi Emas Sonobudoyo Belum Terungkap". Republika Online. 2013-08-13. Diakses tanggal 2020-01-30.
  6. ^ Burhanuddin, Andi Iqbal (2015-04-15). Mewujudkan Poros Maritim Dunia. Deepublish. ISBN 978-623-209-194-8.
  7. ^ "Pencurian Museum Sonobudoyo Terlupakan". hukumonline.com (dalam bahasa Indonesia). 2013-02-12. Diakses tanggal 2020-01-30. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  8. ^ "Warga Yogyakarta Pertanyakan Kasus Pencurian Museum Sonobudoyo". detikcom. 2011-04-06. Diakses tanggal 2020-01-30.
  9. ^ "Pelelangan Patung Sudirman Harus Jadi Terapi Kejut Pemerintah". detikcom. 2010-07-18. Diakses tanggal 2020-01-30.
  10. ^ Priyanto, Agus; Nasional; Terkini, Jogja; Politik; Regional; Ekonomi; Olahraga; Pendidikan; Pariwisata (2015-02-04). "Madya : Vonis perusak SMA "17" 1 mengecewakan". ANTARA News. Diakses tanggal 2020-01-30.
  11. ^ "Perusakan Bangunan Cagar Budaya di Yogyakarta - National Geographic". nationalgeographic.grid.id. Diakses tanggal 2020-01-30.
  12. ^ "Pembangunan di Lahan Eks Gedung Sarekat Islam Dikecam - koran.tempo.co". Tempo.co. Diakses tanggal 2020-01-30.
  13. ^ RMOL. "Artefak Curian dari Indonesia Ditampung Galeri Australia". rmolsumsel.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2020-01-30. Diakses tanggal 2020-01-30.
  14. ^ SigapNews. Advokasi Warisan Budaya Sesalkan Hilangnya Koleksi Museum Sang Nila Utama Riau.[pranala nonaktif permanen]
  15. ^ GramediaPost. "Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (MADYA): Penemuan Benda Purbakala dari Era Kerajaan Majapahit dan Dugaan Pembiaran Penjarahan Pada Proyek Tol Malang – Pandaan Seksi V Jawa Timur | Gramediapost". Diakses tanggal 2020-01-30.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement