Masjid Distrik Sandakan

Masjid Distrik Sandakan adalah sebuah masjid yang terletak di Kampung Buli Sim Sim, Kota Sandakan. Bangunan pertama untuk Masjid Sandakan dibangun pada awal dasawarsa 1880-an hingga dasawarsa 1890-an dan telah hancur pada masa Perang Dunia II serta digantikan oleh bangunan baru yang dibangun setelah berakhirnya Perang Dunia II. Lahan yang ditempati sebagai lokasi Masjid Distrik Sandakan tersusun dari batuan berjenis tuf yang bercampur dengan andesit. Masjid Distrik Sandakan dimanfaatkan sebagai salah satu tempat pelaksanaan salat berjemaah. Bangunan Masjid Distrik Sandakan telah diperluas pada tahun 1984–1988 untuk menambah daya tampung jemaah. Sejak tahun 1997, Masjid Distrik Sandakan juga menjadi lokasi penyelenggaraan seminar tentang kepengurusan masjid bagi muslim di Kota Sandakan.
Pembangunan
Masjid Distrik Sandakan terletak di Kota Sandakan yang pembangunannya pertama kali diadakan pada awal dasawarsa 1880-an.[1] Pembangunan pertama dari Masjid Distrik Sandakan dibiayai oleh seorang muslim asal India. Bangunan pertama untuk Masjid Distrik Sandakan selesai dibangun pada dasawarsa 1890-an dan menjadi masjid pertama yang didirikan di Kota Sandakan.[2] Lokasi bangunan pertama untuk Masjid Distrik Sandakan terletak di lereng bukit bagian atas sebuah bendungan tua di Kota Sandakan. Bangunan pertama untuk Masjid Distrik Sandakan mengalami kehancuran pada masa Perang Dunia II dan dibangun kembali di lokasi baru setelah perang berakhir.[1]
Bangunan baru untuk Masjid Distrik Sandakan didirikan di sekitar muara sungai yang terhubung langsung dengan teluk Sandakan.[1] Lokasi Masjid Distrik Sandakan termasuk dalam wilayah Kampung Buli Sim Sim, Kota Sandakan.[3] Lahan yang ditempati sebagai lokasi Masjid Distrik Sandakan tersusun dari batuan berjenis tuf yang bercampur dengan andesit.[4] Pada tahun 1984, bangunan Masjid Distrik Sandakan mulai diperluas untuk meningkatkan daya tampung jemaah setelah terjadinya pertumbuhan penduduk muslim selama dasawarsa 1970-an di sekitar muara sungai yang menghadap ke teluk Kota Sandakan.[1][5] Perluasan Masjid Distrik Sandakan selesai pada tahun 1988 dan bangunan barunya menjadi markah tanah bagi muara sungai di Kota Sandakan yang langsung terhubung dengan teluk Sandakan.[1]
Pemanfaatan
Masjid Distrik Sandakan dimanfaatkan sebagai salah satu tempat pelaksanaan salat berjemaah bagi muslim yang berada di Kota Sandakan.[6] Selain itu, Masjid Distrik Sandakan juga menjadi lokasi penyelenggaraan Seminar Belia Masjid yang mulai diselenggarakan sejak September 1997. Seminar Belia Masjid merupakan program khusus berupa pemberian ceramah yang dihadiri oleh para peserta yang terdiri dari pengurus masjid dan anggota organisasi pemuda di Kota Sandakan. Tema untuk ceramah yang disampaikan dalam Seminar Belia Masjid berkaitan dengan peran para pengurus masjid dan organisasi pemuda di Kota Sandakan dalam pelibatan anak-anak, remaja dan orang dewasa terkait kepengurusan di setiap masjid di Kota Sandakan.[7]
Referensi
- ^ a b c d e Teo, Albert C. K. (1992). A Guide to Sandakan Sabah, Malaysia (PDF) (dalam bahasa Inggris). Kinabalu: Sabah Handicraft Centre. hlm. 11. ISBN 983-99612-2-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Hutton, Wendy (2004). Sandakan: History, Culture, Wildlife, and Resorts of the Sandakan Peninsula (dalam bahasa Inggris). Diterbitkan oleh Natural History Publications. hlm. 44. ISBN 978-9-83812-084-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Rough Guides (2008). The Rough Guide to Southeast Asia on a Budget (dalam bahasa Inggris). Diterbitkan oleh Rough Guides. hlm. 598. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Hutchison, Charles S. (2005). Geology of North-West Borneo: Sarawak, Brunei and Sabah (dalam bahasa Inggris). Amsterdam: Elsevier Science. hlm. 327. ISBN 978-0-444-51998-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Matthews, G., dkk. (Oktober 1994). 1995 Indonesia, Malaysia & Singapore Handbook (dalam bahasa Inggris). Diterbitkan oleh Trade & Travel Handbooks. hlm. 353. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Saefudin, Arif (September 2018). Menggali Sebutir Makna: Catatan Harian Guru Ladang Sawit Sabah-Malaysia. Yogyakarta: Leutikaprio. hlm. 458–459. ISBN 978-602-371-634-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Wali, Mohd. Sharuddin (Oktober 1997). "Seminar Belia Masjid" (PDF). Berita Yayasan Sabah (dalam bahasa Melayu). Vol. 19, no. 5. Diterbitkan oleh Yayasan Sabah. Diakses tanggal 13 Maret 2026.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


