Masjid El Barani
| Masjid El Barani | |
|---|---|
مسجد براني | |
Koordinat: 36°47′4″N 3°3′20″E / 36.78444°N 3.05556°E Koordinat: 36°47′4″N 3°3′20″E / 36.78444°N 3.05556°E | |
| Agama | |
| Afiliasi | Islam |
| Status keagamaan atau organisasi |
|
| Status | Aktif |
| Lokasi | |
| Lokasi | Kasbah, Aljir |
| Negara | Aljazair |
Lokasi masjid di Aljir | |
| Koordinat | 36°47′4.1″N 3°3′20.7″E / 36.784472°N 3.055750°E |
| Arsitektur | |
| Tipe | Arsitektur Islam |
| Gaya | Utsmaniyah |
| Rampung | 1653 M |
| Menara | 1 |
| Bagian dari | Kasbah Aljir |
| Kriteria | Kebudayaan: (ii), (v) |
| Referensi | 565 |
| Pengukuhan | 1992 (Sesi ke-16) |
Masjid El Berrani (bahasa Arab: مسجد براني) adalah sebuah masjid yang terletak di kota Aljir, Aljazair. Bangunan ini berada di kawasan Kasbah Aljir, yang tercatat sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Masjid El Berrani terletak di Jalan Bab Jadid, tidak jauh dari pintu masuk kompleks istana Dar al-Sultan, salah satu pusat administrasi pada masa pemerintahan Ottoman di Aljir.[1]
Etimologi
Nama El Berrani berasal dari istilah berrani, yang digunakan untuk menyebut orang-orang dari luar kota Aljir yang datang untuk bekerja atau menetap di wilayah tersebut. Pada masa pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah, istilah ini merujuk pada kelompok masyarakat pendatang yang tidak termasuk dalam komunitas inti penduduk kota. Mereka biasanya bekerja di berbagai sektor ekonomi di sekitar pelabuhan, pasar, dan kompleks pemerintahan.[1]
Penggunaan nama tersebut berkaitan dengan fungsi awal masjid yang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat tersebut. Masjid ini berperan sebagai tempat ibadah bagi para pekerja dan pendatang yang tinggal di sekitar kawasan istana tetapi tidak memiliki akses ke fasilitas keagamaan di dalam kompleks istana.[1]
Sejarah
Masjid El Berrani dibangun pada tahun 1653 oleh otoritas Ottoman yang menguasai Aljir pada masa itu. Lokasinya yang berada di dekat kompleks pemerintahan menunjukkan bahwa bangunan ini memiliki fungsi pendukung bagi aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat di sekitar pusat kekuasaan. Masjid ini secara khusus disediakan bagi komunitas berrani yang bekerja di luar lingkungan istana.[2] Pada masa pendudukan kolonial Prancis di Aljazair, fungsi bangunan ini mengalami perubahan. Otoritas kolonial memanfaatkan bangunan tersebut sebagai barak militer sebelum kemudian dialihfungsikan menjadi gereja pada tahun 1839. Perubahan fungsi ini merupakan bagian dari kebijakan kolonial yang sering memanfaatkan kembali bangunan keagamaan yang telah ada untuk kepentingan administrasi atau militer.[3][4] Pada tahun 1887 pemerintah kolonial menetapkan bangunan ini sebagai objek warisan budaya. Penetapan tersebut bertujuan untuk melindungi bangunan bersejarah yang berada di kawasan Kasbah Aljir, meskipun pada masa itu tidak selalu diikuti dengan program pemugaran yang memadai.
Setelah Kemerdekaan Aljazair pada tahun 1962, bangunan ini dikembalikan fungsinya sebagai masjid. Sejak saat itu Masjid El Berrani kembali digunakan sebagai tempat ibadah oleh masyarakat setempat. Dalam sejarah pengelolaannya, imam Mohamed Charef tercatat memimpin kegiatan keagamaan di masjid tersebut dari tahun 1908 hingga 2011. Seiring waktu, bangunan Masjid El Berrani mengalami penurunan kondisi struktural. Erosi akibat air hujan dan faktor lingkungan menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian bangunan, termasuk pilar-pilar tengah yang menopang atap. Kerusakan tersebut menyebabkan sebagian atap runtuh.[5]
Pada tahun 2016 dilakukan renovasi darurat di bawah pengawasan lembaga pengelola properti budaya yang dilindungi di Aljazair. Pekerjaan tersebut difokuskan pada stabilisasi struktur utama bangunan serta perbaikan bagian atap yang mengalami kerusakan. Meskipun demikian, sejumlah bagian lain seperti fondasi dan dinding masih menunjukkan tanda-tanda keausan yang memerlukan perhatian konservasi lebih lanjut.
Galeri
-
Gambar Masjid El Barani antara tahun 1900 dan 1910 -
Gambar Masjid El Barani pada tahun 2025 -
Gambar Bagunan Masjid El Barani diambil dari samping pada tahun 2025 -
Gambar Menara Masjid El Barani pada tahun 2025
Lihat juga
Referensi
- ^ a b c Erdogan, Koray (6 Juni 2025). "Hidden Ottoman gem in Algeria: El Berrani Mosque". Turkiyetoday. Diakses tanggal 10 Maret 2026.
- ^ الشروق (2020-03-23). "Vrai/faux: Dr Yahia Mekki corrige les mythes autour du Coronavirus". الشروق أونلاين (dalam bahasa Arab). Diakses tanggal 2026-03-09.
- ^ "مساجد العاصمة …عراقة وتاريخ". vitaminedz.org (dalam bahasa Arab). Diakses tanggal 2026-03-09.
- ^ "El Barani Mosque" (dalam bahasa Arab).
- ^ "الفجر - يومية جزائرية مستقلة - نهب 1000 منزل منح لسكان القصبة بالتواطؤ مع مسؤولين". www.al-fadjr.com. Diakses tanggal 2026-03-09.
Pranala luar
Media terkait Mosquée el Berrani di Wikimedia Commons
- "Images of el-Barani Moque". Manar al-Athar digital heritage archive. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-29.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.




