Masjid di India
Masjid di India adalah masjid-masjid yang didirikan di India. Pembangunan masjid di India dimulai sejak tahun 629 M dengan Masjid Cheraman Juma sebagai masjid pertamanya. Masjid secara massal dibangun di India untuk pertama kalinya pada abad ke-8 Masehi setelah penaklukan wilayah Sindh dan kembali terjadi pada abad ke-12 ketika terjadi pendudukan muslim atas wilayah bagian utara India.
Ciri khas dari gaya arsitektur pada masjid-masjid di India adalah penggunaan gerbang pada bagian depan masjid dan kubah berbentuk seperti bawang dengan pelengkung kubah berbentuk tirus. Selama masa Kekaisaran Mughal di India, masjid-masjid dibangun dengan berbagai ukiran yang indah dengan perpaduan gaya arsitektur Persia dan India. Masjid-masjid di India utamanya digunakan sebagai tempat ibadah bagi muslim.
Pembangunan
Masjid pertama yang dibangun di India adalah Masjid Cheraman Juma yang didirikan pada tahun 629 M. Masjid Cheraman Juma dibangun di Desa Methala, Kota Kodungallur, negara bagian Kerala, India. Pembangunan Masjid Cheraman Juma dipimpin oleh seorang bernama Malik Dinar atas permintaan seorang raja yang menguasai wilayah Kerala dengan gelar Cheraman Perumal. Raja Cheraman Perumal mewasiatkan pembangunan masjid menjelang kematiannya ketika sedang mengadakan perjalanan pulang dari Makkah ke India sebagai seorang muslim bernama Tajuddin.[1]
Pada abad ke-8 Masehi, pembangunan masjid di wilayah India secara massal pertama kali diadakan setelah pasukan muslim menaklukkan wilayah Sindh yang sekarang mencakup wilayah Pakistan yang berbatasan darat dengan India. Pembangunan masjid di India secara massal kembali berlangsung pada abad ke-12 ketika wilayah bagian utara India khususnya Delhi telah ditaklukkan oleh pasukan muslim. Pembangunan masjid d India pada abad ke-12 Masehi umumnya memanfaatkan bahan bangunan yang diperoleh sebagai rampasan perang dari kuil-kuil penganut agama Hindu maupun Jainisme pada wilayah yang telah ditaklukkan oleh pasukan muslim. Selama masa awal pendudukan muslim di berbagai wilayah di India pada abad ke-12 M, penggunaan bahan bangunan hasil rampasan perang dari kuil untuk membangun masjid merupakan hal yang umum terjadi. Beberapa daerah pendudukan muslim di India yang pembangunan masjidnya secara umum menggunakan bahan bangunan hasil rampasan perang dari kuil yaitu Ajmer dan Jalor di Rajasthan , Bharuch serta Khambat dan Patan di Gujarat. Penggunaan bahan bangunan hasil rampasan perang dari kuil untuk membangun masjid juga terjadi di Jaunpur, Bijapur, Daulatabad dan Warangal di Dataran Tinggi Dekkan serta Dhar dan Mandu di Malwa.[2]
Gaya arsitektur
Ciri khas dari gaya arsitektur pada masjid-masjid di India adalah penggunaan gerbang dan kubah. Gerbang pada masjid-masjid di India berukuran besar dan dibangun pada bagian depan masjid.[3] Sedangkan kubah pada sebagian besar masjid di India memiliki bentuk yang khas yaitu berbentuk seperti bawang.[4] Selain itu, pelengkung kubah pada masjid-masjid di India memiliki bentuk yang khas yaitu berbentuk tirus.[3]
Selama masa Kekaisaran Mughal di India, masjid-masjid dibangun dengan berbagai ukiran yang indah. Selain itu, masjid-masjid yang dibangun selama masa Kekaisaran Mughal memadukan gaya arsitektur Persia dan gaya arsitektur India.[5]
Pemanfaatan
Masjid-masjid di India utamanya digunakan sebagai tempat ibadah bagi muslim.[5] Setiap hari Jumat, masjid-masjid di India menjadi lokasi pelaksanaan Salat Jumat bagi muslim yang berjenis kelamin laki-laki.[6]
Referensi
- ^ Samad, D., dkk. (Juni 2021). Hamzah, A., dkk. (ed.). Masjid Makmur, Memakmurkan dan Pengembangan Ekosistim Syariah Berbasis Masjid (PDF). Padang: Penerbit PW DMI Sumbar Publishing. hlm. 3. ISBN 978-602-0738-76-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Michell, George (2008). Indian Islamic Architecture: Forms and Typologies, Sites and Monuments (PDF) (dalam bahasa Inggris). Leiden: Koninklijke Brill. hlm. 4. ISBN 978-90-04-16339-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Saputra, A., dan Rahmawati, N. (September 2020). Arsitektur Masjid: Dimensi Idealitas dan Realitas. Surakarta: Muhammadiyah University Press. hlm. 35. ISBN 978-602-361-310-6. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Armand, Avianti (Mei 2017). Arsitektur yang Lain, Sebuah Kritik Arsitektur. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 17. ISBN 978-602-03-5670-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Yulianto, Eko (Oktober 2025). Manajemen Masjid di Era Transformasi Digital: Aplikasi untuk Dewan Kemakmuran Masjid. Purbalingga: Eureka Media Aksara. hlm. 45. ISBN 978-634-248-677-1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Lubis, Yatie Asfan (2010). Hardiman, Intarina (ed.). Traveling Lady: 60 Kisah Menarik Seorang Penikmat Perjalanan di Empat Benua. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 21. ISBN 978-979-225-226-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


