Masjid Al Khalid Semampir Kediri
Topik artikel ini mungkin tidak memenuhi kriteria kelayakan umum. |
Artikel ini berkualitas rendah karena menggunakan kata-kata yang berlebihan dan hiperbolis tanpa memberikan informasi yang jelas. |
| Masjid Al Khalid Semampir Kediri | |
|---|---|
| Agama | |
| Afiliasi | Islam |
| Lokasi | |
| Lokasi | Jalan Semampir I, Kelurahan Semampir, Kota Kediri, Jawa Timur |
| Arsitektur | |
| Tipe | Masjid |
| Gaya | Jawa dan Modern |
| Rampung | 2019 |
| Spesifikasi | |
| Menara | 1 |
| Tinggi menara | 20 meter |
Masjid Al Khalid Semampir Kediri adalah masjid yang terletak di Jalan Semampir I, Kelurahan Semampir, Kota Kediri, Jawa Timur. Tempat ibadah umat muslim ini dibangun dengan perpaduan antara arsitektur Jawa dan modern, keberadaanya menyuguhkan pemandangan dan suasana lingkungan pemukiman di sekitarnya. Masjid itu melengkapi urat nadi spiritual menuju alam keabadian, sesuai namanya Al Khalid, yang artinya abadi atau kekal. Di halamannya didirikan sebuah menara yang mirip dengan Big Ben (menara penunjuk waktu di London, Inggris) seluruh bangunan setinggi 20 meter dihiasi dengan Kaligrafi Kufi (menulis seni indah dari Kufah, sebuah daerah di negara Irak). Kufi merupakan kaligrafi tertua dalam sejarah peradaban Islam.[1]
Struktur Bangunan
Dari sisi interior. Dindingnya dibuat dari susunan batu bata merah yang direkatkan tanpa menggunakan semen dan tidak dikuliti atau diplester. Ini dimaksudkan untuk menunjukkan struktur batu bata merah. Tepat di atas bata merah, berdiri susunan kayu jati yang ditata berderet. Sementara bebatuan andesit digunakan sebagai ornamen untuk anak tangga, tempat wudu, dan dinding masjid bagian luar.
Menempati lahan seluas sekitar satu hektar, masjid dirancang dengan konstruksi bangunan tropis. Komposisi bangunan menyisakan banyak ruang terbuka untuk memperlancar sirkulasi udara. Selain itu, ada pula kolam ikan yang mengitari ruangan utama masjid.
Masjid Al-Khalid tidak memiliki kubah. Identitas itu diganti dengan atap gunungan seperti rumah joglo. Namun, empat tiang penyangga atau tiang soko yang biasanya ada pada rumah khas Jawa, sengaja dihilangkan. Tujuannya agar tidak mengganggu pandangan antara imam dan jamaah saat shalat berjamaah.
Sejarah
Masjid Al Khalid mulai didirikan pada Januari 2018. Tepat setahun kemudian, pada Januari 2019 pengerjaan setiap bagian bangunan selesai. Pendirian Masjid ini dibiayai secara pribadi oleh seseorang yang tidak ingin diketahui namanya. Rencananya masjid ini akan diresmikan pada hari Jumat, 25 Januari 2019. Bukan hanya masjid, kini pembangunan terus berlanjut pada infrastruktur penunjang. Di sekitar lingkungan Masjid Al-Khalid akan didirikan beberapa fasilitas untuk masyarakat berupa TPQ, pusat studi Islam, tempat singgah, dan asrama yatim piatu.
Galeri
Referensi
- ^ Kediripedia (2019-01-16). "Masjid Al Khalid, Ikon Baru di Kota Kediri". Kediripedia.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-02-09.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


