Masjid Banyusumurup

Masjid Banyusumurup
ꦩꦱ꧀ꦗꦶꦢ꧀ꦧꦚꦸꦱꦸꦩꦸꦫꦸꦥ꧀
PetaKoordinat: 7°55′46.70555″S 110°23′44.94991″E / 7.9296404306°S 110.3958194194°E / -7.9296404306; 110.3958194194
Agama
AfiliasiIslam
ProvinsiDaerah Istimewa Yogyakarta
Lokasi
LokasiJalan Kompleks Makam Banyusumurup №1, Bantul, Indonesia
NegaraIndonesia
Arsitektur
ArsitekAmangkurat I
TipeMasjid
GayaJawa Kuno; perpaduan antara bentuk Joglo dan Limasan
Didirikan1668

Masjid Banyusumurup (bahasa Jawa: ꦩꦱ꧀ꦗꦶꦢ꧀ꦧꦚꦸꦱꦸꦩꦸꦫꦸꦥ꧀) adalah sebuah masjid bersejarah yang terletak di dalam kompleks Pemakaman Banyusumurup,[1] Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Masjid ini dibangun pada tahun 1668, pada masa pemerintahan Amangkurat I (Sunan Amangkurat Agung),[2] penguasa Kesultanan Mataram yang juga disebut sebagai arsitek masjid tersebut.[3]

Sejarah

Masjid ini berdiri di kawasan perbukitan terpencil di Lembah Mangunan yang berdekatan dengan kompleks Makam Banyusumurup, tempat dimakamkannya tokoh-tokoh yang dianggap musuh negara oleh Amangkurat I, termasuk Pangeran Pekik,[4] bangsawan Surabaya yang pernah menjadi mertua Sultan Agung.[5] Makam ini menjadi saksi sejarah intrik politik dan perebutan kekuasaan di lingkungan istana Mataram pada abad ke-17.

Pembangunan masjid ini dimaksudkan untuk memperbaiki citra Amangkurat I di mata masyarakat setelah berbagai peristiwa politik pada masa pemerintahannya. Masjid berukuran kecil ini dibangun dengan arsitektur tradisional Jawa berbentuk joglo, dengan empat tiang utama dari kayu jati berukuran 19 × 19 sentimeter yang berdiri di atas batu. Di puncak atapnya bertengger mustaka kuno, sementara seluruh kerangka bangunan, termasuk serambi yang berbentuk limasan, terbuat dari kayu jati lawas.

Pada masa awal, atap masjid menggunakan bahan bambu, tetapi kini telah diganti dengan genteng. Beberapa elemen asli yang masih dipertahankan hingga kini antara lain bedug dan mustaka. Renovasi besar dilakukan pada tahun 2000, termasuk penggantian lantai semen menjadi ubin berlapis keramik.[3][6]

Makam

Kompleks Pemakaman Banyusumurup terdiri atas dua halaman yang dikelilingi tembok bata. Halaman utama (halaman I) memuat sekitar 52 makam tokoh-tokoh penting, di antaranya:

  • Kanjeng Gusti Pangeran Pekik
  • Kanjeng Gusti Pangeran Lamongan
  • Kanjeng Ratu Amangkurat (Rara Oyi)
  • Raden Ayu Cutang
  • Raden Ayu Kleting Wulung
  • Raden Ayu Jambul
  • Pangeran Timur

Referensi

  1. ^ Kusumo, Rizky. "Kesunyian Banyusumurup, Kisah Makam Para Pendosa Kerajaan Mataram Islam". www.goodnewsfromindonesia.id. Diakses tanggal 2022-12-22.
  2. ^ Kesultanan, Yogyakarta (5 September 2018). "Masjid Banyusumurup". http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-08-28. ; cite webKesultanan Yogyakarta. "Masjid Banyusumurup". Navigasi Budaya. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-08-28.
  3. ^ a b Hamzah, Slamet, dkk (2007). Masjid Bersejarah Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta: Departemen Agama Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. hlm. 67. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  4. ^ "MAKAM DAN MASJID BANYUSUMURUP". budaya.jogjaprov.go.id. Diakses tanggal 2022-12-22.
  5. ^ Kesultanan, Yogyakarta (5 September 2018). "Masjid Banyusumurup". http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-08-28. ; cite webKesultanan Yogyakarta. "Masjid Banyusumurup". Navigasi Budaya. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-08-28.
  6. ^ "Masjid Banyusumurup : Saksi Kiprah Kraton Mataram Islam". Star Jogja FM. 2018-01-09. Diakses tanggal 2022-12-22.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement